Share Like
Simpan

Si Kecil selalu melompat dan berlari ketika bermain. Tampaknya ia tidak bisa diam dan selalu beraktivitas. Tentunya, pengalaman ini pernah dirasakan hampir semua Ibu. Saya bahkan sempat berpikir si Kecil kelebihan gula ataupun hiperaktif. Namun, tahukah Ibu bahwa yang sedang ia dilakukan adalah pertanda adanya perkembangan motorik anak. Aktivitas ini justru penting untuk masa pertumbuhannya. Bahkan, Ibu perlu melatih motorik si Kecil. Berikut ini saya beritahukan beberapa caranya yang bisa menjadi inspirasi.

Manfaat Beraktivitas Fisik

Menurut artikel yang saya baca, anak usia empat tahun memang penuh energi, sehingga banyak melakukan aktivitas fisik. Bersyukurlah Bu, karena ini merupakan pertanda yang baik untuk perkembangan fisik si Kecil. Itu sebabnya anak usia 3-4 tahun sering berlarian, memanjat, ataupun melompat.

Aktivitas Seru untuk si Kecil

Selain untuk perkembangan fisik, si Kecil juga belajar mengendalikan gerakan tubuh dengan melakukan permainan. Untuk itu, Ibu bisa melakukan beberapa hal untuk menunjang perkembangan motorik atau fisik si Kecil. Berikut ini beberapa caranya.

  • Permainan Koordinasi

Pada usia 3-5 tahun, bagian tubuh atas lebih berkembang dari bagian tubuh bawah. Itu sebabnya, si Kecil lebih sering terjatuh karena kurang keseimbangan. Tenang saja, Ibu bisa melatih bagian bawah tubuh si Kecil dengan sejumlah permainan. Ibu bisa mengajaknya bermain meniru kelinci yang melompat. Lalu, ajak si Kecil untuk berlomba  meloncat. Walau terjatuh, tanpa disadari Ibu sudah menguatkan bagian bawah tubuhnya.

Ibu juga bisa mengajaknya bermain jadi patung. Bunyikan musik dan ajak si Kecil untuk menari. Hentikan musik secara tiba-tiba. Lalu, Ibu dan si Kecil berhenti sejenak layaknya patung. Permainan ini berguna untuk mengontrol gerakan tubuhnya.

  • Permainan Keterampilan Motorik Halus

Kemampuan motorik halus si Kecil juga harus dilatih, Bu. Caranya bisa dengan menulis, menggambar, mengikat sepatu, dan memainkan benda kecil. Ibu juga bisa melakukannya dengan permainan pertualangan. Misalnya, mengajak si Kecil ke taman dekat rumah. Lalu, pinta ia mengumpulkan batu kerikil kecil dan susun menjadi satu tumpukan. Selain menyenangkan, kemampuan motorik si Kecil juga makin terasah.

  • Permainan Perkembangan Otot Besar

Otot besar berkembang paling cepat bagi si kecil dibanding otot kecil. Ini disebabkan anak usia tersebut sering berlari dan melompat ketika bermain. Aktivitas ini juga membuat si Kecil terlatih untuk mengontrol gerakan tubuhnya. Ibu bisa melakukan permainan bersama si Kecil, seperti meniru jalan bebek atau main ular tangga. Ada baiknya Ibu mengajak teman-teman si Kecil untuk bermain bersama. Selain menyenangkan, permainan akan terasa lebih seru. Nah, semoga informasi dari saya ini membuat Ibu semakin rajin untuk mengajak si Kecil beraktivitas fisik, ya. Jadi, perkembangan motorik anak pun semakin optimal. Selamat bermain bersama si Kecil!