Share Like
Simpan

Di zaman yang makin modern seperti saat ini, ada banyak sekali perbedaan pendapat mengenai perawatan bayi yang benar. Banyak contoh yang bisa dilihat dari kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah ketika Ibu dan orang tua berdebat seputar cara merawat anak.

Saya pun terkadang mengalaminya lho Bu. Ada banyak hal yang dipercaya oleh orang tua, sebenarnya tidak selalu pas dengan sudut pandang saya sebagai Ibu. Mereka cenderung masih percaya dengan mitos-mitos dalam hal perawatan bayi. Salah satu penyebabnya adalah karena terbatasnya pengetahuan dan informasi yang mereka dapatkan.

Tak ingin terjadi perdebatan antara saya dengan ibu ataupun mertua, akhirnya saya pun mencari tahu, bagaimana cara merawat si Kecil supaya menjadi bayi sehat, sekaligus menjaga keakuran dengan orang tua. Simak yuk, Bu:

1. Berkomunikasi dengan terbuka dan jelas

Salah satu cara yang bisa Ibu coba adalah dengan mengajak orang tua atau mertua untuk berdiskusi. Pada satu waktu khusus, ajaklah mereka untuk mengobrol dengan suasana santai seperti anak yang ingin curhat kepada orang tuanya. Utarakan apa pun yang menurut Ibu mengganjal. Dengarkan juga tanggapan dari orang tua dengan saksama. Awalnya saya juga merasa canggung, Bu. Namun saat sudah dikemukakan, saya jadi lebih lega.

Supaya ibu atau mertua tak tersinggung, cobalah untuk memberikan penjelasan mengenai perkembangan informasi saat ini, jadi orang tua tahu alasan Ibu tidak sependapat dengannya untuk hal-hal tertentu dalam merawat anak. Dengan alasan yang jelas dan masuk akal, Ibu dan orang tua bisa sama-sama kompromi.

2. Utarakan dengan sopan dan hangat

Beberapa kebiasaan dalam merawat si Kecil yang dilakukan oleh orang tua Ibu, terkadang kurang cocok untuk dilakukan pada saat ini. Akan tetapi, cobalah untuk menyampaikan pendapat Ibu dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menggurui. Biar bagaimanapun, mereka tetap orang tua Ibu yang harus dihormati dan disayangi. Ibu tetap harus tegas dan jelas namun bicaralah dengan santai dan lembut.

Ibu bisa mulai dengan, “Bu, sebenarnya pemakaian gurita saat ini sudah tidak dianjurkan lagi, karena bisa menghambat pertumbuhan organ pernapasannya jika terlalu ketat” tetap dengan nada rendah dan sopan namun tidak menggurui. Tidak bisa dipungkiri, pengalaman orang tua tentu sudah lebih banyak dari Ibu.

3. Rawat bayi dengan konsisten

Ada beberapa cara merawat bayi yang Ibu terapkan, mungkin berbeda dengan apa yang dilakukan oleh orang tua pada masa lalu. Misalkan, Ibu tidak lagi menggunakan gurita dan langsung menggunakan popok sekali pakai. Namun, orang tua bersikeras tetap menggunakan gurita karena katanya dapat mengecilkan perut bayi.
Cobalah untuk menerima masukan tersebut, namun buatlah kesepakatan dengan orang tua. Sebab, tentu ada kebiasaan yang pernah dilakukan oleh ibu atau mertua dulu masih bisa diterapkan, bukan? Misalnya soal gurita, dulu saya memilih untuk berkompromi dengan ibu dan mertua bahwa penggunaan gurita boleh dilakukan selama satu minggu pertama, selama tali pusat belum lepas dan dengan ikatan yang longgar agar si Kecil tidak merasa sesak.

Agar orang tua mengerti cara berpikir Ibu dalam merawat si Kecil, berikan juga penjelasan kepada ibu dan mertua, bahwa saat ini, penggunaan gurita sudah tidak dianjurkan oleh dunia medis, karena dapat berisiko menghambat pertumbuhan si Kecil. Pemakaian gurita yang terlalu ketat, dapat berisiko mengganggu organ pernapasan sehingga menghambat paru-paru untuk berkembang.

4. Bermain bersama si Kecil

Ini dia tips paling seru untuk diterapkan, yaitu main bersama tiga generasi! Dengan menghabiskan waktu bersama, Ibu dan orang tua dapat lebih memahami mana yang perlu dilakukan dan tidak, dengan melihat langsung kebutuhan si Kecil itu sendiri. Selain itu, banyak lho aspek pada tumbuh kembang si Kecil yang terlatih selama bermain, seperti melatih fisik, meningkatkan aktivitas otak bahkan mempererat ikatan antara ia dan Nenek, serta Ibu. Pastinya semua hal tersebut penting untuk tumbuh kembang si Kecil.

Itulah empat tips yang bisa Ibu lakukan di rumah untuk menghadapi perbedaan pendapat dengan orang tua soal perawatan bayi. Seru bukan, belajar merawat si Kecil sekaligus mendapat dukungan yang hangat dari orang tua?