Share Like
Simpan

Siapa yang tidak bahagia melihat langkah pertama si Kecil? Saat si Kecil sudah dapat berdiri tegak, ia pun membutuhkan bantuan agar dapat duduk kembali. Bila ia gagal melakukannya, Ibu tidak perlu hanya mengangkatnya dan mendudukannya kembali. Lebih baik tunjukkan bagaimana si Kecil menekuk lututnya, sehingga ia dapat duduk, dan biarkan ia mencobanya beberapa kali.

Ibu dapat mengajak si Kecil berjalan dengan berdiri atau berlutut di hadapannya sambil memegang kedua tangan mungilnya dan berjalan kearah Ibu. Mungkin Ibu berpikir untuk membantunya berjalan dengan membelikan alat bantu agar si Kecil menjadi lancar berjalan, yaitu dengan baby walker. Namun, baby walker ini dapat membuat si Kecil terlalu mudah berkeliling mengitari ruangan dan malah dapat menyebabkan otot-otot kaki bagian atas kurang berkembang sempurna. Para pakar pun tidak menganjurkan menggunakan baby walker.

Beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang menggunakan baby walker dapat berjalan satu bulan lebih lambat dibandingkan dengan bayi yang tidak menggunakan alat tersebut. Di sisi lain, baby walker tidak hanya membuat si Kecil lebih mudah bereksplorasi saat secara fisik mereka belum siap untuk melakukannya, namun dapat menimbulkan pola gerakan yang tidak biasa dan memperlambat kontrol otot.

Si Kecil belajar berjalan dengan cara melihat dan memahami bagaimana kaki dan telapak kakinya bergerak. Jika baby walker memiliki tray (semacam baki) di hadapannya, ia tidak dapat melihat tubuh bagian bawahnya bergerak dan tidak memahami perkembangan motoriknya.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan tidak menggunakan alat tersebut karena malah dapat membuat anak tidak belajar berjalan sendiri, selain juga membahayakan karena sering terjadi kecelakaan saat mereka terbentur sesuatu, atau bahkan terjatuh dari tangga. Baby walker juga dapat memberi ‘kesan’ palsu bahwa si Kecil sudah mahir bergerak berjalan ke sana kemari dan dapat mengendalikan aksinya tersebut. Kadang saat si Kecil sudah anteng dengan baby walker-nya, orang tua pun lengah tidak memperhatikannya dengan baik.

Ajaklah si Kecil berjalan dengan memakai sepatu pada saat berjalan di permukaan yang halus, dingin, kasar, atau kadang dengan bertelanjang kaki. Hal ini dapat membantu memperbaiki atau meningkatkan keseimbangan dan koordinasinya. Namun ingat, Ibu sebaiknya tetap waspada.

Perkembangan keterampilan–misalnya berjalan–setiap bayi muncul secara berbeda, kadang ada yang lebih cepat atau kadang lebih lambat. Selama si Kecil selalu belajar hal-hal yang baru, Ibu tidak perlu khawatir. Tetap berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah bijak yang Ibu bisa lakukan agar tumbuh kembangnya menjadi optimal.