Whatsapp Share Like Simpan

Selain berat badan dan panjang badan, mengukur lingkar kepala bayi merupakan salah satu hal yang kerap dilakukan petugas kesehatan saat Ibu membawa bayi ke dokter untuk memeriksakan kesehatan maupun imunisasi. 

Mengukur lingkar kepala tak kalah pentingnya dengan mengukur berat badan dan panjang badan untuk memantau perkembangan pertumbuhan bayi, terutama dalam pemeriksaan perkembangan neurologis atau saraf anak. Parameter lingkar kepala bayi yang tidak normal dapat menjadi petunjuk adanya kelainan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Perkembangan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Normal

Pada usia bayi, tulang kepalanya belum bersatu dan hal ini memungkinkan pertumbuhan otak di dalamnya. Pada usia 3 bulan pertama, lingkar kepala bayi normal akan tumbuh pesat dan rata-rata meningkat 2 cm setiap bulannya. Ubun-ubun bayi baru akan menutup pada usia 9-18 bulan. Sedangkan pada usia 4-6 tahun, lingkar kepalanya akan bertambah 1 cm per tahun.

Bila pada kunjungan ke dokter atau ke bidan berikutnya diketahui ukuran kepala bayi tidak bertambah atau tiba-tiba bertambah besar, dokter atau tenaga medis perlu memeriksa ulang. Jika ukuran lingkar kepala bayi ditemukan lebih kecil daripada ukuran seharusnya atau tidak ada pertambahan, dokter akan mencari gejala lain yang berkaitan dengan keterlambatan perkembangannya atau penyakit yang berkaitan dengan hal ini. Bila tidak ditemukan ada kelainan, biasanya bayi hanya dipantau perkembangannya hingga waktu kunjungan berikutnya.

Jika ukuran lingkar kepala bayi ditemukan sangat besar, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjut untuk mencari kelainan yang menyertai pembesaran kepala bayi, misalnya apakah ada penambahan cairan di sekitar otak, dan sebagainya.

Artikel Sejenis

Ukuran Lingkar Kepala Bayi Normal

Untuk mengetahui apakah ukuran lingkar kepala bayi normal atau tidak, coba cek informasi berikut yang diambil dari Rapot Tumbuh Kembang dari fitur Akademi Keluarga Prima yang diambil dari WHO:
  • Bayi baru lahir

    Bayi baru lahir biasanya memiliki bentuk kepala yang tidak simetris, seperti terlalu lonjong, peyang, kerucut, dan sebagainya. Tidak perlu kaget ya, Bu, karena ini adalah hal yang normal. 

    Pada proses kelahiran normal, tengkorak kepala bayi akan mengikuti bentuk jalan lahirnya supaya tidak mengakibatkan kerusakan pada tulang tengkorak atau cidera otak. Kemudian setelah 2 hingga 3 minggu dilahirkan, bentuk kepala bayi akan membentuk bulat sempurna dengan ukuran lingkar kepala bayi normal sekitar 33 sampai 35 cm dengan batas normal 32 sampai 38 cm.

  • Bayi usia 1 - 3 bulan 

    Saat berusia 1 hingga 3 bulan, umumnya bayi akan mengalami peningkatan ukuran lingkar kepala sekitar 2 cm setiap bulan. Berikut adalah ukuran lingkar kepala bayi normal untuk usia 1-3 bulan:

    • Usia 1 bulan: 37,3 cm
    • Usia 2 bulan: 39,1 cm
    • Usia 3 bulan: 40,5 cm
  • Bayi usia 4 - 6 bulan

    Penambahan ukuran lingkar kepala bayi normal usia 4 hingga 6 bulan adalah sekitar 1 cm per bulan dengan rentang ukuran sebagai berikut:

    • Usia 4 bulan: 41,6 cm
    • Usia 5 bulan: 42,6 cm
    • Usia 6 bulan: 43,3 cm
  • Bayi usia 7 - 12 bulan

    Dengan penambahan sekitar 0,5 cm per bulan, lingkar kepala bayi normal yang berusia 7 hingga 12 bulan yaitu sebagai berikut:

    • Usia 7 bulan: 44 cm
    • Usia 8 bulan: 44,5 cm
    • Usia 9 bulan: 45 cm
    • Usia 10 bulan: 45,4 cm
    • Usia 11 bulan: 45,8 cm
    • Usia 12 bulan: 46,1 cm

Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Bayi

Sama seperti panjang dan berat badan, ukuran lingkar kepala bayi normal juga bisa mengalami perkembangan yang berbeda-beda, hal ini bergantung pada beberapa faktor berikut:

  1. Faktor genetik

    Faktor genetik sangat berperan dalam pertumbuhan setiap anak, termasuk ukuran lingkar kepala bayi normal. Orang tua dengan postur tubuh yang besar dan tinggi kemungkinan akan memiliki anak dengan postur yang serupa. Namun bila orang tuanya bertubuh kecil dan pendek, maka anaknya pun memiliki kemungkinan akan berpostur yang sama pula.

  2. Asupan nutrisi

    Faktor lain yang memengaruhi lingkar kepala bayi normal yaitu asupan nutrisi. Untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, asupan nutrisinya yang utama adalah ASI. Jadi berikanlah ASI kepada bayi secara rutin. 

    Jika sudah di atas 6 bulan, maka ia akan memerlukan asupan nutrisi tambahan berupa MPASI. Pastikan menunya selalu mengandung gizi berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

    Selama usia 0-12 bulan, si Kecil sebaiknya tetap diberikan ASI secara rutin. Oleh karena itu, Ibu perlu meningkatkan kualitas ASI agar kebutuhan nutrisi si Kecil terjaga dengan baik. Namun jika ASI tidak mencukupi, sebaiknya ibu berkonsultasi kepada tenaga kesehatan untuk memperoleh informasi susu pengganti ASI terbaik, seperti contohnya PASI yang tinggi DHA dan memiliki komponen 9 asam amino esensial yang lengkap.

    Ibu perlu mengonsumsi susu yang diformulasi untuk ibu menyusui, seperti susu Frisian Flag PRIMAMUM yang mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap serta 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. 

    Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

    Lebih dari itu, susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

    Frisian Flag PRIMAMUM termasuk susu dengan harga ekonomis dengan nutrisi lengkap yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan tidak membuat Ibu merasa enek atau mual.

  3. Kondisi kesehatan Ibu selama kehamilan

    Ibu yang sehat tentunya akan membuat janin di dalam kandungan ikut sehat. Oleh karenanya sangat penting bagi setiap ibu hamil untuk memperhatikan kondisi kesehatannya. 

    Selalu konsumsi makanan yang sehat, rajin berolahraga, serta menjauhi gaya hidup tak sehat, seperti minum minuman beralkohol dan merokok.

  4. Kondisi kesehatan Ibu setelah melahirkan

    Tak hanya selama kehamilan, setelah melahirkan pun Ibu harus tetap menjaga kesehatan. Ibu yang depresi misalnya, kan kesulitan untuk merawat bayinya. Sebagai dampaknya, tumbuh kembangnya pun jadi lebih lambat dari yang seharusnya. 

    Selain itu Ibu juga harus terus mengonsumsi makanan yang sehat agar produksi ASI-nya lancar dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi.

  5. Bayi mengalami kondisi medis tertentu

    Bayi yang terserang infeksi atau kekurangan gizi juga akan mengalami hambatan dalam proses tumbuh kembangnya. Namun bila sudah pulih, maka tumbuh kembang bayi pun dapat kembali berjalan dengan normal.

Sekarang Ibu sudah tahu betapa pentingnya mengukur lingkar kepala bayi normal, kan? Oleh karena itu, jangan abaikan ukuran lingkar kepala bayi, terutama dalam usia 1 tahun untuk mengetahui perkembangannya. Hal ini sama seperti pentingnya mengukur berat badan dan panjang badan bayi.

Sekarang Ibu tidak perlu khawatir untuk memantau lingkar kepala bayi normal karena ada fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur ini dapat membantu Ibu untuk mengetahui pertumbuhan si Kecil dengan lebih mudah, termasuk ukuran lingkar kepala bayi normal, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, dan lain sebagainya sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO.

Bahkan, fitur ini bisa Ibu gunakan sebagai alternatif posyandu dengan cara online. Jadi lebih praktis dan aman, bukan? Jadi, tunggu apa lagi Bu? Yuk, langsung coba fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz