Share Like
Simpan

Bu, melihat si Kecil bergerak aktif dan lincah tentu membuat setiap orang tua merasa senang, ya. Hal ini biasanya dikaitkan dengan tahap tumbuh kembang yang baik serta kondisi tubuh yang sehat. Namun, tak jarang pula karena terlalu lincah, ia justru terjatuh atau terbentur, dan membuat bagian tubuhnya jadi memar.

Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah kecil pecah dan menyebabkan keluarnya darah ke jaringan halus di bawah kulit. Hal ini biasanya menyebabkan adanya perubahan warna pada kulit yang cedera menjadi kebiruan, dan perlahan akan kembali normal. 

Situasi ini mirip dengan yang pernah dialami oleh si Kecil sewaktu masih berusia dua tahun dulu. Hampir setiap hari, selalu ada memar baik di kaki maupun tangannya setelah bermain. Untuk mengatasinya, saya pernah membaca sebuah artikel di internet mengenai pertolongan pertama saat si Kecil memar. Berikut adalah tipsnya:

  • Angkat bagian tubuh yang memar

Jika si Kecil mengalami memar di bagian lutut, Ibu bisa memintanya untuk telentang, kemudian angkat kakinya lebih tinggi dari jantung. Hal ini berfungsi untuk mencegah darah terkumpul di jaringan yang cedera dan juga mengurangi pembengkakan pada bagian yang cedera.

  • Kompres dengan es batu

Siapkan handuk atau sapu tangan kain dan beberapa blok es batu, kemudian kompres bagian memar selama kurang lebih 10 menit. Sebaiknya, ulangi tahap ini beberapa kali sehari sesuai kebutuhan. 

  • Istirahatkan bagian yang memar

Sebaiknya, saat si Kecil memar, minta ia untuk beristirahat sejenak dari kegiatan bermainnya. Gunanya adalah untuk mencegah otot bekerja terlalu keras dan berisiko memperparah cedera, Bu.

  • Minum obat penghilang rasa sakit

Apabila memar yang dialami si Kecil terasa begitu nyeri, Ibu bisa memberikan acetaminophen yang dapat meredakan rasa sakit. Jika sudah tidak tertahankan lagi, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter si Kecil, ya.

Selain tips pertolongan pertama saat memar, saya juga punya sedikit informasi mengenai kapan sebaiknya si Kecil dibawa ke tenaga medis untuk mengobati lukanya tersebut. Beberapa di antaranya adalah:

  • Terasa begitu sakit di daerah yang cedera.
  • Mendadak muncul memar tanpa terjatuh, terbentur, atau kontak dengan benda-benda keras lainnya.
  • Terjadi memar di bagian perut, punggung, atau wajah, dan terasa begitu sakit.
  • Terlihat tanda-tanda terjadinya infeksi seperti demam, luka yang bernanah atau mengeluarkan cairan.
  • Si Kecil tak dapat menggerakkan bagian tubuh yang cedera.

Selama 48 jam pertama setelah cedera, ada baiknya Ibu menghindari si Kecil dari kontak langsung dengan air hangat di bagian yang memar. Hal ini dikhawatirkan bisa memperbesar area yang bengkak, Bu. Sebaliknya, jika bengkak yang dialami si Kecil sudah mereda setelah melewati 48 hingga 72 jam, Ibu sudah bisa mengompres bagian yang terasa nyeri dengan air hangat.

Nah, kira-kira itulah informasi yang bisa saya berikan kepada Ibu mengenai pertolongan pertama saat si Kecil memar. Semoga bermanfaat ya, Bu! Oh iya, jika Ibu memiliki info atau tips lain seputar hal ini, Ibu bisa membagikannya dengan ibu-ibu lain, lho! Selamat beraktivitas dengan si Kecil!