Whatsapp Share Like Simpan

Mendidik anak memang bukan perkara mudah ya, Bu. Terlebih di usia dini yang umumnya masih sulit diajak berkomunikasi. Hal ini disebabkan oleh perkembangan otak mereka belum sempurna, maka tidak heran jika kadang ia belum mampu memahami apa yang kita inginkan.

Apalagi di masa golden age, yaitu masa periode emas anak yang sedang tumbuh dan berkembang secara pesat. Bahkan, tak jarang mereka sulit diatur dan aktif bereksplorasi sehingga membuat orangtua emosi. Ibu dan ayah perlu lebih bersabar dalam hal ini, karena pola asuh yang baik amat mempengaruhi tumbuh kembang si Kecil.

Sebisa mungkin, hindari mendidik anak di usia dini dengan marah-marah, apalagi sampai melakukan kekerasan fisik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lise Elliot, ahli syaraf di Chicago Medical School, satu kali bentakan dapat merusak milyaran sel otak anak-anak. Pada usia anak 2-3 tahun, menerima bentakan dapat menggugurkan perkembangan sel-sel otaknya. Jangan sampai terjadi ya, Bu!

Mendidik Anak Disiplin dengan Kasih Sayang

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam mendidik anak agar disiplin, tanpa orangtua harus meluapkan emosinya. Melansir parents.com, disiplin yang dimaksud adalah membuat aturan untuk mencegah akan berperilaku agresif, melakukan hal yang berbahaya, dan mencegahnya melakukan perilaku kurang sopan. Simak tips jitu mendidik anak selengkapnya berikut ini:

  • Konsisten

    Usahakan selalu konsisten dalam segala hal yang melibatkan anak. Jika orangtua terhadap situasi tidak konsisten, maka si Kecil pun akan merasa bingung. Misalnya ketika di rumah sudah dibiasakan bangun pagi, maka saat berlibur juga perlu dibiasakan bangun pagi. Dengan begitu, anak jadi bisa memahami nilai-nilai kedisiplinan yang perlu terus dibawanya kemana pun.

    Artikel Sejenis

  • Gunakan kalimat singkat dan padat

    Marah hanya akan membuat anak merasa tersakiti, sehingga tak bisa menerima pesan yang orangtua ingin sampaikan. Daripada emosi, lebih baik gunakan kata yang singkat, padat, dan jelas saat memberi arahan. Tumbuhkan juga empati kepada si Kecil ketika ia melakukan hal kurang menyenangkan, contohnya memukul. Gunakan dengan kalimat arahan seperti: “Kakak yang lembut ya, dipukul itu sakit lho, kasihan adik.”

  • Contohkan hal baik

    Pada dasarnya, anak adalah peniru yang handal. Ia lebih cepat menyontoh apa yang orangtua biasa lakukan, daripada menuruti perintah Ibu atau Ayah. Semisal jika orangtua terbiasa aware dengan kebersihan, anak pun akan demikian. Maka dari itu dalam mendidik anak, berikan selalu contoh terpuju di depannya, agar si Kecil bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik tanpa paksaan.

  • Perbaiki mood Ibu atau Ayah

    Menurut Profesor ediatri di University of North Carolina Medical School, Chapel, William Coleman, MD, bila anak merasakan mood negatif orangtuanya, secara otomatis ia akan ‘tertular’. Oleh karenanya saat mendidik anak suatu hal, pastikan mood orangtua harus baik terlebih dulu. Kemudian ajak bicara anak dengan menatap matanya, dan beri arahan menggunakan bahasa yang lugas namun mudah dimengerti.

  • Beri waktu untuk istirahat

    Biarkan anak jeda dan beristirahat, karena siapa tahu ia memang merasa lelah makanya tidak bisa mengerti apa yang orangtua sampaikan. Jika si Kecil tak kunjung mendengarkan, bawa ia ke tempat yang tenang, dan atur waktu sekitar 5 menit untuk merenungkan kesalahannya. Setelah itu, Ibu atau Ayah bisa menghampiri, memeluknya, dan meminta si Kecil agar tidak mengulangi kesalahannya lagi.

  • Jadilah sosok yang penyayang

    Dalam mendidik anak, keinginan terbesar si Kecil sebenarnya hanya satu. Tentunya ia menginginkan orangtua yang bisa memberinya kasih sayang penuh setiap saat. Bukan uang, mainan mahal, ataupun baju bermerek. Jadilah sosok penyayang dengan berusaha sabar dan selalu ada untuknya. Orang tua juga bisa mengekspresikan rasa sayang secara langsung, dengan memeluknya, mengucapkan kata-kata afirmasi "I love you", atau mengajaknya bermain.

  • Memberi anak pujian

    Saat anak melakukan sesuatu yang positif, orang tua hendaknya memberikan pujian. Memberikan pujian dapat membangun rasa percaya dini, bahwa ia memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu hal dengan baik.

Lakukan Ini Jika Terlanjur Membentak Si Kecil

Terlanjur membentak anak tak jarang meninggalkan rasa bersalah dan menyesal pada diri orangtua. Bagaimana tidak, efek bentakan ini akan membuat anak terkejut, melukai hati kecilnya, hingga merasa takut.

Di sisi lain, Ibu atau Ayah juga sebenarnya tidak bermaksud melakukan hal tersebut. Apalagi seorang Ibu terkadang kerap dilanda emosi karena beberapa alasan seperti lonjakan hormon, fisik yang kelelahan, atau banyak pikiran.

Apapun alasannya, orangtua tentu ingin memperbaiki apa yang sudah terjadi pada anak, termasuk setelah ‘kelepasan’ memarahi si Kecil. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk memulihkannya:

  • Tenangkan diri. Pertama-tama, tenangkan diri terlebih dahulu. Jangan langsung berinteraksi dengan anak yang kondisi emosinya belum stabil pasca dimarahi. Alihkan emosi Ibu atau Ayah dengan menyendiri sejenak. Tarik napas dalam, lalu keluarkan perlahan. Setelah lebih tenang, baru lah hampiri si Kecil dengan mood yang lebih baik.
  • Meminta maaf. Walaupun ia masih kecil, sebaiknya orangtua tak perlu merasa gengsi meminta maaf. Meminta maaf adalah basic manner yang justru baik untuk dicontohkan Ibu atau Ayah ketika mendidik anak.
  • Beri pengertian. Setelah amarah mereda dan suasana kian membaik, jelaskan kepada anak tentang apa yang sebenarnya ingin orangtua sampaikan. Awali dengan memeluknya dan bicaralah sembai menatap mata si Kecil.

Pantau Tumbuh Kembangnya

Frisian Flag percaya bahwa keluarga merupakan fondasi utama agar anak dapat tumbuh serta berkembang dengan baik. Stimulasi dan pola asuh orangtua menjadi faktor utama yang mempengaruhi hal ini. Apakah cara mendidik anak sudah tepat? Setiap orang tua tentunya memiliki pola asuh yang berbeda. Maka dari itu, sangat penting untuk mencari tahu kombinasi terbaik pola asuh Ibu dan Ayah terhadap Si Kecil, melalui fitur Parenting Style Test yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima di sini.

Selain melalui stimulasi dan pola asuh, untuk mendidik anak yang kreatif, tangkas, dan berani, Ibu juga bisa mendapatkannya dengan rutin memberi si Kecil susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ setiap hari. Alasan mengapa harus Frisian Flag PRIMAGRO 1+, karena susu bubuk pertumbuhan ini memiliki kandungan 9AAE (9 Asam Amino Esensial) yang lengkap.

Kandungan 9AAE di dalam Frisian Flag PRIMAGRO merupakan protein luar biasa yang mudah diserap oleh tubuh si Kecil guna mendukung tumbuh kembangnya lebih prima. Faktanya, penelitian dari J.Nutr membuktikan bahwa kekurangan satu jenis 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan dan kecerdasan sebanyak -34%, sedangkan bila kekurangan semuanya bisa menurunkan hingga -50% potensi tinggi badan dan kecerdasan si Kecil. 

9AAE sendiri tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga perlu didapat melalui asupan makanan secara rutin dan setiap hari, termasuk salah satunya dari susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+.

Barengi mendidik anak prima dengan terus memantau tumbuh kembangnya. Ketahui progres pertumbuhan dan perkembangannya melalui fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang juga terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Di fitur ini, tinggi badan anak, berat badan, lingkar kepala, dan indeks massanya akan diukur, serta disesuaikan dengan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Registrasi untuk menggunakan fiturnya di sini yuk, Bu.

Mendidik anak tidak selalu mudah, tapi percaya lah kalau Ibu dan Ayah pasti bisa menjadi orangtua yang baik untuk anak-anak tercinta. Semangat ya!

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz