Whatsapp Share Like
Simpan

Seiring bertambahnya usia si Kecil, ia harus diajari berbagai keterampilan. Salah satunya adalah toilet training, yaitu buang air di toilet. Melatih si Kecil untuk tidak lagi memakai popok memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan ya, Bu. Ibu harus mempersiapkan diri agar tidak pantang menyerah. Selain itu, Ibu juga bisa menerapkan beberapa trik berikut ini:

Persiapkan Diri Ibu dan Si Kecil

Sebagai permulaan, persiapkan diri dan mental terlebih dulu, baik Ibu maupun si Kecil. Bersiaplah untuk merasa lebih lelah, karena Ibu harus secara rutin membawa si Kecil ke kamar mandi dan membersihkan rumah kalau-kalau ia mengompol atau buang air besar di luar kamar mandi.

Untuk kesiapan si Kecil, Ibu tidak bisa menyamakannya dengan kesiapan anak lainnya karena masing-masing anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Pada umumnya, si Kecil baru mulai memahami kalau kandung kemihnya penuh itu merupakan pertanda bahwa ia akan buang air kecil. Bagi anak yang perkembangannya cepat, biasanya ia akan siap dilatih toilet training pada usia 18 bulan. Namun sebagian besar orang tua akan melatih buah hatinya buang air di toilet saat si Kecil berusia sekitar 2,5 hingga 3 tahun.

Untuk melihat apakah si Kecil sudah siap untuk dilatih, biasanya menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut ini, Bu:

  • Sudah dapat memahami dan mengikuti perintah sederhana.
  • Sudah mampu duduk dan berjalan dengan lancar.
  • Sudah bisa memakai dan melepas celananya sendiri.

Perhatikan Beberapa Kondisi Tertentu

Di samping memperhatikan kesiapan si Kecil, Ibu juga harus memperhatikan beberapa kondisi tertentu, antara lain:

Artikel Sejenis

  • Anak pertama lebih lambat belajar dibanding anak kedua dan seterusnya.
  • Anak laki-laki cenderung lebih lambat daripada anak perempuan.
  • Anak sedang menghadapi situasi tertentu, seperti memiliki adik baru, masuk ke sekolah baru, atau berganti pengasuh.
  • Ibu sedang stress dengan pekerjaan, berganti pekerjaan baru, merenovasi rumah, atau sedang hamil.

Pada kondisi-kondisi tersebut, sebaiknya tunda dulu melatih toilet training hingga beberapa minggu atau bulan hingga situasinya sudah membaik.

Belilah Perlengkapan yang Tepat

Si Kecil akan memerlukan perlengkapan agar bisa buang air di toilet, seperti adapter toilet seat atau potty chair. Pilihlah alat bantu toilet untuk si Kecil yang sekiranya sesuai dengan kondisi toilet yang ada di rumah. Ibu juga bisa mengajak si Kecil untuk membelinya bersama sehingga ia bisa memilih sendiri mana yang ia sukai.

Bila memilih potty chair untuk anak laki-laki, pilihlah yang tidak memiliki urine guard karena terkadang bisa membentur dan menggesek area vital si Kecil ketika ia duduk di atasnya. Hal tersebut bisa membuatnya merasa tidak nyaman dan dapat mengganggu proses toilet training-nya.

Pakaikan Si Kecil Training Pants

Pada proses latihan ini, pakaikan juga si Kecil training pants, yaitu popok kain berbentuk celana dalam yang dapat dicuci dan dipakai lagi. Saat mengenakan popok ini dan ia buang air, urinnya tidak akan merembes dan membasahi lantai. Bedanya dengan popok sekali pakai adalah si Kecil tetap akan merasa basah sehingga menyebabkan rasa risih yang dapat membuatnya cepat belajar untuk buang air di toilet.

Untuk tahapan ini sebenarnya tidak harus selalu diikuti. Namun jika Ibu memutuskan untuk menggunakan training pants, pakaikan pada si Kecil secara bertahap ya, Bu. Misalnya dengan memakaikannya selama beberapa jam di siang hari dan malamnya tetap memakai popok sekali pakai.

Baca juga: Tunggu, Sebelum Anda Memulai Melatih Menggunakan Toilet...

Tunjukkan Cara Memakai Toilet

Anak-anak lebih cepat belajar dengan cara meniru, Bu. Ibu pun bisa menunjukkan cara buang air di toilet secara langsung. Mulailah dengan mengatakan, “Ibu mau pipis dulu.”. Setelah itu masuklah ke dalam kamar mandi, lepaskan celana, dan duduklah di atas toilet. Setelah selesai, tunjukkan cara membersihkan alat kelamin dengan air, memakai tisu toilet, memakai celana lagi, menyiram toilet, lalu mencuci tangan.

Si Kecil memang masih akan membutuhkan bantuan dari Ibu untuk aktivitas ini, tapi dengan melihat peragaan dari Ibu akan membantunya memahami semua prosesnya. Untuk anak perempuan, ajari ia untuk membersihkan dari depan ke belakang untuk menghindari ia terkena infeksi saluran kencing. Sementara untuk anak laki-laki tetap ajari ia untuk pipis dengan posisi duduk. Saat ia sudah menguasainya, ia bisa belajar pipis berdiri dari Ayah, kakak laki-laki, atau temannya.

Jelaskan Tentang Proses Buang Air

Ibu juga perlu menjelaskan tentang proses toilet training, yaitu buang air dan toilet. Katakan padanya kalau buang air itu tempatnya di toilet bukan di popok. Kalau ingin buang air, minta ia untuk mengatakan pada Ibu agar bisa langsung dibawa ke toilet, didudukkan, dan mengeluarkan urin atau tinja di sana.

Jika sudah terlanjur buang air di popok, ajari ia untuk segera ke toilet dan membersihkan alat vitalnya dengan air. Ajari juga ia untuk menyiram toilet jika ingin agar bisa melihat sendiri saat kotorannya tersiram.

Gunakan Media Pembelajaran yang Menyenangkan

Untuk membantu mengajari si Kecil tentang toilet training juga bisa melalui media pembelajaran lho, Bu. Contohnya saja buku atau video anak yang khusus membahas tentang latihan buang air di toilet. Cara belajar ini cenderung menyenangkan dan lebih efektif untuk mengajari si Kecil. Jangan lupa untuk menjelaskan langkah-langkah yang ada di buku atau video secara mendetail dengan bahasa yang mudah dipahami olehnya ya, Bu.

Rutin Mengajak ke Toilet

Pada awal-awal melatih si Kecil toilet training, rutinlah mengajak ia ke toilet untuk pipis setiap 30 menit sekali. Hal ini untuk menghindari terjadinya ‘kecelakaan’ ia mengompol karena ia masih belum bisa mengontrol kandung kemihnya. Perlahan setelah ia sudah semakin menguasainya, naikkan selang waktunya menjadi 60 menit sekali dan seterusnya.

Pada masa latihan ini ada kalanya ia akan mengompol atau buang air besar di celana, Bu. Jangan memarahinya, ya, karena akan membuat ia merasa takut dan justru tidak mau belajar lagi. Lebih baik terus berikan ia pengertian bahwa pipis dan poop itu seharusnya di toilet.

Selalu Berikan Apresiasi & Dukungan

Apresiasi dan dukungan dari Ibu tentunya sangat penting untuk menunjang keberhasilan latihan toilet training ini, Bu. Oleh karena itu selalu berikan apresiasi dan dukungan pada si Kecil agar ia bisa semangat berlatih toilet training. Saat ia berhasil buang air di toilet, berikan ia pujian. Begitu pula saat ia belum mau atau belum bisa, yakinkan ia kalau ia pasti bisa kalau mau belajar terus. Dukungan semacam ini akan menjadi penyemangat baginya sekaligus menunjukkan padanya kalau Ibu sangat menyayanginya dan akan selalu ada untuk membantunya belajar.

Yuk, Bu, semangat melatih si Kecil toilet training dengan trik-trik di atas. Jika dilatih dengan tekun dan sabar, perlahan ia pasti bisa, kok. Selamat melatih si Kecil ya, Bu, semoga ia lekas menguasainya.

Laman Tanya Pakar dapat menjadi tempat untuk Ibu berkonsultasi langsung dengan pakar, termasuk soal tumbuh kembang anak Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi dulu ya, Bu.

Sumber:

Ibupedia