Share Like
Simpan

Masa pertumbuhan bagi bayi adalah masa yang sangat penting. Banyak hal yang membuat orang tua khawatir, salah satunya adalah demam. Demam menjadi momok karena demam merupakan penanda adanya penyakit dan seringkali demam berkembang menjadi keadaan yang buruk. Tapi sebelum mengenal demam, orang tua terlebih dahulu harus mengenali suhu tubuh normal bayi.

Suhu tubuh menggambarkan kemampuan anak mengatur panas. Panas tersebut ditimbulkan oleh aktivitas dan proses metabolisme. Pengaturan panas diatur oleh bagian otak bernama hipotalamus.

Bayi cenderung memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi daripada anak yang berusia lebih tua, karena metabolismenya yang lebih cepat. Suhu rata-rata pada bayi sampai usia 3 bulan adalah 37,4C dan mencapai 37,6C pada usia 1 tahun. Kemudian, seiring bertambahnya usia, di masa balita suhunya berkisar pada 37C seperti pada orang dewasa.

Suhu tubuh juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Jadi misalnya, jika suhu tubuh bayi berkisar pada 36,8C pada pagi hari dan kemudian menjadi 37,4C pada sore hari, sehingga perubahan suhu tubuh tersebut belum tentu menandakan bahwa bayi sedang mengalami demam.

Suhu tubuh normal bayi dapat ditentukan dengan melakukan beberapa kali pengukuran di waktu yang berbeda, misalnya pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Lakukan pengukuran tersebut selang beberapa hari, sehingga dengan demikian suhu rata-rata normal bayi dapat ditentukan.

Suhu tubuh yang terukur dapat berbeda tergantung pada tempat di mana suhu tubuh diukur. Terdapat beberapa metode dan tempat pengukuran suhu tubuh. Bagian tubuh yang menjadi tempat meletakkan termometer adalah di ketiak, mulut, dan anus. Seiring dengan kemajuan teknologi, pengukuran juga dapat dilakukan melalui telinga atau dahi dengan termometer khusus.

Pada bayi baru lahir sampai 3 bulan, sebaiknya pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer yang diletakkan pada anus. Pada usia 3 bulan sampai 4 tahun, sebaiknya menggunakan termometer anus atau mulut. Namun seringkali kita terpaksa menggunakan termometer ketiak karena anak sulit diam, meskipun hasilnya terkadang kurang optimal. Suhu tubuh di anus biasanya 1 derajat lebih tinggi daripada di mulut, dan suhu tubuh di ketiak biasanya 1 derajat lebih rendah daripada di mulut.

Untuk menggunakan termometer anus, baringkan bayi seperti mengganti popok. Termometer mulut harus ditempatkan di bawah lidah. Sementara untuk menggunakan termometer di bawah ketiak, tahan lengan anak agar menempel pada bagian dada untuk mendapat hasil paling akurat. Jika menggunakan termometer air raksa, tahan 3-5 menit sampai indikator air raksa tidak berubah. Jangan lupa bersihkan dan kibaskan sebelum digunakan dan bersihkan lagi setelahnya. Untuk penggunaan baik di ketiak, mulut, maupun anus, gunakanlah termometer yang berbeda untuk mencegah kontaminasi atau penularan penyakit. Hati-hati menggunakan termometer kaca, karena selain mudah pecah, termometer kaca juga berisi merkuri yang beracun.

Sebaiknya Ibu tidak hanya mengandalkan perubahan suhu tubuh normal bayi sebagai satu-satunya metode penentuan kondisi kesehatan bayi. Memperhatikan perilaku anak akan memberikan petunjuk tambahan yang penting. Bahkan jika suhu tubuh normal, perilaku seperti gelisah, penurunan nafsu makan, dan lesu dapat menjadi penanda kemungkinan adanya penyakit.

Ukur suhu tubuh bayi secara berkala setiap 4-6 jam jika bayi demam. Apabila demam melebihi 40C dan/atau 38-39C selama 3 hari dan tidak turun, segera bawa bayi ke dokter.