Whatsapp Share Like
Simpan

Selain nutrisi, tumbuh kembang bayi juga ditentukan oleh pola tidurnya. Memang Bu, tidur itu baik untuk perkembangan otak dan kesehatan tubuh bayi. Namun, Ibu juga mesti berhati-hati, karena bayi tidur terus ternyata bisa berbahaya untuk kesehatan. Saya pun sempat panik ketika bayi tidur seharian. Hal inilah yang membuat saya mencari-cari informasi soal pola tidur bayi. Ini dia beberapa hal yang bisa saya bagikan untuk Ibu.

Bisakah Bayi Terlalu Banyak Tidur?

Jawabannya bisa, Bu. Dari artikel perkembangan anak yang saya baca, rata-rata bayi tidur selama 14 hingga 18 jam per hari ketika baru lahir. Waktu ini akan makin berkurang seiring bertambahnya usia dan aktivitas bayi. Ketika memasuki usia balita, anak akan menghabiskan waktu tidur selama 8 hingga 12  jam per hari. Oleh sebab itu, Ibu harus waspada saat bayi tidur melebihi waktu tersebut tapi terlihat kelelahan sepanjang hari.

Penyebab Bayi Tidur Terus

Bayi tidur terus bisa dikarenakan oleh beberapa penyebab berikut ini:

  • Sakit. Bayi yang sedang terserang penyakit, seperti flu atau demam, tentunya akan merasa lesu dan ingin sering beristirahat. Inilah sebabnya mengapa bayi terlihat ingin berbaring dan memejamkan mata terus. Jika bayi memang sedang sakit, maka biarkan ia tidur lebih lama sebagai upaya melawan penyakit yang sedang menyerangnya.
  • Mengalami percepatan pertumbuhan. Pada usia tertentu, bayi akan mengalami percepatan pertumbuhan (growth spurt). Saat mengalami fase ini bayi dapat tidur lebih lama dari biasanya.
  • Tumbuh gigi. Gejala umum saat bayi sedang tumbuh gigi adalah rewel, susah menyusu, dan sulit tidur. Namun kondisi tersebut juga akan membuatnya merasa kurang sehat, sehingga ia pun membutuhkan waktu tidur yang lebih lama.
  • Kelelahan. Beraktivitas terlalu berat atau habis bepergian jelas akan menguras tenaga bayi hingga ia pun merasa kelelahan dan tidur lebih lama. Dengan tidur ia sedang berusaha untuk mengisi ulang energinya agar dapat beraktivitas lagi.
  • Sleep apnea. Penyebab bayi tidur terus yang ini patut untuk Ibu perhatikan. Sleep apnea adalah sebuah kondisi dimana seseorang berhenti bernafas dalam tidurnya selama lebih dari 20 detik. Semua bayi bisa mengalami gangguan tidur ini, tapi bayi yang terlahir prematur lebih memiliki risiko tinggi mengalaminya. Sleep apnea akan membuat bayi terlihat lelah terus dan tidur lebih lama.

Apa Efek Tidur Berlebihan untuk Bayi?

Tentunya Bu, apapun yang berlebihan tidak baik, termasuk pada pola tidur bayi. Dari beberapa penelitian yang saya baca, tidur terlalu lama bisa meningkatkan risiko penyakit tertentu, seperti diabetes dan obesitas. Selain itu, bayi tidur terus juga rentan terkena sakit kepala. Ini disebabkan adanya gangguan terhadap jaringan otak dan serotonin, Bu. Perkembangan otak dan motorik bayi pun bisa ikut terhambat, karena ia kurang mendapatkan stimulasi yang ia butuhkan.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ada baiknya Ibu mulai melakukan sejumlah hal berikut bila bayi tidur terus sepanjang hari.

Artikel Sejenis

  • Kenali jadwal tidur bayi. Cobalah untuk mengenali pola tidur bayi terlebih dulu, Bu. Ketika ia tidur bukan di waktu biasa, mungkin saja ada penyebabnya. Bisa jadi karena kesehatannya sedang terganggu, seperti mengalami demam atau flu. Mungkin juga bayi sedang kelelahan setelah berjam-jam bermain. Oleh sebab itu, jika ia terlalu banyak menghabiskan energi karena bermain, Ibu tak perlu langsung berpikir bayi kelebihan tidur saat ia beristirahat lebih lama dari biasanya. Biarkan terlebih dulu bayi untuk beristirahat untuk memulihkan tenaganya.
  • Ajak beraktivitas yang menyenangkan. Ibu bisa mengajak bayi bermain selama 1-2 jam sehingga ia bersemangat dan melupakan tidurnya. Namun, Ibu juga harus membatasi kegiatannya supaya bayi tidak kelelahan, ya. Berikan kegiatan yang tidak terlalu menguras tenaga bayi, seperti membaca buku, bermain flash card, bermain boneka, atau bermain tangkap bola.
  • Berani membangunkan. Bila Ibu merasa bayi tidur terus dan lebih lama dari biasanya, ada baiknya ia dibangunkan secara perlahan tanpa membuatnya kaget. Misalnya, Ibu bisa mencium kening atau pipinya supaya ia merespon dan terbangun.
  • Konsultasi kepada dokter. Bila kebiasaan ini berlangsung rutin, Ibu bisa meminta bantuan tenaga medis untuk memeriksa kondisi bayi lebih lanjut. Siapa tahu dokter juga bisa membantu Ibu mengatur pola tidurnya.

Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa bayi yang tidur terlalu lama dapat berdampak bagi kesehatan. Semoga informasi soal bayi tidur terus secara berlebihan bisa membantu Ibu. Jangan sampai tidur menjadi masalah yang malah menghambat perkembangan bayi ya, Bu. Semangat terus merawat bayi, Bu!

Jika Ibu punya pertanyaan lainnya seputar tumbuh kembang buah hati, jangan ragu untuk melakukan konsultasi anak. Konsultasi bisa dilakukan pada laman Tanya Pakar dengan melakukan registrasi sebelumnya ya, Bu!

Sumber:

honestdocs.id, parenting.orami.co.id