Share Like
Simpan

Halo, Bu! Bagaimana kabar si Kecil? Semoga ia sehat selalu, ya. Bu, saat ini, apakah si Kecil termasuk anak susah makan? Jika iya, sebaiknya segera ubah kebiasaannya ini, ya. Di usia 1-3 tahun, anak-anak memang cenderung pemilih dalam urusan makanan. Dulu si Kecil pun begitu, Bu. Awalnya, saya tak ingin terlalu memaksanya menyantap menu makanan yang tak begitu ia suka karena khawati akan muncul trauma pada dirinya kelak. Namun, setelah saya melihat sebuah artikel di internet mengenai kondisi ini, saya langsung mencoba untuk mulai membiasakan si Kecil mengonsumsi beragam jenis makanan.

Selain  khawatir asupan nutrisinya tidak tercukupi dengan optimal, menurut sebuah penelitian terbaru di bidang psikologi, kebiasaan anak memilih makanan juga dapat memengaruhi aspek psikologisnya. Salah satunya adalah si Kecil berisiko mengalami gangguan kecemasan saat dewasa nanti.

Namun, selain dari aspek psikologi, faktor kesehatan balita juga dapat ikut terpengaruh apabila kebiasaan pilih-pilih makanan ini tak segera diubah, Bu. Yuk, cari tahu apa saja risiko yang harus diwaspadai.

  1. Kekurangan nutrisi

Setiap jenis makanan memilki kandungan nutrisi masing-masing. Namun, apabila si Kecil terlalu pemilih soal urusan makanan, ia bisa berisiko mengalami kekurangan nutrisi. Saat si Kecil tak suka susu, ia akan berisiko kekurangan Kalsium. Jika ia menolak makan ikan, maka ia berisiko kekurangan sumber Protein dan Omega-3. William Muinos, Direktur Weight Management Program di Niclaus Children’s Hospital menyebutkan bahwa anak yang sering menolak makanan tertentu berisiko kekurangan Zat Besi, Seng, Vitamin D, dan mineral lain . Nah, untuk menyiasatinya, Ibu dapat memberikan sumber makanan pengganti yang memiliki kandungan nutrisi sama untuk menjaga kesehatan si Kecil, misalnya, mengganti ikan dengan ayam atau telur.

  1. Kebiasaan makan memburuk

Jika kebiasaan anak susah makan dibiarkan terus menerus, hal ini dapat terus berlanjut sampai ia dewasa. Ini dikarenakan kebiasaan makan yang baik dapat terbentuk dengan lebih optimal di usia anak-anak. Agar memperbaiki kebiasaan makannya, Ibu dapat mencoba olahan menu yang lebih sesuai dengan seleranya.

  1. Mudah lemas

Pasokan energi untuk si Kecil aktif, bisa didapatkan dari nutrisi yang baik dan cukup. Jika kebutuhan nutrisinya tak terpenuhi, maka ia berisiko kekurangan energi sehingga aktivitasnya dapat terganggu. Akibatnya, si Kecil mudah lemas dan tak bersemangat. Umumnya, asupan nutrisi yang optimal bisa didapatkan saat sarapan, karena menurut penelitian, anak yang terbiasa sarapan akan lebih aktif dan bersemangat untuk beraktivitas dan olahraga. Maka dari itu, untuk menghindari risiko kurangnya energi si Kecil, cobalah rutin memberikan sarapan dengan nutrisi lengkap, namun tidak berlebihan karbohidrat. Sebab, karbohidrat berlebih justru dapat membuatnya lebih cepat mengantuk.

  1. Kekebalan tubuh menurun

Kekurangan nutrisi juga memengaruhi kesehatan balita, Bu. Saat nutrisi yang dibutuhkan oleh si Kecil tak terpenuhi, kekebalan dan ketahanan tubuhnya terhadap infeksi ikut melemah, apalagi jika ia sampai kekurangan Vitamin A dan E. Kedua jenis vitamin ini membantu mekanisme pertahanan tubuh si Kecil terhadap penyakit maupun infeksi. Jika ia enggan memakan sayuran bervitamin A atau E seperti wortel, Ibu dapat menggantinya dengan makanan lain. Bila perlu, Ibu dapat memberikan suplemen vitamin tambahan. Namun, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikannya suplemen tambahan ya, Bu.

Bu, ternyata banyak risiko yang harus diwaspadai akibat kebiasaan si Kecil memilih-milih makanan, ya. Perlu diketahui juga, apabila ia suka mengonsumsi makanan manis, seperti cokelat atau permen, maka risiko gigi berlubang pun tinggi. Jika si Kecil tak suka makanan sehat karena terasa pahit, Ibu dapat memberikan penambah rasa alami, seperti madu atau lemon, yang cocok untuk mengimbangi rasa pahit tersebut. Sedangkan, bila si Kecil tak suka tekstur makanan tertentu, maka ubahlah menjadi bentuk makanan yang terlihat lebih nikmat untuknya. Tak lupa, lengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan dua gelas susu Frisian Flag Jelajah setiap hari agar proses menjelajahnya semakin optimal. Tetap semangat mengubah kebiasaan anak susah makan ya, Bu.