Share Like
Simpan

Memiliki bayi rasanya memang luar biasa, ya! Ada rasa bahagia, senang, dan terharu saat melihat si Kecil bermain dengan lincahnya. Tapi, tentunya saat ini rasa lelah juga menghantui ya, Bu. Yap, munculnya rutinitas baru memang terkadang membuat kita juga kehilangan jam tidur. Belum lagi ada aktivitas memandikan, menyusui, atau mengganti popok di siang hari.

Nah, tapi jangan lupa, pekerjaan merawat si Kecil ini juga bisa kita bagikan kepada Ayah, lho. Saya pun dulu begitu. Biasanya, kami berdua sepakat membagi jam dan giliran untuk bergantian merawat si Kecil. Dengan begitu, saya jadi punya lebih banyak waktu istirahat, Bu.  Mau tahu caranya? Kali ini, yuk kita simak pentingnya berbagi tugas mengurus si Kecil beserta triknya!

Pentingnya Berbagi Tugas

Saat si Kecil lahir, penting bagi Ayah dan Ibu untuk berbagi tugas. Mengapa?  Ini karena dengan berbagi tugas, Ayah pun jadi bisa membangun ikatan kuat dengan si Kecil. Si Kecil juga akan melihat ini sebagai contoh yang positif: Laki-laki dan perempuan memiliki peran yang sama pentingnya untuk kehidupan berkeluarga. Selain itu, dengan hadirnya bantuan dari Ayah, maka Ibu juga bisa menyimpan tenaga dan tidak kelelahan. Ini penting, Bu. Kondisi tubuh yang terlalu lelah dapat mempengaruhi ASI, lho.

Berbagi Jam Tidur dengan Ayah 

Cara ini bisa dicoba jika Ayah harus bekerja dari pagi sampai malam. Kalau dulu, saya biasanya suka memastikan si Kecil sudah mandi, popoknya sudah diganti, dan ASI telah tersedia sebelum Ayah pulang bekerja. Lalu, setelah Ayah sudah pulang, makan malam dan mandi, saya minta Ayah untuk bergantian menemani si Kecil, sementara saya beristirahat. Kemudian, saat si Ayah sudah lelah, saya bangun dan menidurkan si Kecil.

Atau dengan trik ini, Bu.  Ketika si Kecil terbangun di malam hari, Ayah bisa mengganti popoknya, sementara Ibu bergantian menyusuinya sambil berbaring. Setelah itu, si Kecil, Ayah dan Ibu bisa tertidur dengan tenang sejenak, deh.  Nanti, setelah si Kecil makin besar (kira-kira 3 bulan), dia biasanya hanya bangun 1-2 kali dalam semalam, kok. Nah, Ibu dan Ayah bisa bergantian deh. Tentukan saja siapa yang bangun di 3 jam pertama dan 3 jam kedua.

Berganti Peran

Selain mengurus si Kecil, berbagai pekerjaan rumah juga menanti ya, Bu. Seperti memasak, membersihkan rumah, dan mencuci. Nah, jika biasanya Ibu yang mengerjakan tugas-tugas ini di rumah, sekarang berganti peran, yuk! Delegasikan pekerjaan-pekerjaan rumah ini untuk Ayah. Siapa tahu, Ayah ternyata berbakat memasak ayam goreng! Siapa tahu juga, Ayah punya trik menyetrika pakaian yang bisa Ibu pelajari darinya. Sama-sama senang, deh!

Membuat Jadwal Rutinitas Akhir Pekan

Di saat akhir pekan dan Ayah tak pergi bekerja, dia juga bisa menggantikan beberapa tugas-tugas Ibu, lho. Misalnya, jika di hari biasa, Ayah tak punya kesempatan untuk memandikan si Kecil atau mengajaknya berjemur di pagi hari, akhir pekan bisa membuat Ayah dapat melakukan hal tersebut. Sementara Ibu bisa beristirahat sejenak.

Menyambut kedatangan si Kecil memang membutuhkan penyesuaian bagi Ayah dan Ibu sebagai pasangan orang tua. Tapi, pada akhirnya semuanya tak akan lagi terasa sebagai beban saat melihat senyumnya yang ceria seiring dengan pertumbuhannya nanti. Semoga tips saya ini bisa membantu Ibu, ya. Selamat berbagi peran dengan Ayah!