Whatsapp Share Like
Simpan

Cara minum susu tidak selalu harus menggunakan botol. Seiring pertumbuhan usia si Kecil, ia perlu belajar minum susu dengan gelas. Kebanyakan balita minum susu menggunakan botol. Bagi orangtua cara ini dianggap yang paling praktis, karena si Kecil bisa minum susu sendiri, sementara orangtua bisa tetap beraktivitas. Namun semakin lama si Kecil minum susu menggunakan botol, maka akan semakin sulit ia berpisah dengan botolnya, terlebih saat ia masuk masa prasekolah. Jadi sebaiknya si Kecil sudah dibiasakan untuk memakai gelas pengganti botol susu saat sudah berusia 1 tahun.

Mengapa Sebaiknya Tidak Menggunakan Botol?

Untuk anak yang mulai disapih, direkomendasikan untuk minum susu dengan tidak menggunakan botol lagi sejak usia 12 bulan. Ada beberapa alasan mengapa orangtua sebaiknya mengganti cara minum susu dengan menggunakan gelas pengganti botol susu:

  1. Menggunakan botol terlalu lama bisa merusak gigi.
    Balita yang sudah aktif berjalan, biasanya akan membawa kemana-mana botol susunya saat minum susu. Terlalu lama menghisap botol bisa menyebabkan kerusakan gigi si Kecil. Penyebabnya adalah jika botol mengandung cairan bersifat asam, maka ia akan merendam gigi dan meluruhkan kalsium gigi (dekalsifikasi), sehingga gigi si Kecil mudah berlubang.

  2. Cenderung menyebabkan kelebihan minum susu.
    Balita sebenarnya hanya membutuhkan dua atau tiga kali minum susu sehari. Meskipun susu merupakan sumber nutrisi yang sehat, tapi minum susu terlalu banyak akan menyebabkan si Kecil tidak mau makan makanan padat. Alhasil, dapat menyebabkan peluang mendapatkan asupan zat gizi lainnya dari makanan, misalnya zat besi, menjadi berkurang.

Tips Memisahkan Si Kecil dengan Botol Susu

Lepas dari usia 1 tahun, si Kecil sudah memiliki kemampuan motorik yang bagus untuk duduk, sehingga dengan cara minum susu sendiri menggunakan gelas mendorong mereka untuk meninggalkan botol susu. Usia 1 tahun adalah usia di mana anak masih bisa diarahkan, maka di usia inilah kesempatan emas orangtua untuk mengganti kebiasaan cara minum susu menggunakan botol dengan gelas. Jika sulit, orangtua juga sebaiknya tidak memaksakan dengan merebut botolnya begitu saja. Ada cara-cara dan strategi khusus memisahkan si Kecil dengan kebiasaannya minum susu dengan botol.

Persiapannya bisa dilakukan saat si Kecil memasuki usia 12 bulan, yang dianggap sebagai usia dimana mereka siap mengganti cara minum susu. Di usia ini, mereka lebih tertarik pada situasi di sekitarnya dibandingkan menghisap puting susu ibu atau botol dot.

Berikut beberapa tips yang bisa Ibu lakukan:

Artikel Sejenis

  • Jika si Kecil mendapatkan ASI eksklusif sampai usia 9-12 bulan, jangan kenalkan si Kecil dengan botol sama sekali. Begitu lepas ASI, maka sebaiknya langsung kenalkan si Kecil dengan gelas pengganti botol susu.

  • Jika si Kecil belum menunjukkan keinginan untuk berhenti menyusu, tetapi Ibu merasa sudah saatnya untuk menyapihnya, maka Ibu bisa melakukannya secara bertahap. Caranya adalah dengan mulai memperkenalkan sippy cup atau gelas yang ada pegangan tangan di sampingnya, ketika si Kecil memang sudah ‘siap’. ASI tetap dapat diberikan dengan ASI perah.

  • Biarkan ia terbiasa bermain-main dengan gelasnya saat mandi.

  • Jangan terbiasa memberikan minuman lain selain susu menggunakan botol, misalnya jus atau teh. Kebiasaan ini hanya akan membuat si Kecil menolak minum selain menggunakan botolnya.

Lakukan Bertahap untuk Mengganti Cara Minum Susu

Langkah sederhana untuk mengganti kebiasaan minum susu menggunakan botol dilakukan selama satu bulan. Caranya, mengurangi memberikan susu menggunakan botol, minimal sekali dalam sehari. Misalnya dalam sehari si Kecil minum susu sebanyak 5 botol, maka satu kali kesempatan gunakan gelas atau ganti dengan snack. Biarkan ia memilih sendiri gelas yang ia sukai di toko, atau ajari ia menghias sendiri gelasnya jika ia sudah memutuskan mau minum susu dengan gelas. Ibu juga bisa menyediakan sedotan lucu yang berwarna-warni.

Untuk si Kecil yang sangat kuat melekat dengan botolnya, pendekatan bertahap mungkin tidak akan berhasil. Sementara, penghentian paksa juga bukan langkah yang baik. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Biasakan si Kecil tidak menggunakan botol saat minum susu sebelum “hari besar” tiba. Seminggu sebelum botol benar-benar dilenyapkan, katakan pada si Kecil bahwa ia sudah besar sekarang, saatnya minum susu menggunakan gelas. Saat hari yang ditentukan tiba, buang botol susu dari rumah dan biarkan si Kecil tahu bahwa tidak ada lagi botol di rumah.

  • Ajak si Kecil turut serta dalam prosesi pembuangan botol. Jelaskan dengan perlahan dan bahasa sederhana bahwa meskipun ini perubahan yang sulit tapi ada banyak keuntungan dengan minum susu menggunakan gelas.

  • Berikan hadiah seperti cemilan yang ia suka ketika si Kecil harus melalui hari-hari pertama minum susu tanpa botol.

  • Saat si Kecil merindukan minum susu dengan botolnya, berikan segelas air putih atau jus kesukaannya.


Tidak semua strategi akan berhasil. Sebagian orang tua maupun si Kecil akan berakhir dengan deraian air mata. Namun sebagai orangtua, satu hal yang pasti bahwa ketika kita sudah memutuskan sesuatu dan tidak goyah, maka akan selalu ada hasil yang didapatkan. Jika memiliki pertanyaan seputar anak, jangan ragu untuk berkonsultasi. Selamat mencoba mengganti cara minum susu si Kecil dengan gelas ya, Bu!