Share Like
Simpan

Memang Bu, tidur itu baik untuk perkembangan otak dan kesehatan tubuh si Kecil. Namun, Ibu juga mesti berhati-hati. Jam tidur anak yang berlebihan bisa berbahaya untuk kesehatan. Saya pun sempat panik ketika si Kecil tidur seharian. Hal inilah yang membuat saya mencari-cari informasi soal pola tidur anak. Ini dia beberapa hal yang bisa saya bagikan untuk Ibu.

Bisakah si Kecil Terlalu Banyak Tidur?

Jawabannya bisa, Bu. Dari artikel perkembangan anak yang saya baca, rata-rata bayi tidur 14-18 jam per hari ketika baru lahir. Waktu ini makin berkurang seiring bertambahnya usia dan aktivitas si Kecil. Ketika memasuki usia balita, si Kecil akan menghabiskan waktu tidur 8-12 per hari. Oleh sebab itu, Ibu harus waspada saat si Kecil tidur melebihi waktu tersebut namun terlihat kelelahan sepanjang hari.

Apa Efek Tidur Berlebihan untuk si Kecil?

Tentunya Bu, apa pun yang berlebihan tidak baik, termasuk pola tidur anak. Dari beberapa penelitian yang saya baca, tidur terlalu lama bisa meningkatkan risiko diabetes dan obesitas. Selain itu, si Kecil juga rentan terkena sakit kepala. Ini disebabkan adanya gangguan terhadap jaringan otak dan serotonin, Bu. Selain itu, perkembangan otak dan motorik si Kecil juga bisa terhambat. Oleh sebab itu, Ibu harus mencegahnya supaya si Kecil tidak terlalu banyak tidur.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ada baiknya Ibu mulai melakukan sejumlah hal berikut bila si Kecil tampak tidur terus sepanjang hari.

  • Kenali jadwalnya. Cobalah kenali pola tidur si Kecil, Bu. Ketika ia tidur bukan di waktu biasa, ketahui penyebabnya terlebih dulu. Mungkin saja hal ini terjadi karena kesehatannya terganggu, seperti mengalami demam atau flu. Bisa jadi juga si Kecil kelelahan setelah berjam-jam bermain. Oleh sebab itu, jika ia terlalu banyak menghabiskan energi karena bermain, Ibu tak perlu langsung berpikir si Kecil kelebihan tidur saat ia beristirahat lebih lama dari biasanya.
  • Ajak beraktivitas yang menyenangkan. Ibu bisa mengajak si Kecil bermain selama 1-2 jam sehingga ia bersemangat dan melupakan tidurnya. Namun, Ibu juga harus membatasi kegiatannya supaya si Kecil tidak kelelahan, ya.
  • Berani membangunkan. Bila Ibu merasa si Kecil tidur lebih lama dari biasanya, ada baiknya ia dibangunkan secara perlahan tanpa membuatnya kaget. Misalnya, Ibu bisa mencium kening atau pipinya supaya ia merespon dan terbangun.
  • Konsultasi kepada dokter. Bila kebiasaan ini berlangsung rutin, Ibu bisa meminta bantuan tenaga medis untuk memeriksa kondisi si Kecil lebih lanjut. Siapa tahu dokter juga bisa membantu Ibu mengatur pola tidurnya.

Semoga informasi soal jam tidur anak yang berlebihan bisa membantu Ibu. Jangan sampai tidur menjadi masalah yang menghambat perkembangan si Kecil, ya. Semangat terus merawat si Kecil, Bu!