Share Like
Simpan

Selain dengan mencukupi kebutuhan nutrisi dan istirahat, kesehatan wanita hamil juga perlu dijaga dengan melakukan berbagai pemeriksaan kehamilan secara rutin. Salah satunya adalah pemeriksaan air ketuban sebab air ketuban punya peran penting dalam menentukan kondisi kehamilan. Nah, agar Ibu bisa memahami tentang fungsi kantong dan air ketuban pada kehamilan, yuk simak pembahasannya yang saya dapatkan dari konsultasi ibu hamil yang saya lakukan dengan dokter.

Apa Itu Air Ketuban?

Air ketuban adalah cairan berwarna bening kekuningan yang dan mengelilingi bayi di dalam rahim. Biasanya, cairan ini mulai terbentuk saat kehamilan memasuki usia 12 hari.

Fungsi Air Ketuban bagi Kesehatan Kehamilan

Air ketuban memiliki peran yang sangat penting bagi kesehatan kehamilan lho, Bu, antara lain:

• Berperan sebagai bantalan untuk melindungi bayi dari dampak guncangan.
• Mengendalikan temperatur dalam kantong ketuban agar bayi tetap merasa hangat.
• Melindungi bayi dari infeksi dengan zat antibodi yang dimilikinya.
• Dengan menghirup dan menelan air ketuban, paru-paru dan sistem pencernaan bayi akan lebih berkembang.
• Memungkinkan bayi untuk bergerak, sehingga mendorong perkembangan tulang dan ototnya.

Berapa Volume Air Ketuban yang Normal?

Volume air ketuban akan meningkat seiring dengan pertumbuhan janin dalam kandungan. Umumnya, volume air ketuban akan meningkat dari yang tadinya hanya 25 ml, menjadi 400 ml sejak usia kehamilan memasuki 10 sampai 20 minggu. Pada minggu ke 28, biasanya volume air ketuban bahkan bisa mencapai 800 ml. Namun, volume ini akan menurun menjadi 400 ml di usia kehamilan 42 minggu.

Jika Ibu Hamil Kekurangan Air Ketuban

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, air ketuban sangat penting bagi kesehatan kehamilan dan janin. Jika Ibu mengalami kekurangan air ketuban, kondisi ini dapat meningkatkan terjadinya beberapa risiko seperti keguguran, bayi lahir sungsang, hingga gangguan pernapasan pada bayi.

Kekurangan air ketuban pada ibu hamil ini disebabkan oleh beberapa faktor, Bu, mulai dari adanya kerusakan kantong ketuban, kelainan pada plasenta, kelainan janin, kehamilan kembar, hingga komplikasi penyakit ketika hamil.

Agar Ibu terhindari dari kondisi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

• Rutin memeriksakan kesehatan kehamilan, terutama volume air ketuban yang Ibu miliki.
• Rajin minum air putih agar tubuh Ibu tidak kekurangan cairan.
• Penuhi kebutuhan nutrisi dengan rajin mengonsumsi berbagai makanan ibu hamil dengan gizi seimbang.

Bagaimana, Bu? Sekarang sudah tahu kan kalau kantong dan air ketuban itu sangat memengaruhi kesehatan kehamilan dan janin? Semoga informasi di atas bisa berguna agar kehamilan Ibu serta janin dalam kandungan selalu sehat.