Share Like
Simpan

Apa menu makanan favorit si Kecil, Bu? Di usianya saat ini, Ibu mungkin mulai menyadari sikap picky si Kecil dalam menyantap menunya sehari-hari. Bahkan, bisa jadi sayuran adalah musuh utamanya saat ini. Padahal mendapat nutrisi balita yang lengkap, merupakan salah satu kunci agar proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung dengan optimal.  

American Academy of Pediatrics menganjurkan Ibu untuk memberi menu makanan dengan kandungan lemak, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang seimbang agar kebutuhan nutrisi balita dapat terpenuhi.  Kandungan ini bisa Ibu temukan dalam makanan dan minuman seperti daging, ikan, telur, susu, sereal, kentang, sayuran dan buah-buahan. Pemilihan menu sehat seperti ini memang sangatlah penting baginya. Namun, bagaimana kalau si Kecil lebih tertarik pada permen, snack dan minuman kemasan ketimbang makanan yang sudah Ibu siapkan?

Cobalah untuk mengemas menu sehat si Kecil ke dalam bentuk yang mudah menarik perhatiannya. Misalnya, dengan membuat karakter wajah robot yang lucu dari potongan roti gandum, irisan wortel dan keju.  Ibu juga bisa mengombinasikan potongan buah-buahan berwarna cerah seperti stroberi, mangga, dan melon untuk membuah sate buah dengan saus coklat buatan sendiri yang lezat.  Hmmm, tampilan dan warnanya yang menarik  ini tentu membuat si Kecil ingin segera menyantap menu tersebut. 

Membuat drama sederhana bersama menu makanan si Kecil juga dapat dijadikan cara untuk menarik perhatiannya.  Apakah brokoli jadi musuh besarnya? Coba minta si Kecil menjadi dinosaurus pemakan tumbuhan dengan brokoli sebagai pohon besar yang lezat untuknya.  Agar semakin meriah, ikutlah berperan sebagai ibu dinosaurus yang sedang mencabut pohon-pohon besar tersebut bagi si Kecil. Buatlah suara-suara raungan yang lucu saat menyuapinya. Suasana makan yang ceria ini akan membuat si Kecil semakin bersemangat dalam menyantap menu makanannya.

Apa si Kecil hobi menonton TV, Bu?  Dalam hasil risetnya, Institute of Medicine menemukan bukti yang kuat tentang pengaruh iklan TV bagi jenis makanan yang lebih disukai si Kecil.  Iklan-iklan yang menampilkan makanan kemasan dengan warna cerah dan karakter yang memikat memang dapat menarik perhatiannya dengan mudah.  Padahal, makanan tersebut belum tentu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi balita seusianya. Untuk itu, selalu bimbing aktivitas si Kecil di depan TV dan biasakan ia menyantap snack yang sehat seperti buah-buahan, biskuit gandum dan keju.  Cobalah untuk meletakkan snack sehat tersebut di tempat yang mudah dilihat dan dijangkau agar si Kecil dapat mengambilnya sendiri di saat ia lapar. 

Satu hal yang perlu diperhatikan, melarang si Kecil untuk menyantap junk food dan makanan sejenisnya hanya akan membuat ia menjadi semakin penasaran. Karena itu, Ibu dapat memulai dengan membatasi jenis makanan ini terlebih dahulu, misalnya dengan membuat aturan bebas junk food di rumah.  Sesekali, beri kesempatan si Kecil untuk menyantap makanan tersebut saat sedang bermain di rumah temannya. Namun, kurangi frekuensinya secara bertahap dengan memberikan si Kecil menu snack yang lebih sehat.  

Peran orang tua sangatlah penting untuk membangun kebiasaan makan si Kecil sejak dini. Dengan terbangunnya kebiasaan yang sehat, Ibu pun dapat menghindarkan si Kecil dari berbagai gangguan kesehatan seperti obesitas. Karena itu, pastikan si Kecil selalu mendapat asupan gizi sesuai kebutuhan nutrisi balita seusianya agar ia dapat tumbuh menjadi anak yang sehat dan ceria. Selamat makan bersama si Kecil, Bu!