Share Like
Simpan

Ada sebagian bayi memiliki lingkar kepala lebih besar daripada bayi lain dengan ukuran kepala normal. Tak jarang hal itu menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, meski keadaan itu bisa jadi bukan suatu kelainan.

Makrosefalus (disebut juga makrosefalia atau megalosefalus) didiagnosis bila lingkaran kepala memiliki selisih dua standar pengukuran (standar deviasi) di atas rata-rata bayi sesuai umur, jenis kelamin, dan berat tubuh. Termasuk di dalamnya adalah ukuran kulit kepala, tulang tengkorak, dan isi tengkorak. Bagian ubun-ubun kepala bayi baru lahir akan lebih besar, namun bagian wajah biasanya normal.

Anak yang mengalami makrosefalus bisa mengalami kelainan, meski kebanyakan sehat dan normal. Makrosefalus bisa disebabkan oleh berbagai keadaan. Yang paling sering menyebabkan kepala membesar adalah megalensefalus, atau otak yang membesar, dan hidrosefalus, yakni kelebihan cairan serebrospinal dalam otak. Kalau makrosefalus disebabkan oleh megalensefalus, seringkali tidak mungkin menetapkan penyebabnya. Namun, megalensefalus seringkali dikaitkan dengan penyakit-penyakit metabolik, seperti penyakit Canavan, penyakit Alexander, atau berbagai sindrom, seperti gigantisme (pertumbuhan berlebihan), akondroplasia (kerdil atau badan pendek), pembentukan tulang tidak sempurna, dan beberapa kelainan turunan. Pada masing-masing gangguan tersebut, terjadi pembesaran jaringan-jaringan otak.

Selain terlihat dari ukuran kepala lebih besar, gejala-gejala lain dari makrosefalus antara lain adalah keterlambatan perkembangan sesuai tahapan, keterbelakangan mental, pertumbuhan kepala yang cepat, dan keterlambatan pertumbuhan bagian tubuh lain. Penyebabnya antara lain akibat terjadinya kerusakan/kecacatan pembentukan selama tahap embrio, penyakit-penyakit degeneratif tertentu, atau faktor keturunan dalam keluarga.

Tak sedikit orang tua yang takut anaknya menderita hidrosefalus yang mungkin bisa mengakibatkan kepala membesar pada sebagian anak. Namun, kedua keadaan tersebut jauh berbeda. Hidrosefalus merupakan suatu pemuaian (ekspansi) abnormal dari rongga di dalam otak yang disebabkan oleh penumpukan cairan serebrospinal. Itu sebabnya disebut hidrosefalus, yang berasal dari dua kata Yunani, yakni hidro yang berarti air dan sefalus yang berarti kepala.

Hidrosefalus terjadi karena ada ketidakseimbangan pembentukan dan pengaliran cairan serebrospinal. Kira-kira 500 ml cairan tersebut dibentuk dalam otak setiap hari oleh sel-sel epidermal. Terdapat dua jenis hidrosefalus, yakni hidrosefalus bawaan dan hidrosefalus akibat suatu penyakit, seperti meningitis, trauma kepala, tumor, kista, spina bifida, atau perdarahan dalam otak.

Hingga kini tidak ada perawatan khusus untuk kondisi makrosefalus. Pemeriksaan dan penanganan biasanya dilakukan terhadap gejala-gejala spesifik yang ada, seperti keterlambatan perkembangan dan keterbelakangan mental.

Nah, untuk mengetahui informasi mengenai hidrosefalus dan makrosefalus secara lebih lengkap dan mendalam, termasuk tindakan penanganan dan pemeriksaan apa yang diperlukan, para orang tua sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, khususnya konsultan neurologi.