Whatsapp Share Like
Simpan

Ibu pasti sudah tidak asing dengan istilah generasi milenial. Namun bagaimana dengan istilah generasi alpha? Apakah sudah pernah mendengarnya? Generasi alpha merupakan sebutan bagi anak-anak yang terlahir setelah tahun 2010. Sama seperti generasi-generasi sebelumnya, generasi ini juga mempunyai karakteristiknya sendiri yang dipengaruhi oleh lingkungan di mana mereka tumbuh.

Karakteristik yang berbeda tersebut membuat cara mendidiknya pun ikut berbeda dan menjadi sebuah pekerjaan bagi orangtuanya. Bagi Ibu yang memiliki buah hati generasi alpha, kenalilah lebih dalam tentang generasi ini agar tahu cara tepat untuk mendidiknya:

Berkenalan dengan Generasi Alpha

Dilahirkan setelah tahun 2010, artinya anak-anak yang tergolong generasi ini memiliki orangtua bergolongan generasi milenial, yakni orang yang lahir antara tahun 1977-1995. Menurut perkiraan para ahli, generasi alpha akan menjadi generasi dengan jumlah terbanyak jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Ada sekitar 2,5 juta kelahiran setiap minggunya, sehingga diperkirakan pada tahun 2025 jumlahnya akan mencapai 2 miliar.

Tidak hanya menjadi yang terbanyak, generasi alpha diperkirakan juga akan menjadi yang paling berpengaruh di masa depan. Mengapa begitu? Sebab generasi ini tumbuh di tengah keberadaan teknologi canggih yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mereka. Anak-anak generasi ini pun akan lebih berwawasan luas dan terdidik dengan baik.

Bagaimana Karakteristiknya Secara Umum?

Untuk karakteristiknya sendiri sebenarnya masih belum terlihat dengan jelas. Hal ini mungkin karena usianya yang masih sangat belia sehingga belum bisa dipastikan seperti apa karakteristik generasi alpha tersebut. Namun yang jelas anak-anak di generasi ini sangat terpengaruh oleh keberadaan teknologi yang sudah menjadi gaya hidup, bukan hanya sekedar pelengkap.

Artikel Sejenis

Melihat hal tersebut, tidak heran bila generasi alpha diperkirakan bakal tumbuh menjadi generasi yang lebih kritis, pintar, unggul, kreatif, dan berwawasan luas. Jika memiliki suatu pemikiran atau ingin menanyakan sesuatu, mereka tidak akan segan untuk mengungkapkannya.

Generasi ini juga akan mudah menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan tidak masalah jika harus hidup di banyak tempat sekaligus. Hal yang disayangkan adalah kedekatannya dengan teknologi modern bisa menyebabkan generasi ini kurang mengenal sejarah dan budaya nenek moyangnya.

Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Anak Generasi Alpha

Kemajuan teknologi memang memberikan dampak positif bagi karakteristik anak generasi alpha. Namun Ibu juga harus waspada, sebab si Kecil yang terlalu melek teknologi juga bisa berdampak negatif. Si Kecil bisa saja kecanduan gadget, sehingga menjadi pribadi yang anti sosial, malas bergerak, dan terjerumus ke dalam pergaulan yang sesat. Inilah salah satu tantangan besar bagi para orangtua milenial untuk mendidik buah hatinya.

Cara Tepat Mendidik Generasi Alpha

Seperti itulah gambaran besar dari generasi alpha, Bu. Pertanyaan pentingnya adalah, bagaimana cara tepat mendidiknya supaya tumbuh dan berkembang dengan baik?

  • Mengawasi penggunaan gadget. Dikarenakan teknologi sangat berpengaruh pada tumbuh kembang si Kecil, maka Ibu perlu mengawasi penggunaan gadget pada si Kecil.
  • Batasi penggunaan gadget. Batas waktu penggunaan gadget harus disesuaikan dengan usia si Kecil supaya ia tidak kecanduan. Frekuensi pemakaian gadget harian sesuai usia anak adalah sebagai berikut:
    • Bayi di bawah 1 tahun: maksimal 15 menit.
    • si Kecil usia 1-5 tahun: 30 menit.
    • si Kecil usia 6-12 tahun: 30-45 menit.
    • Usia praremaja: 1 jam.
    • Usia remaja: 2 jam.
  • Berikan pendampingan. Si Kecil belum memahami dengan benar apa saja yang bisa ia dapat dari gadget. Oleh karena itu Ibu harus selalu mendampingi si Kecil saat ia memakai gadget agar ia tidak melihat hal yang belum boleh ia lihat.
  • Membekali si Kecil dengan pengetahuan seputar teknologi. Untuk si Kecil yang sudah mulai tumbuh besar bisa dibekali dengan pengetahuan seputar teknologi. Beritahukan bahwa tidak semua informasi yang ada di dalam gadget itu positif, sehingga ia perlu tahu mana yang baik dan mana yang buruk.
  • Bekali ilmu agama. Agama merupakan fondasi dasar pada diri seseorang. Si Kecil pun perlu dibekali dengan ilmu agama sedini mungkin. Dengan bekal ilmu agama yang cukup, ia bisa selalu ingat kepada Sang Pencipta dan terhindar dari keinginan untuk berbuat yang tidak baik.
  • Kenalkan pada sejarah, norma, budaya, dan nilai masyarakat. Zaman boleh menjadi modern, tapi si Kecil tetap perlu mengenal nilai-nilai peninggalan nenek moyangnya.
  • Bekali dengan bahasa global. Dunia anak generasi alpha kelak akan berupa dunia global alias tanpa batas negara. Jadi si Kecil juga perlu dibekali dengan bahasa global supaya mampu bersaing di dunia internasional.
  • Kembangkan bakat dan minat si Kecil. Orang yang sukses di masa depan umumnya memang menekuni bakat dan minat yang ia miliki. Untuk itu biarkan si Kecil tumbuh sesuai dengan bakat dan minatnya.

Demikianlah informasi seputar generasi alpha, Bu. Tugas orangtua untuk mendidik buah hatinya memang tak mudah, sehingga orangtua juga perlu memperluas wawasan agar tidak tertinggal dari si Kecil. Terus berjuang mendidik si Kecil ya, Bu. Semoga ia bisa menjadi individu yang membanggakan keluarga, agama, dan bangsanya.

Susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI turut mendukung tumbuh kembang si Kecil dengan memberikan asupan nutrisi yang ia butuhkan. Susu ini telah mengandung nutrisi lengkap yang terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral serta dilengkapi juga dengan omega 3 dan 6, selenium, kalsium, prebiotik inulin, zat besi, dan zinc.

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Namun untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu, ya.

Sumber:

Popmama, Parenting