Whatsapp Share Like
Simpan

Pada anak usia 1-3 tahun, orangtua perlu memberikan perhatian khusus pada si Kecil. Orangtua harus memahami kemampuan bicara, pemahaman kognitif, keterampilan motorik, keterampilan sosial, yang mulai tumbuh pada anak usia 1-3 tahun. Dengan memahami pertumbuhan dan perkembangan tersebut, si Kecil akan memiliki pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan harapan orangtua. Harapan orangtua tentunya tidak lepas dari kerja otak yang pintar dan cerdas dari si Kecil.

Perlu Ibu ketahui, usia 1-3 tahun merupakan usia yang rentan terhadap perkembangan otak si Kecil. Hal tersebut dikarenakan pada usia 1-3 tahun, si Kecil akan menyerap apa yang diterimanya tanpa menyeleksinya terlebih dahulu. Si Kecil akan rentan menerima perilaku yang kurang baik. Oleh karena itu, orangtua memiliki peran penting dalam membantu penyelesaian pendidikan yang harus terserap anak, dan menjaganya agar tetap menerima banyak hal positif.

Maka, dukungan orangtua pada perkembangan otak si Kecil dapat dibuktikan dengan cara mendidik yang benar. Ibu perlu mengetahui hal apa saja yang perlu dihindari dalam mendidik si Kecil. Berikut adalah 5 hal yang perlu Ibu hindari dalam mendidik anak usia 1-3 tahun:

  1. Hindari Kata Kasar dan Kekerasan

    Pada usia 1-3 tahun, si Kecil akan sering melakukan kegiatan mengimitasi orang dewasa khususnya apa yang orangtua katakan. Si Kecil mulai memiliki kemampuan berbicara pada usia tersebut dan kerap menirukan gaya serta kata yang sering diucapkan orangtua. Jika orangtua berbicara kasar baik ditujukan kepada si Kecil maupun secara tidak sadar berada di dekat si Kecil, kemungkinan si Kecil berkata kasar juga di kemudian hari menjadi lebih besar.

    Selain itu, menggunakan kekerasan dalam menghukum ataupun sekedar melampiaskan kemarahan kepada si Kecil menjadi hal yang harus dihindari. Orangtua juga perlu memantau perkembangan mental si Kecil. Dengan tidak menggunakan kekerasan dan perkataan kasar, si Kecil akan memiliki mental yang sehat dan tetap positif.

    Artikel Sejenis

  2. Terlalu Memanjakan Si Kecil

    Terlalu memanjakan si Kecil dapat mengakibatkan si Kecil menjadi anak yang tidak bisa mandiri di kemudian hari. Bahkan, saat dewasa si Kecil akan kesulitan dalam membuat keputusannya sendiri. Sifat tersebut akan membuat si Kecil selalu bergantung dengan orang lain. Ketergantungan tersebut menjadikan anak memiliki inisiatif dan sensitivitas yang kurang.

    Orangtua sebaiknya menghindari untuk selalu memberikan apa yang si Kecil mau dan kurangi melayani si Kecil dalam melakukan apapun yang sebenarnya bisa si Kecil lakukan sendiri. Orangtua yang terlalu memanjakan si Kecil berpotensi membuat si Kecil memiliki emosi yang tidak terkontrol dan mudah marah jika keinginannya tidak terpenuhi.

  3. Menuntut Lebih Pada Si Kecil

    Orangtua yang banyak menuntut si Kecil atau terlalu memaksakan kehendaknya berpotensi membuat si Kecil menjadi anak yang ambisius. Rasa ambisius si Kecil perlu dikurangi agar si Kecil tidak terbawa dengan perilaku-perilaku negatif hanya demi sebuah pencapaian yang maksimal. Si Kecil yang memiliki rasa ambisius tinggi dapat melakukan perbuatan curang atau memperdaya teman-temannya di kemudian hari.

    Selain itu, menuntut lebih pada si Kecil memungkinkan orangtua menjadi abai terhadap keinginan si Kecil. Menjadi abai pada keinginan si Kecil dapat menurunkan stimulasi otak dan pertumbuhan anak. Si Kecil menjadi tertekan dan merasa kurang percaya pada diri sendiri maupun pada orangtuanya. Sebagai orangtua, penting bagi Ibu untuk mendengarkan keinginan si Kecil. Jika memang keinginannya tidak bisa dituruti, Ibu bisa memberikan penjelasan dengan bahasa yang halus dan mudah dimengerti agar tidak menyakiti perasaan si Kecil.

  4. Membandingkan Si Kecil dengan Anak Lain

    Orangtua perlu memahami bahwa setiap anak dilahirkan dengan kemampuan yang berbeda-beda. Ada anak yang kemampuannya brilian, adapula anak yang memiliki kemampuan biasa-biasa saja. Orangtua sebaiknya menghindari membandingkan si Kecil dengan anak lainnya. Jangankan si Kecil, bahkan orang dewasa sekalipun tidak menyukai jika dirinya dibanding-bandingkan dengan orang lain. Orangtua perlu memberikan kepercayaan lebih pada si Kecil, biarkan anak melakukan apa yang dikehendakinya selama masih dalam batas wajar. Membandingkan si Kecil membuat si Kecil kurang percaya diri dan menjadi pemberontak di kemudian hari.

  5. Membuat Si Kecil Menjadi Penakut

    Banyak orangtua yang secara tidak sadar menakut-nakuti si Kecil dengan berbagai perumpamaan. Misalnya, melarang anak pergi ke tempat gelap karena ada setan atau raksasa. Tanpa sadar, perlakuan tersebut berpotensi membuat si Kecil menjadi penakut. Sehingga si Kecil tidak percaya diri dan cenderung takut melakukan sesuatu.

Orangtua perlu mendidik si Kecil dengan benar agar si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang baik, dan tumbuh cerdas dan pintar.