Baby walker pada dasarnya adalah kursi dengan meja yang didesain dengan roda untuk si Kecil dapat duduk dan bergerak dengan menggunakan tenaga kakinya untuk mendorong. 

Banner AKP
Banner Register

Para orang tua berpikir baby walker adalah alat yang membantu si Kecil untuk berjalan. Sebaliknya, para dokter anak yang tergabung dalam American Academy of Pediatrics melarang penggunaan baby walker untuk si Kecil dengan pertimbangan faktor keamanan, karena itu Ibu juga memerlukan pengganti baby walker untuk si Kecil.

Sebelumnya, Ibu perlu memahami terlebih dahulu bahaya penggunaan baby walker dan mengapa Ibu perlu menemukan pengganti baby walker yang tepat untuk si Kecil.

Bahaya Penggunaan Baby Walker - ibudanbalita


Bahaya Penggunaan Baby Walker

Masalah utama penggunaan baby walker adalah ketidakstabilannya ketika berhadapan dengan permukaan tidak rata seperti ujung karpet. Selain itu, kecepatan baby walker dan ketidakmampuan si Kecil mengendalikannya dapat membuatnya terluka, seperti trauma pada jari kakinya, menabrak lemari, meja hingga mengancam jiwanya seperti terguling dari tangga dan tenggelam.

Artikel Sejenis

Selain itu, baby walker memungkinkan si Kecil dapat meraih tempat yang lebih tinggi seperti taplak meja, ataupun menyentuh benda-benda berbahaya seperti teko air panas, setrika, kompor. Hal ini dapat menyebabkannya terbakar, dan karena itulah Ibu memerlukan pengganti baby walker yang tepat.

Hal-hal Penting Tentang Penggunaan Baby Walker

  • Jangan pernah meninggalkan si Kecil tanpa pengawasan.
  • Jangan biarkan si Kecil dan baby walker yang ia naiki berada di dekat tangga, atau kolam.
  • Pastikan permukaan lantai rata dan tidak ada benda yang berisiko membuat si Kecil terguling.
  • Jauhkan si Kecil dari kompor, setrika maupun benda-benda panas yang dapat membahayakan dirinya.
  • Jauhkan benda-benda tajam dan yang mudah pecah dari jangkauan si Kecil.
  • Pastikan kaki si Kecil bisa menyentuh lantai.
  • Jangan gunakan lagi bila berat badan si Kecil sudah melebihi batas maksimum yang diperbolehkan.
  • Jangan gunakan baby walker bila si Kecil belum dapat menopang kepalanya.
  • Batasi penggunaan baby walker maksimal 30 menit.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan menggunakan baby walker.

Perlu tidaknya baby walker, hingga menemukan pengganti baby walker yang tepat untuk si Kecil, tergantung pada Ibu. Penggunaan baby walker tidak membuat si Kecil lebih cepat berjalan dibanding mereka yang tidak menggunakan baby walker. Stimulasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan berjalan si Kecil, termasuk bila Ibu bisa mendapatkan pengganti baby walker yang tepat.

Manfaat Belajar Berjalan Tanpa Baby Walker - ibudanbalita


Manfaat Belajar Berjalan Tanpa Baby Walker

Bayi umumnya mulai berjalan sendiri pada usia 9 hingga 15 bulan. Ada beberapa hal yang mempengaruhi usia bayi mulai berjalan sendiri, termasuk genetik yang paling dominan. Sebab, orang tua memiliki peran penting untuk mendorong bayi mulai berjalan di usia lebih dini.

Oleh karena baby walker bukanlah pilihan terbaik untuk mengajarkan anak belajar berjalan, Ibu pun dapat memanfaatkan belajar berjalan tanpa baby walker bagi si Kecil. Beberapa manfaatnya antara lain:

  1. Memperkuat otot punggung

    Otot kaki adalah bagian terpenting untuk membantu berjalan. Tetapi, jangan lupakan fungsi otot punggung. Oleh karena itu, orang tua perlu mendorong gerakan kepala dan leher bayi dengan menunjukkan benda yang menarik perhatian si Kecil. Ibu bisa menengkurapkan bayi sebagai opsi lain, karena aktivitas itu akan mengajarkan si Kecil mengontrol otot dan membuatnya mulai belajar berjalan.

  2. Melatih koordinasi

    Ibu juga bis menggulingkan bola mendekat dan menjauhi si Kecil. Ini adalah pengganti baby walker terbaik sambil melatih koordinasi dan keseimbangan bayi setelah ia mulai bisa duduk. Aktivitas ini juga akan mendorong si Kecil menyeimbangkan diri ketika bergerak maju atau mundur, bergerak dari satu sisi ke sisi lain.

  3. Gunakan permainan

    Ibu juga dapat menggunakan permainan seperti kejar-kejaran atau merangkak sambil mengejar si Kecil yang sudah bisa merangkak. Ini adalah aktivitas tepat pengganti baby walker yang bermanfaat untuk mengontrol tangan dan kakinya.

  4. Bantu bayi berjalan

    Aktivitas terbaik lainnya sebagai pengganti baby walker adalah Ibu bisa langsung membantu si Kecil berjalan dengan menopang tulang iganya. Ibu bisa menopang bayi di sekitar pinggang sambil memastikan ototnya tetap kuat dan stabil ketika mulai berjalan. 

  5. Gunakan mainan dorong dan tarik

    Ibu bisa menggunakan mainan dorong dan tarik sebagai pengganti baby walker, Bu. Siapkan mainan atau benda yang membantu bayi berdiri tanpa bantuan. Ketika percaya dirinya meningkat, ia akan mulai melangkahkan kaki dan membuatnya belajar bergerak dan menjaga keseimbangan.

Perlu diketahui bahwa bayi akan belajar sendiri ketika sudah waktunya untuk berjalan. Ibu tidak perlu memaksakan si Kecil untuk berjalan, tetapi Ibu dapat membantu anak memperkuat otot kaki dengan beberapa cara sederhana seperti menengkurapkannya dan membuatnya mendorong tangan Ibu dengan kakinya.

Selain itu, menemukan pengganti baby walker yang tepat, Ibu jangan lupa untuk selalu menjaga produksi dan kualitas ASI, ya, Bu. Sebab, ASI merupakan sumber nutrisi paling terbaik untuk tumbuh dan kembang si Kecil. 

Agar ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Ibu harus mendapatkan 500 kalori tambahan setiap harinya (AKG 2019) begitu juga tambahan nutrisi penting lainnya. Selain dari makanan, Ibu juga perlu mengonsumsi susu yang mengandung 9AAE (9 Asam Amino Esensial – protein penting dalam bentuk siap diserap oleh tubuh untuk mengoptimalkan tumbuh kembang otak dan tulang si Kecil serta menjaga kesehatan ibu) dan 9 nutrisi penting lainnya seperti: tinggi asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), tinggi zat besi, sumber serat pangan inulin, tinggi vitamin C, sumber protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan selama masa menyusui. 

Frisian Flag Primamum adalah susu ibu menyusui dengan 9AAE + 9 Nutrisi Penting untuk melengkapi nutrisi Ibu dan si Kecil selama periode menyusui. Dua gelas Frisian Flag Primamum mengandung energi sebanyak 360 kalori, protein 18 gram, DHA 68 mg dan 9 nutrisi penting lainnya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan ibu menyusui. 

DHA dibutuhkan si Kecil untuk mendukung pertumbuhan sel otaknya di 1000 Hari Pertama Kehidupannya. Frisian Flag Primamum tersedia dalam rasa cokelat yang lezat, tidak membuat enek atau mual serta enak disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin. 

Namun jika Ibu atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Ibu bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Ibu memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu! 

Selain pemenuhan nutrisi, Ibu juga bisa mengetahui progres pertumbuhan dan perkembangannya melalui fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Di fitur ini, tinggi badan anak, berat badan, lingkar kepala, dan indeks massanya akan diukur, serta disesuaikan dengan grafik pertumbuhan dari WHO. Yuk, coba sekarang!