Whatsapp Share Like
Simpan

Tidak terasa Bu, si Kecil sudah masuk usia sekolah. Pasti senang ya, melihat ia semakin aktif bermain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Perlu Ibu ketahui, ketika di sekolah, si Kecil akan sering bermain dengan teman berlatar belakang budaya, suku, dan agama yang berbeda-beda. Menariknya, menurut artikel online yang saya baca, si Kecil sudah bisa mengenali perbedaan fisik antara orang yang satu dan lainnya sejak ia berusia enam bulan, lho. Inilah alasannya Ibu perlu menanamkan sikap toleransi pada anak sejak dini. 

Lalu, bagaimana cara mengajari si Kecil untuk menghargai perbedaan? Simak ulasannya ya, Bu!

1. Beri Contoh Nyata

Bu, si Kecil merupakan peniru yang ulung. Bahkan, menurut penelitian dari California Department of Education yang saya baca secara online, si Kecil sudah dapat meniru perilaku dan  bahasa orangtuanya sejak berusia delapan belas bulan. Untuk itu, cara terbaik mengajarkannya menghargai perbedaan adalah dengan memberi contoh nyata. Misalnya, mengundang teman untuk makan malam bersama merayakan hari Natal, meski Ibu tidak merayakannya.

2. Berpartisipasi Acara Budaya di Sekolah

Mengikuti perayaan budaya bisa menjadi cara efektif untuk mengenalkan keberagaman adat Indonesia pada si Kecil.  Saya pun sering mengajak si Kecil melakukan hal yang sama, Bu. Seperti tahun lalu, ia sempat ikut lomba busana tradisional pada perayaan Hari Kartini di sekolahnya. Dengan cara ini, si Kecil akan semakin mengerti bahwa tiap budaya memiliki ciri khasnya masing-masing.

3. Baca Buku Cerita

Di usianya yang masih sangat muda, biasanya si Kecil masih sulit untuk mengerti cara menghargai perbedaan. Nah, salah satu cara paling mudah untuk menanamkan sikap toleransi padanya adalah melalui buku cerita anak. Coba cari buku cerita yang menonjolkan perbedaan fisik pada karakternya, ya. Selain itu, dampingi juga ia selama sesi membaca, sambil menjelaskan pentingnya menghargai  teman yang memiliki penampilan berbeda darinya.

4. Melalui Film Anak-Anak

Selain membaca buku cerita, menonton film juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengajarkan arti perbedaan pada si Kecil. Meski begitu, pastikan Ibu mencari cerita yang mengajarkan toleransi secara sederhana dan mudah dimengerti seperti film Coco (2017), Finding Nemo (2003), dan Laskar Pelangi (2008).

5. Biarkan si Kecil Bertanya

Memasuki usia empat tahun, si Kecil biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga ia banyak bertanya. Saya jadi ingat, beberapa hari yang lalu si Kecil menanyakan soal perbedaan warna kulitnya dengan orang lain. Awalnya saya sempat bingung dalam menjawab pertanyaan ini, namun saya mulai menjelaskan bahwa setiap orang memiliki latar belakang ras yang berbeda-beda. Perbedaan ras inilah yang membuat karakteristik fisik setiap orang unik.

Perlu diingat ketika menjawab pertanyaan si Kecil, Ibu disarankan menggunakan nada tenang dan tidak menunjukkan rasa kurang nyaman, ya. Dengan begitu, ia akan mengerti bahwa perbedaan karakteristik fisik merupakan hal yang normal.  

Mengajarkan sikap toleransi pada anak merupakan hal penting yang perlu Ibu tanamkan sejak ia berusia dini.  Ayo, bersama-sama kita bimbing si Kecil agar tumbuh menjadi pribadi yang dapat menghargai perbedaan dan tidak pilih-pilih teman ketika di sekolah, Bu.