Share Like
Simpan

Pekerjaan tersulit di dunia setelah memiliki anak? Buat saya bukanlah hanya bangun setiap jam di malam hari, tapi juga membaca ekspresinya, Bu. Maklum saja, di usia 6 bulan ini, dia kan belum bisa berkomunikasi dengan lancar. Jadinya, kadang-kadang dulu saya suka bingung sendiri saat mengartikan tangisannya. “Hmm…Ini karena lapar? Mengantuk? Atau, popoknya perlu diganti, ya?”

Ya, memang butuh waktu untuk membaca “kode” wajahnya, tapi lambat laun pasti Ibu dapat memecahkannya. Nah, untuk membantu Ibu, saya sudah menyiapkan beberapa arti umum dari berbagai ekspresi si Kecil yang biasa kita temui sehari-hari. Silahkan dilihat, Bu!

Tersenyum

Di usianya yang baru seminggu, kadang bayi bisa terlihat tersenyum, bahkan saat sedang tertidur. Tapi, sebenarnya senyum aslinya baru mulai terlihat saat usianya menginjak 6-8 minggu, Bu. Sama seperti kita, si Kecil tersenyum apabila sedang bahagia atau nyaman.  Seiring dengan bertambahnya umur si Kecil nanti, senyumnya juga akan semakin selektif, misalnya hanya ketika dia berada di tengah-tengah orang terdekat saja.

Stress

Si Kecil juga bisa stress, lho! Biasanya, tanda stressnya ini bisa dilihat ketika ujung mulut si Kecil terlihat turun ke bawah dan alisnya mengerut. Kadang, dagunya juga bergetar. Sebenarnya, ini kenapa ya, Bu? Umumnya, hal tersebut terjadi karena dia sedang merasa tidak nyaman. Mungkin ibu sedang bertandang ke rumah saudara, dan si Kecil merasa terganggu karena “dikerubungi”. Kalau begini, gendong saja si Kecil ke tempat yang lebih tenang.

Bosan

Tanda-tandanya, si Kecil meminta perhatian Ibu dengan berteriak, menangis, atau melempar mainan. Ketika Ibu bereaksi, eh dia malah tertawa. Kemungkinan besar, itu artinya dia bosan. Tak perlu pusing, Bu. Di usianya saat ini, si Kecil biasanya mudah tertarik dengan benda berwarna-warni.  Jadi, coba deh berikan dia mainan berwarna cerah untuk menghapus rasa bosannya.

Marah

Bila si Kecil sudah menangis dengan mata menyipit dan mukanya memerah, ini tandanya dia sedang marah, Bu. Tapi tenang saja, marahnya si Kecil ini kemungkinan hanya karena mengantuk atau lapar. Oleh sebab itu, Ibu bisa segera memberikan dia susu atau mengajak si Kecil tidur sambil menenangkannya..

Takut

Saat takut, biasanya si Kecil akan terlihat terpaku dengan mata terbuka lebar. Dia bisa hanya diam saja, atau malah sampai menangis kencang. Alasan di balik rasa takutnya? Bisa bermacam-macam, Bu. Bahkan, suara klakson mobil pun bisa saja membuat si Kecil takut saat ini. Oleh sebab itu, coba deh, segera peluk dan gendong si Kecil, lalu tenangkan dia dengan suara Ibu yang lembut (“Tenang ya, Sayang. Itu hanya suara klakson, kok”). Walaupun dia belum mengerti, tapi suara Ibu akan membuatnya merasa lebih nyaman.

Nah, kira-kira seperti itu Bu, arti dari ekspresi si Kecil yang biasa yang kita temukan sehari-hari. Tapi, jangan lupa juga, di usianya saat ini, si Kecil sudah bisa menirukan ekspresi kita, lho.  Inilah sebabnya, rasa takut dan stress kita pun bisa ikut tertular kepadanya. Jadi, yuk bangun sikap yang positif saat bersama si Kecil. Selamat beraktivitas dengan si Kecil, Bu!