Whatsapp Share Like Simpan

Gigi berlubang termasuk salah satu penyakit gigi yang sering dialami sebagian besar anak-anak. Dari sekian banyak penyakit pada mulut, gigi berlubang sering kali dianggap sebagai kondisi yang normal dan banyak orang tua yang menyepelekan hal tersebut. Padahal, gigi berlubang pada anak bisa memicu risiko yang berbahaya jika dibiarkan dalam waktu yang lama lho, bu. 

Hal tersebut dikarenakan masalah ini bisa menyebabkan sakit gigi berkepanjangan, gigi patah atau copot, dan rusaknya calon gigi permanen (gigi tetap). Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui penyebab masalah tersebut agar bisa mencegahnya sejak awal. 

Gigi berlubang pada anak ditandai dengan munculnya bercak putih pada gigi (white spot). Munculnya bercak putih ini akibat proses menghilangnya kadar garam dan mineral pada jaringan gigi karena adanya plak dan sisa makanan yang menumpuk. Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, bercak putih akan berubah menjadi bercak kecokelatan yang menyebar dan membentuk lubang pada gigi anak. 

Penyebab Munculnya Karies Gigi pada Anak

Munculnya gigi berlubang atau karies gigi pada anak bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Sering mengonsumsi makanan dan minuman manis

    Bu, si Kecil gemar mengonsumsi permen, es krim, cokelat, kue, atau minuman kemasan? Makanan dan minuman manis tersebut memang sulit dipisahkan dari anak-anak, tetapi jika kebiasaan ini dibiarkan secara terus menerus, maka bisa memicu masalah pada gigi si Kecil. 

    Artikel Sejenis

    Jika kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis tidak disertai dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara tepat, maka si Kecil lebih berisiko mengalami gigi berlubang. 

    Selain memicu gigi berlubang, mengonsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi gula juga bisa menghambat pertumbuhan si Kecil. Penelitian yang dipublikasi dalam National Library of Medicine menunjukkan bahwa anak yang terlalu banyak dan sering mengonsumsi makanan dan minuman manis tinggi gula tambahan (sukrosa), maka tumbuh kembangnya tidak akan ideal. Sedangkan, anak yang jarang mengonsumsi gula tambahan memiliki kualitas pertumbuhan dan asupan nutrisi yang lebih baik secara jangka panjang. 

    American Academy of Pediatrics menganjurkan agar anak yang berusia 2 tahun ke atas hanya boleh mengonsumsi sukrosa tidak lebih dari 25 gram atau setara 6 sendok teh setiap hari agar mengurangi risiko karies gigi dan tumbuh kembangnya terhambat. 

  2. Jarang sikat gigi

    Gigi berlubang akan semakin parah jika Ibu tidak membiasakan si Kecil menyikat gigi secara rutin. Jika kebiasaan menyikat gigi tidak dibiasakan sejak dini, maka si Kecil bisa jadi akan mengabaikan kesehatan rongga mulut hingga ia dewasa. 

    Maka dari itu, Ibu perlu mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan gigi dengan rutin menyikat gigi dua kali sehari (di pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur). 

  3.  Minum susu di malam hari tanpa sikat gigi

    Perlu Ibu ketahui bahwa sebaiknya si Kecil minum susu sebanyak 2-3 gelas per hari, yaitu di pagi, siang, dan malam hari sebelum tidur agar mendukung tumbuh kembangnya lebih prima. Namun, pastikan setelah minum susu di malam hari, si Kecil wajib menyikat gigi sebelum tidur agar tidak ada sisa susu dan makanan lain yang menempel.

    Sebab, salah satu faktor pemicu gigi berlubang pada anak yaitu kebiasaan minum susu dan langsung tidur tanpa sikat gigi. Hal tersebut akan menimbulkan sisa susu yang menempel dan bersarang di gigi. Jika kondisi ini dibiarkan secara terus menerus, maka sisa susu yang menjadi bakteri tersebut akan membentuk plak dan menghasilkan asam yang semakin mengikis lapisan permukaan gigi (lapisan enamel). Kombinasi dari plak dan lapisan enamel yang perlahan mulai hilang ini akan menyebabkan gigi berlubang.

Bahaya Gigi Berlubang pada Anak

Banyak Ibu yang menganggap gigi berlubang pada anak termasuk kondisi yang biasa terjadi dan akan menghilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia dan pergantian gigi susu ke gigi permanen. 

Padahal, masalah gigi tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan si Kecil dan mengganggu kesehatan gigi permanennya kelak. Berikut adalah bahaya karies gigi pada anak yang perlu Ibu ketahui:

  1. Sakit gigi

    Tahukah Ibu, biasanya si Kecil belum merasakan sakit gigi saat lubang di giginya baru terbentuk, justru rasa sakit akan muncul ketika lubang semakin membesar dan telah memengaruhi sistem saraf pada rongga mulut. 

    Sakit gigi akibat gigi berlubang bisa membuat si Kecil sulit mengunyah dan akhirnya si Kecil jadi tidak ada selera untuk makan. Efeknya tak sampai di situ lho, Bu, nantinya si Kecil akan kekurangan asupan nutrisi dan mengalami penurunan berat badan karena tidak mau makan. Sakit gigi akibat gigi berlubang juga akan mengganggu kenyamanan si Kecil saat beraktivitas hingga mengganggu konsentrasinya saat belajar. 

  2. Gigi patah 

    Bahaya gigi berlubang juga bisa memicu gigi patah. Kondisi ini akan muncul apabila lubang pada gigi dibiarkan dalam waktu lama, maka akan memicu gigi keropos dan lambat laun bisa patah. Akibatnya, si Kecil mengalami kesulitan mengunyah makanan dengan sempurna.

    Tak hanya itu, gigi berlubang juga bisa menyebabkan jajaran gigi tampak tidak beraturan dan kehitaman. Gigi yang patah bisa membuat posisi gigi lain menjadi bergeser dan berantakan. Kondisi ini kemungkinan bisa membuat si Kecil tidak percaya diri saat bicara atau tersenyum lebar.

  3. Rusaknya calon gigi permanen (gigi tetap)

    Biasanya gigi permanen (gigi tetap) baru mulai tumbuh saat si Kecil berusia 6 tahun. Namun, jika gigi susu si Kecil mengalami masalah dan berlubang, mungkin saja benih gigi permanen (tetap) yang terletak di bagian bawahnya bisa lebih rapuh. 

    Akibatnya, gigi permanen si Kecil yang akan lebih sensitif terhadap makanan yang dikonsumsi, lebih rentan terhadap bakteri jahat, dan lebih mudah mengalami karies. Selain itu, gigi permanennya juga bisa berwarna kuning kecokelatan dan tampak tidak sehat. Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk selalu menjaga kesehatan rongga mulut si Kecil sejak ia bayi. 

  4. Abses gigi

    Pada beberapa kasus, gigi berlubang yang sudah semakin parah karena dibiarkan dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan risiko abses gigi, yaitu benjolan berisi nanah pada akar gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Pembengkakan akibat abses gigi bisa memicu rasa nyeri yang lebih parah dibandingkan sakit gigi biasa lho, Bu. Tak hanya itu, bakteri pada gigi berlubang juga bisa menyebar ke dinding rongga sinus dan menyebabkan sinusitis pada anak. 

Selain mengganggu kesehatan rongga mulut, gigi berlubang juga bisa berdampak buruk terhadap kesehatan si Kecil secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk membiasakan si Kecil untuk menjaga kebersihan rongga mulutnya sejak dini. Selain itu, penuhi asupan nutrisi yang dapat membantu gigi si Kecil lebih kuat dan sehat, seperti 9 Asam Amino Esensial (9AAE), kalsium, dan vitamin D.

Ketiga nutrisi tersebut sangat penting untuk memperkuat gigi si Kecil, terutama 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang berperan untuk membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh. Tanpa kehadiran 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap, tumbuh kembang anak kurang optimal.

9 Asam Amino Esensial (9AAE) harus dipenuhi secara lengkap karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga harus didapatkan dari sumber protein hewani berkualitas, seperti susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+. Mengapa asupannya harus lengkap? Karena menurut penelitian dalam National Center for Biotechnology Information menyebutkan bahwa kekurangan 1 jenis 9AAE maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan si Kecil, sebanyak -34%. Bahkan, kekurangan semua jenis 9AAE akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan sebanyak -50%.

Nah, 9 Asam Amino Esensial (9AAE) secara lengkap, kalsium, dan vitamin D bisa Ibu dapatkan dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+. Susu pertumbuhan ini pun diperkaya dengan 5 nutrisi penting lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C. 

Yang lebih istimewa, susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ mengandung DHA 4x lebih tinggi, omega 3, omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi untuk meningkatkan kecerdasan anak. Dengan begitu, kesehatan dan tumbuh kembang anak lebih prima!