Whatsapp Share Like Simpan

Perut kembung dan keras termasuk masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak. Ada banyak penyebab perut kembung dan keras, salah satunya karena terlalu banyak menelan udara saat makan, mungkin karena si Kecil terbiasa makan sambil melakukan aktifitas lain, seperti main, nonton tv, bernyanyi, dan lainnya. Tapi, tahukah Ibu bahwa kondisi ini bisa juga disebabkan oleh gangguan pencernaan yang patut diwaspadai lho.

Ada beberapa gangguan pencernaan yang memicu perut kembung dan keras pada anak, termasuk maag. Meskipun terlihat biasa, sebaiknya Ibu tidak membiarkan kondisi ini secara terus menerus dan terlalu lama. Sebab, gangguan pencernaan yang disebabkan oleh perut kembung dan keras bisa meningkatkan risiko yang lebih parah 

Namun, Ibu tidak perlu khawatir ya, karena Ibu akan mendapatkan penjelasan bagaimana cara mengatasi perut kembung dan keras pada anak. Dengan begitu, Ibu bisa menangani kondisi ini secara alami di rumah. Yuk, kita simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Perut Kembung dan Keras pada Anak

Untuk mengatasi perut kembung dan keras pada anak, Ibu dianjurkan untuk mengetahui terlebih dahulu faktor pemicu yang menyebabkan munculnya gangguan kesehatan ini. Dengan mengetahui penyebabnya sejak awal, maka Ibu bisa mengatasinya dengan tepat.

Berikut ini beberapa penyebab perut kembung dan keras pada anak, antara lain:

Artikel Sejenis

  • Mengalami sembelit atau konstipasi

    Penyebab perut kembung dan keras yang pertama yaitu sembelit atau konstipasi. Tahukah Ibu bahwa sembelit merupakan gangguan pencernaan yang paling sering dialami oleh anak Indonesia. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kekurangan asupan serat harian bagi anak-anak yang berusia 1-3 tahun. 

    Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk memberikan si Kecil makanan berserat secara seimbang dan rutin. Nah, asupan serat juga bisa didukung oleh pemberian susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ karena mengandung serat pangan inulin yang baik dikonsumsi si Kecil untuk menjaga kesehatan saluran cernanya.

  • Terlalu banyak menelan udara

    Penyebab lain munculnya perut kembung dan keras pada anak yaitu karena terlalu banyak menelan udara. Ternyata kondisi menelan terlalu banyak udara ada istilahnya juga lho, Bu, yaitu aerophagia . Kondisi ini tidak hanya menyebabkan perut kembung dan keras, tetapi juga nafsu makan si Kecil akan menurun.

    Kok bisa? Bisa Bu, dalam kondisi normal, anak bisa menelan sekitar 1-2 liter udara dalam sehari. Hal ini biasanya terjadi saat makan dan minum, berbicara, atau tertawa. Setengah udara tersebut akan keluar dari mulut atau disebut juga bersendawa.

    Sisanya, udara akan berjalan melalui sistem pencernaan dan keluar melalui rektum yang disebut juga buang angin atau kentut. Namun, anak yang mengalami aerophagia mungkin akan mengalami beberapa gejala yang membuatnya tidak nyaman, salah satunya perut kembung dan keras.

  • Makan sambil terlalu banyak bergerak

    Si Kecil sering disuapi makanan sambil bermain atau melakukan kegiatan yang terlalu banyak bergerak? Hati-hati, kebiasaan ini bisa menyebabkan perut kembung dan keras lho, Bu.

    Saat makan sambil terlalu banyak bergerak, si Kecil biasanya akan menelan makanan terlalu cepat, tanpa mengunyahnya dengan benar. Akibatnya, saat menelan, akan lebih banyak udara yang masuk ke pencernaannya. Kondisi inilah yang memicu perut kembung dan keras.

    Selain itu, kebiasaan makan sambil bermain, berlari, atau kegiatan aktif lainnya justru bisa membuat si Kecil sulit untuk makan dengan tertib dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan lain.

  • Makan sambil bermain gadget

    Selain kebiasaan makan sambil bermain, makan sambil bermain gadget juga bisa meningkatkan risiko si Kecil mengalami perut kembung dan keras. Hal ini karena saat si Kecil makan sambil bermain gadget atau menonton siaran kesukaannya, maka ia akan rentan makan lebih banyak dari yang bisa ditampung oleh lambungnya. Nah, kondisi inilah yang bisa memicu perut kembung dan keras.

  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman

    Niat hati ingin memberikan banyak asupan sayuran seperti kol, brokoli, dan kembang kol, tapi si Kecil justru mengalami perut kembung dan keras? Mungkin sebagian Ibu masih bingung dengan kondisi ini. Namun, tahukah Ibu bahwa kol, brokoli, kembang kol dan kacang merupakan makanan yang mengandung gas sehingga bisa menyebabkan perut kembung.

    Yup! Makanan tersebut tak hanya tinggi serat, tetapi juga tinggi gas yang mengganggu kesehatan pencernaannya jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus menerus. Oleh karena itu, Ibu perlu menyeimbangkan asupan makanan si Kecil dari jenis makanan bergizi lainnya.

    Salah satu penyebabnya karena anak-anak sering menahan buang air besar dan kurang mengonsumsi asupan serat, contohnya sayur dan buah. Jika kebiasaan ini dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, maka perut kembung dan keras karena sembelit bisa memicu komplikasi pada pencernaan si Kecil.

  • Mengalami maag

    Gangguan pencernaan lainnya yang memicu perut kembung dan keras adalah maag. Penyakit ini juga menyebabkan si Kecil mual, muntah, cepat merasa kenyang padahal belum makan terlalu banyak, muncul rasa perih di perut dan kerongkongan, serta bersendawa berlebihan.

Dari penjelasan di atas, sudahkah Ibu mengetahui penyebab perut kembung dan keras yang dialami si Kecil? Ibu tidak perlu panik jika si Kecil mengalami gejala perut kembung karena di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama perut kembung pada anak. Simak tipsnya, yuk!

Cara Mengatasi Perut Kembung dan Keras pada Anak

Umumnya perut kembung pada anak disebabkan oleh hal yang tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah. Nah, berikut adalah beberapa cara mengatasi perut kembung pada anak yang bisa Ibu lakukan:

  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman penyebab perut kembung

    Saat si Kecil sudah mengalami perut kembung, pastikan untuk menghindari makanan yang mengandung gas, seperti kubis, lobak, bawang, brokoli, kacang-kacangan, dan makanan berlemak. Si Kecil juga perlu menghindari minuman bersoda dan jus kemasan.

    Penting bagi Ibu untuk mencukupi asupan makanan bergizi yang beragam, mulai dari protein, karbohidrat, serat, serta berbagai vitamin dan mineral ke dalam menu makanan si Kecil secara seimbang.

    Salah satu makanan yang mengandung serat pangan inulin yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil adalah susu bubuk Frisian Flag PRIMAGRO 1+. Selain itu, susu  Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap. 9 Asam Amino Esensial (9AAE) merupakan bentuk sederhana dari protein yang lebih mudah diserap oleh tubuh si Kecil lho. Dengan begitu, nutrisi ini sangat berperan penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil agar lebih prima.

    Yang tak kalah penting, susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga mengandung 5 nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi.

    Serta, di dalamnya juga terkandung kombinasi 8 nutrisi penting untuk mengoptimalkan kecerdasan otak anak, di antaranya DHA 4x lebih tinggi, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

  • Biasakan anak untuk mengunyah makanan secara perlahan

    Seperti yang diketahui, salah satu penyebab munculnya perut kembung pada anak yaitu kebiasaan mengunyah makanan terlalu cepat. Oleh karena itu, Ibu perlu membiasakan si Kecil untuk mengunyah makanan secara perlahan hingga benar-benar lumat sebelum menelannya.

  • Cukupi kebutuhan air putih secara tepat

    Meskipun air putih tidak secara langsung membantu mengurangi perut kembung pada anak, tetapi mencukupi kebutuhan air putih harian secara tepat dapat mencegah sembelit atau konstipasi, sekaligus menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil.

  • Biasakan anak makan sambil duduk di kursi

    Mulai sekarang, biasakan si Kecil untuk makan sambil duduk di kursi yuk, Bu. Kebiasaan ini tak hanya mencegah perut kembung dan keras, tetapi juga menerapkan sikap tertib dan disiplin saat makan yang akan berpengaruh saat si Kecil dewasa. Selain itu, sebaiknya hindari atau kurangi makan sambil bermain gadget agar si Kecil bisa makan sesuai dengan porsinya secara tepat.

  • Berikan kompres air hangat

    Untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat perut kembung, Ibu bisa mengompres perut si Kecil dengan air hangat. Selain dapat membuat si Kecil lebih nyaman, kompres air hangat juga dapat membantu mengurangi kembung.

Jika Ibu sudah melakukan cara di atas, tetapi kondisi si Kecil tak kunjung membaik atau justru muncul gejala tambahan, seperti nyeri perut, mual, muntah, demam, dan penurunan berat badan, segeralah periksakan si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz