Whatsapp Share Like
Simpan

Masalah susah tidur ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja. Anak-anak, bahkan bayi pun juga bisa mengalaminya. Bagi anak-anak, justru lebih buruk dampaknya karena dapat berpengaruh pada tumbuh kembang mereka. Jika orang dewasa perlu tidur sekitar 6 - 8 jam per hari, maka pada bayi dibutuhkan 16 - 20 jam. Sedangkan pada balita diperlukan sekitar 10 jam. Bila kurang dari itu, berarti anak susah tidur dan perlu diwaspadai.

Jenis Gangguan Tidur

Menurut dr Martani Widjajanti SpA dari RSAB Harapan Kita, ada dua jenis gangguan tidur.

  1. Insomnia: berhubungan dengan masalah jumlah tidur, saat mulai tidur, dan mempertahankan lama tidur.
  2. Gangguan tidur sekunder: berhubungan dengan gangguan psikiatri (kejiwaan), depresi, stress, pasca trauma, abuse, rendah diri, ketakutan, gangguan neurologis atau masalah medis lainnya.

Martani menambahkan, paling tidak 25 persen anak usia 1-8 tahun mengalami gangguan sulit tidur. Sedangkan pada anak-anak usia 8-9 tahun sekitar 10-20 persen mengalami sulit tidur. Penelitian mengenai insomnia anak ini belum terlalu banyak dilakukan, namun angka kejadian insomnia pada anak usia sekolah dengan segala permasalahannya agaknya cukup banyak dijumpai. Ada indikasi kuat, bahwa interaksi sosial dan karakteristik temperamen individu anak memegang peranan penting dalam kualitas tidur. “Penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian yang emosional tampaknya berhubungan dengan masalah tidur,” tambah Martani.

Gejala Anak Susah Tidur

Dr Attila Dewanti SpA dari Brawijaya Women and Children Hospital mengatakan gejala yang ditunjukkan oleh anak yang mengidap gangguan tidur adalah:

  • sulit bangun pada pagi hari
  • sering tidur larut
  • Cenderung emosional
  • lebih impulsif
  • sering rewel
  • mudah frustasi

Gejala tersebut biasanya dialami anak dengan ADHD atau gangguan komunikasi dan interaksi, misalnya autisme. Menurut Attila, kebanyakan anak yang menunjukkan gejala tersebut berusia lebih dari 2 tahun, karena pada usia tersebut gejala ADHD sudah lebih tampak. Sebaiknya bila sudah ada keluhan, segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut agar bisa mengetahui cara mengatasi susah tidur pada anak langsung dari ahlinya.

Artikel Sejenis

Mengapa Anak Perlu Tidur?

Bagaimanapun jangan menganggap sepele ketika anak susah tidur, karena insomnia yang terjadi pada anak akan menyebabkan efek buruk. Dr Keumala Pringgardini SpA dari Sam Marie Healthcare mengungkapkan, masalah kurang tidur pada anak dapat menyebabkan beberapa hal berikut:

  • penurunan tingkat kecerdasan
  • kurang konsentrasi
  • daya ingat menjadi lemah
  • mengalami gangguan fungsi kognitif
  • lebih agresif dan hiperaktif
  • menjadi pembangkang dan tidak kooperatif

Anak-anak harus cukup tidur karena sebagian besar pertumbuhan otak dan fisik terjadi pada saat tidur. Ketika tidur itulah hormon-hormon pertumbuhan berproduksi dan bekerja. Pada saat golden period, yakni 1 tahun pertama kelahiran, pertumbuhan otaknya tumbuh hingga 80 persen. Sedangkan saat berumur 4 tahun, pertumbuhan otaknya tumbuh mencapai maksimal. Oleh karena itu, anak-anak yang mengalami gangguan tidur, perkembangan otaknya tidak optimal sehingga intelektualitasnya cenderung rendah. Tidur juga mempunyai andil dalam meningkatkan daya tahan anak terhadap infeksi. Jika tidurnya terganggu, kadar sel darah putih dalam tubuh akan menurun.

Penyebab Anak Susah Tidur

Ibu patut waspada jika anak sudah menunjukkan gejala-gejala sulit tidur. Penyebab dan pemicu anak sulit tidur bisa sangat beragam, diantaranya adalah:

  • suasana rumah yang ramai
  • suhu ruangan yang panas
  • gangguan penyakit seperti asma dan alergi
  • kebiasaan menonton televisi menjelang tidur malam
  • Merasa ketakutan

Orangtua juga perlu memperhatikan pola tidur anak agar tidak terjadi kesalahan pola tidur sejak bayi. Menurut Keumala, insomnia pada anak bisa disebabkan oleh penerapan pola tidur yang salah sejak bayi. Oleh sebab itu orangtua harus memperhatikan pola tidur anak sejak bayi, agar sejak dini permasalahan sulit tidur ini dapat segera diatasi dan dikenali.

Tips Pola Tidur Anak yang Baik

Inilah beberapa tips pola tidur anak yang baik untuk diterapkan:

  • Biasakan pola tidur yang benar sejak bayi. Jangan membiasakan menidurkan bayi di dalam gendongan atau ayunan, tapi di box bayi atau di kasur.
  • Lakukan interaksi yang hangat dengan anak. Lakukan kegiatan tertentu menjelang tidur bersama anak, misalnya membaca buku cerita, berbincang-bincang sejenak dengan anak, memeluk anak, menyanyikan lagu sebelum tidur, dan lain-lain.
  • Suasana remang-remang. Biasakan anak tidur dengan lampu dimatikan atau ada sedikit sinar dari ruang lain atau dari luar rumah. Di pagi hari biasakan anak berada di ruang yang terang atau berada di luar rumah. Sinar membantu memberi sinyal kepada otak mengenai siklus tidur dan bangun.
  • Jangan melakukan aktivitas yang “berat” sebelum tidur. Bermain games, menonton TV, bersenda gurau, dan sejenisnya dapat membuat anak susah tidur karena ia akan terlalu lelah.
  • Menghindari jenis makanan dan minuman tertentu. Hindari makan makanan yang mengandung kafein beberapa jam sebelum tidur seperti coklat, keju, soft drink, dan sebagainya.
  • Bersihkan tempat tidur. Jangan memenuhi tempat tidur anak dengan banyak mainan karena ini justru merangsang anak untuk bermain di tempat tidur sehingga menjadi sulit tidur.
  • Lingkungan kamar harus baik. Ciptakan lingkungan kamar yang nyaman, bersahabat, sejuk, dan hening (hindari TV di dalam kamar).
  • Tidur terpisah dari orang tua. Para ahli menyarankan agar sejak kecil anak sudah tidur terpisah dari orang tua. Selain alasan keamanan, semakin lama orangtua tidur bersama anak, akan semakin sulit memisahkannya.

Bagaimana dengan si Kecil, apakah ia termasuk anak susah tidur? Sebelum berlangsung terlalu lama, segera lakukan penanganan dengan menerapkan tips-tips di atas ya, Bu. Jika ia menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, tentunya cara jitu mengatasi susah tidur pada anak adalah dengan membawanya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Semoga informasi ini bermanfaat dan semoga si Kecil dapat tidur dengan nyenyak untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Jika Ibu ingin berkonsultasi seputar kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil, silakan berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu ya, Bu.