Whatsapp Share Like Simpan

Banyak hal yang perlu Ibu ketahui saat memantau tumbuh kembang si Kecil, salah satunya adalah mengetahui suhu normal bayi. Hal ini penting agar Ibu bisa melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat saat suhu si Kecil tiba-tiba meningkat. 

Apalagi saat si Kecil masih bayi, ia belum bisa menjelaskan apa yang ia rasakan saat sedang sakit. Sebagai gantinya, ia pasti langsung menangis jika mengalami sesuatu yang tidak enak. Begitu pula saat ia sedang demam, pasti si Kecil akan menangis dan menunjukkan gejala lain.

Kondisi tersebut seringkali membuat sebagian Ibu khawatir dan panik, padahal ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan jika suhu normal bayi tiba-tiba naik, salah satunya dengan menggunakan termometer. 

Namun sebelum itu, Ibu juga perlu mengetahui dulu nih mengenai kisaran suhu normal bayi, kapan bayi dikatakan mengalami demam, apa penyebab suhu tubuhnya naik, dan bagaimana cara menurunkannya. Untuk mengetahui jawabannya, kita simak informasi lengkapnya berikut ini, yuk! 

  1. Suhu Normal Bayi Sesuai Usia

    Suhu normal bayi menggambarkan kemampuan si Kecil mengatur panas yang ditimbulkan oleh aktivitas dan proses metabolisme. Pengaturan panas diatur oleh bagian otak bernama hipotalamus.

    Artikel Sejenis

    Suhu normal bayi cenderung lebih tinggi daripada anak yang berusia lebih tua, karena metabolismenya yang lebih cepat. Suhu rata-rata pada bayi sampai usia 3 bulan adalah 37,4 C dan mencapai 37,6 derajat celcius pada usia 1 tahun. Kemudian, seiring bertambahnya usia, di masa balita suhu normalnya berkisar pada 37 C, seperti pada orang dewasa.

    Untuk lebih jelasnya, berikut kisaran suhu normal bayi dan anak sesuai usia:

    • Bayi usia 0-2 tahun:
      • Suhu ketiak: 34,7 - 37,3 derajat celcius
      • Suhu mulut: 35,5 - 37,5 derajat celcius
      • Suhu telinga: 36,4 - 38 derajat celcius
      • Suhu rektum (dubur): 36,6 - 37,5 derajat celcius

    Ibu juga perlu tahu bahwa suhu normal bayi bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Misalnya, pada pagi hari, suhu normal bayi berkisar 36,8 derajat celcius, sedangkan pada malam hari berubah menjadi 37,4 derajat celcius, kemungkinan besar suhu normal bayi tersebut berubah karena faktor lingkungan. Artinya, perubahan suhu ini bukan menandakan si Kecil sedang mengalami demam. Sebab, demam pada bayi bukan hanya ditandai dengan suhu yang tinggi, tetapi juga ada gejala lain yang disertai.

    Baca Juga: Gizi Balita: Hal Utama dalam 5 Tahun Pertama Pertumbuhan Si Buah Hati

  2. Cara Mengukur Suhu Normal Bayi

    Suhu normal bayi dapat ditentukan dengan melakukan beberapa kali pengukuran di waktu yang berbeda, misalnya pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Lakukan pengukuran tersebut selang beberapa hari, sehingga rata-rata suhu normal bayi dapat ditentukan. 

    Suhu normal bayi yang terukur dapat berbeda, tergantung pada tempat di mana suhu tubuh diukur. Terdapat beberapa metode dan tempat pengukuran suhu tubuh. Bagian tubuh yang menjadi tempat meletakkan termometer adalah di ketiak, mulut, dan anus. Seiring dengan kemajuan teknologi, pengukuran juga dapat dilakukan melalui telinga atau dahi dengan termometer khusus.

    Pada bayi baru lahir sampai 3 bulan, sebaiknya pengukuran suhu normal bayi menggunakan termometer yang diletakkan pada anus. Pada usia 3 bulan sampai 4 tahun, sebaiknya pengukuran suhu normal bayi menggunakan termometer anus atau mulut. 

    Namun, seringkali kita terpaksa menggunakan termometer ketiak karena si Kecil sulit diam, meskipun hasilnya terkadang kurang optimal. Suhu normal bayi saat diukur melalui anus biasanya 1 derajat lebih tinggi dibandingkan pengukuran di mulut, dan suhu normal bayi saat diukur di ketiak biasanya 1 derajat lebih rendah dibandingkan pengukuran di mulut.

    Untuk menggunakan termometer anus, baringkan bayi seperti mengganti popok. Termometer mulut harus ditempatkan di bawah lidah. Sementara untuk menggunakan termometer di bawah ketiak, tahan lengan anak agar menempel pada bagian dada untuk mendapat hasil paling akurat. Jika menggunakan termometer air raksa, tahan 3-5 menit sampai indikator air raksa tidak berubah.

    Jangan lupa bersihkan dan kibaskan termometer sebelum digunakan dan bersihkan lagi setelahnya. Untuk penggunaan baik di ketiak, mulut, maupun anus, gunakanlah termometer yang berbeda untuk mencegah kontaminasi atau penularan penyakit. Hati-hati menggunakan termometer kaca, karena selain mudah pecah, termometer kaca juga berisi merkuri yang beracun.

    Baca juga: Cara Memijat Bayi & Rangkaian Baby Spa di Rumah

  3. Kapan Bayi Dikatakan Mengalami Demam?

    Seperti yang sudah dijelaskan ya, Bu, suhu normal bayi yaitu sekitar 36,5-37 derajat celcius. Untuk mengetahui kondisi si Kecil demam, Ibu bisa mengukur suhu tubuhnya melalui anus, mulut, atau ketika. Nah, si Kecil bisa dikatakan demam jika suhu tubuhnya menunjukkan angka berikut ini: 

    • Suhu anus (suhu rektal) lebih dari 38 derajat celcius
    • Suhu mulut (suhu oral) lebih dari 37,5 derajat celcius
    • Suhu ketiak (suhu aksila) lebih dari 37,2 derajat celcius

    Artinya, bayi dan anak-anak bisa dianggap terserang demam jika suhu tubuhnya menunjukkan angka di atas 38 derajat celcius ya, Bu. Selain itu, bayi dan anak-anak yang demam juga umumnya ditandai oleh beberapa gejala, seperti lemas, sakit kepala, wajah merah, badan menggigil dan gemetar, nyeri otot, dan tidak nafsu makan. 

  4. Penyebab Naiknya Suhu Tubuh Bayi

    Suhu tubuh yang meningkat atau demam belum tentu menjadi indikator bahwa ia sedang sakit. Bisa saja kenaikan suhu menjadi tanda bahwa ia sedang menyesuaikan diri dengan perubahan suhu di lingkungannya. 

    Demam bisa juga terjadi sebagai bentuk respon dari sistem kekebalan tubuhnya yang sedang mempertahankan diri dari serangan bakteri, virus, atau zat asing lainnya. Hal tersebut menandakan bahwa sistem kekebalan tubuhnya cukup responsif dalam mengatasi infeksi yang menyerangnya.

    Dikarenakan bayi masih sangat rentan terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya, maka Ibu perlu benar-benar memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungannya. Sebisa mungkin jangan sering mengajak bayi berusia di bawah 3 bulan keluar rumah, terutama di tempat umum yang banyak terdapat orang. Jika bayi merasa bosan di dalam rumah, Ibu bisa sesekali membawanya ke teras atau sekeliling rumah saja.

  5. Cara Menurunkan Suhu Tubuh Bayi

    Tak perlu panik saat suhu tubuh bayi naik, Bu. Ibu bisa mengikuti beberapa cara menurunkan suhu tubuh bayi berikut ini:

    1. Kompres dengan air handuk yang telah dibasahi dengan air hangat pada lipatan tubuh, seperti ketiak, leher, ataupun lipatan paha. Ingat ya, Bu, kompres dengan air hangat, bukan air dingin. Air dingin justru akan membuat pembuluh darahnya mengkerut dan panas tubuhnya tidak bisa keluar, sehingga malah membuat bayi menggigil.
    2. Pastikan bayi cukup cairan agar tidak dehidrasi. Jika masih berusia di bawah 6 bulan, maka cukup berikan ASI saja, tapi bila sudah di atas 6 bulan Ibu bisa menambahkan air putih.
    3. Hindari memakaikan bayi pakaian yang tebal karena akan membuat suhu tubuhnya meningkat. Sebaiknya pakaikan pakaian yang tipis, nyaman, dan menyerap keringat.
    4. Jika usianya sudah lebih dari 6 bulan, Ibu boleh memberikan obat pereda panas seperti ibuprofen atau tylenol.
    5. Sebaiknya tidak memandikannya dulu hingga suhu tubuhnya menurun.

    Ibu sebaiknya tidak hanya mengandalkan perubahan suhu normal bayi sebagai satu-satunya metode penentuan kondisi kesehatan si Kecil. Ibu juga perlu memperhatikan perilaku si Kecil untuk melihat petunjuk atau gejala lain yang muncul.

    Ukur suhu tubuh si Kecil secara berkala setiap 4-6 jam jika ia mengalami demam. Apabila demam melebihi 40 derajat celcius dan/atau 38-39 derajat celcius selama 3 hari dan tidak turun, segera bawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat ya, Bu.

Memantau kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil memang jadi tantangan tersendiri. Maka dari itu, Ibu perlu memberikan yang terbaik bagi si Kecil agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Saat si Kecil masih berusia 0-12 bulan, sebaiknya Ibu tetap memberikan ia ASI secara rutin karena ASI mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi.

Saat si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas, maka Ibu harus memastikan asupan 9 Asam Amino Esensial (9 AAE) si Kecil tercukupi secara lengkap, serta nutrisi lain, seperti DHA, minyak ikan, yang bisa didapatkan dari MPASI yang bergizi seimbang

Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

Yang tak kalah penting, Ibu juga perlu memantau tumbuh kembang si Kecil dengan tepat. Caranya dengan memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima dari Akademi Keluarga Prima. Fitur ini memudahkan Ibu untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil berdasarkan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Ibu bisa menggunakan fiturnya di sini, ya!

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz