Whatsapp Share Like
Simpan

Masa pertumbuhan bagi bayi adalah masa yang sangat penting. Banyak hal yang membuat orang tua khawatir, salah satunya adalah saat si Kecil terserang demam. Gejala ini menjadi momok karena demam merupakan penanda adanya penyakit dan seringkali demam berkembang menjadi keadaan yang buruk. Namun sebelum mengenal demam, orang tua terlebih dahulu harus mengenali suhu normal bayi.

Suhu tubuh menggambarkan kemampuan anak mengatur panas yang ditimbulkan oleh aktivitas dan proses metabolisme. Pengaturan panas diatur oleh bagian otak bernama hipotalamus.

Suhu Rata-rata Bayi Sesuai Usia

Suhu normal bayi cenderung lebih tinggi daripada anak yang berusia lebih tua, karena metabolismenya yang lebih cepat. Suhu rata-rata pada bayi sampai usia 3 bulan adalah 37,4 C dan mencapai 37,6 C pada usia 1 tahun. Kemudian, seiring bertambahnya usia, di masa balita suhunya berkisar pada 37 C seperti pada orang dewasa.

Suhu tubuh juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Misalnya saja jika suhu tubuh bayi berkisar pada 36,8 C pada pagi hari dan kemudian menjadi 37,4 C pada sore hari. Jadi perubahan suhu tubuh tersebut belum tentu menandakan bahwa bayi sedang mengalami demam. Namun perubahan suhu terjadi karena adanya perubahan lingkungan.

Cara Mengukur Suhu Normal Bayi

Suhu tubuh normal bayi dapat ditentukan dengan melakukan beberapa kali pengukuran di waktu yang berbeda, misalnya pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Lakukan pengukuran tersebut selang beberapa hari, sehingga dengan demikian suhu rata-rata normal bayi dapat ditentukan.

Artikel Sejenis

Suhu tubuh yang terukur dapat berbeda tergantung pada tempat di mana suhu tubuh diukur. Terdapat beberapa metode dan tempat pengukuran suhu tubuh. Bagian tubuh yang menjadi tempat meletakkan termometer adalah di ketiak, mulut, dan anus. Seiring dengan kemajuan teknologi, pengukuran juga dapat dilakukan melalui telinga atau dahi dengan termometer khusus.

Pada bayi baru lahir sampai 3 bulan, sebaiknya pengukuran suhu normal bayi menggunakan termometer yang diletakkan pada anus. Pada usia 3 bulan sampai 4 tahun, sebaiknya menggunakan termometer anus atau mulut. Namun seringkali kita terpaksa menggunakan termometer ketiak karena anak sulit diam, meskipun hasilnya terkadang kurang optimal. Suhu tubuh di anus biasanya 1 derajat lebih tinggi daripada di mulut, dan suhu tubuh di ketiak biasanya 1 derajat lebih rendah daripada di mulut.

Untuk menggunakan termometer anus, baringkan bayi seperti mengganti popok. Termometer mulut harus ditempatkan di bawah lidah. Sementara untuk menggunakan termometer di bawah ketiak, tahan lengan anak agar menempel pada bagian dada untuk mendapat hasil paling akurat. Jika menggunakan termometer air raksa, tahan 3-5 menit sampai indikator air raksa tidak berubah. Jangan lupa bersihkan dan kibaskan sebelum digunakan dan bersihkan lagi setelahnya. Untuk penggunaan baik di ketiak, mulut, maupun anus, gunakanlah termometer yang berbeda untuk mencegah kontaminasi atau penularan penyakit. Hati-hati menggunakan termometer kaca, karena selain mudah pecah, termometer kaca juga berisi merkuri yang beracun.

Penyebab Naiknya Suhu Tubuh Bayi

Suhu tubuh yang meningkat atau demam belum tentu menjadi indikator bahwa ia sedang sakit. Bisa saja kenaikan suhu menjadi tanda bahwa ia sedang menyesuaikan diri dengan perubahan suhu di lingkungannya. Demam bisa juga terjadi sebagai bentuk respon dari sistem kekebalan tubuhnya yang sedang mempertahankan diri dari serangan bakteri, virus, atau zat asing lainnya. Hal tersebut menandakan bahwa sistem kekebalan tubuhnya cukup responsif dalam mengatasi infeksi yang menyerangnya.

Dikarenakan bayi masih sangat rentan terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya, maka Ibu perlu benar-benar memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungannya. Sebisa mungkin jangan sering mengajak bayi berusia di bawah 3 bulan keluar rumah, terutama di tempat umum yang banyak terdapat orang. Jika si Kecil merasa bosan di dalam rumah, Ibu bisa sesekali membawanya ke teras atau sekeliling rumah saja.

Cara Menurunkan Suhu Tubuh Bayi

Tak perlu panik saat suhu tubuh si Kecil naik, Bu. Ibu bisa mengikuti beberapa cara menurunkan suhu tubuh bayi berikut ini:

  1. Kompres dengan air handuk yang telah dibasahi dengan air hangat pada lipatan tubuh, seperti ketiak, leher, ataupun lipatan paha. Ingat ya, Bu, kompres dengan air hangat, bukan air dingin. Air dingin justru akan membuat pembuluh darahnya mengkerut dan panas tubuhnya tidak bisa keluar, sehingga malah membuat si Kecil menggigil.
  2. Pastikan si Kecil cukup cairan agar tidak dehidrasi. Jika masih berusia di bawah 6 bulan, maka cukup berikan ASI saja, tapi bila sudah di atas 6 bulan Ibu bisa menambahkan air putih.
  3. Hindari memakaikan bayi pakaian yang tebal karena akan membuat suhu tubuhnya meningkat. Sebaiknya pakaikan pakaian yang tipis, nyaman, dan menyerap keringat.
  4. Jika usianya sudah lebih dari 6 bulan, Ibu boleh memberikan obat pereda panas seperti ibuprofen atau tylenol.
  5. Sebaiknya tidak memandikannya dulu hingga suhu tubuhnya menurun.

Sebaiknya Ibu tidak hanya mengandalkan perubahan suhu normal bayi sebagai satu-satunya metode penentuan kondisi kesehatan bayi. Memperhatikan perilaku anak akan memberikan petunjuk tambahan yang penting. Bahkan jika suhu tubuh normal, perilaku seperti gelisah, penurunan nafsu makan, dan lesu dapat menjadi penanda kemungkinan adanya penyakit.

Ukur suhu tubuh bayi secara berkala setiap 4-6 jam jika bayi demam. Apabila demam melebihi 40 C dan/atau 38-39 C selama 3 hari dan tidak turun, segera bawa bayi ke dokter.

Jika Ibu memiliki pertanyaan seputar kesehatan dan tumbuh kembang anak, ibu dapat bertanya langsung ke pakar kami melalui fitur Tanya Pakar. Namun untuk menggunakan fitur tersebut, ibu perlu melakukan registrasi terlebih dahulu ya, Bu. Selamat mencoba.

Sumber: hellosehat.com