Whatsapp Share Like
Simpan

Melihat si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik merupakan kebahagiaan orang tua. Pada tahap tersebut orang tua pastinya tidak ingin kehilangan momen bersama si Kecil termasuk dalam hal bermain. Kehidupan si Kecil tentunya tidak jauh-jauh dari bermain. Selain untuk menyenangkan diri sendiri, lewat bermain si Kecil bisa belajar tentang diri mereka. Oleh karena itu, orangtua perlu memilih permainan dan menemani mereka bermain dengan baik dan benar.

Dalam memilih mainan untuk si Kecil, orangtua perlu memperhatikan manfaat secara kecerdasan intelektual, kognitif, bahasa, emosional anak yang bisa dikembangkan melalui bermain. Memilih mainan yang bervariasi dan disesuaikan dengan usianya juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Melihat kemampuan si Kecil, kemudian memilih mainan yang sesuai dan diperlukan dapat mendukung perkembangan si Kecil. Dengan mainan yang benar, harapannya si Kecil dapat tumbuh cerdas dan pintar.

Lalu, jenis permainan apa saja yang direkomendasikan untuk anak usia 3 tahun? Berikut merupakan permainan yang cocok untuk anak usia 3 tahun:

  • Puzzle

    Permainan puzzle dapat merangsang perkembangan kognitif si Kecil. Puzzle dapat meningkatkan kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah, saat si Kecil membongkar dan menyusun kembali puzzle tersebut. Bermain puzzle dapat merangsang otak dalam menemukan solusi terhadap masalah. Pada awalnya, berilah si Kecil puzzle sederhana terlebih dahulu. Jika si Kecil mulai bosan bisa mulai diganti puzzle dengan potongan yang lebih rumit. Ibu bisa ikut serta dalam permainan ini untuk membantu si Kecil jika terjadi kesulitan.

  • Buku Cerita

    Pada usia 3 tahun si Kecil sudah mulai bisa mendengarkan cerita dengan penuh perhatian dan memberikan komentar terkait dengan rumah maupun keluarganya. Imajinasi si Kecil juga sedang berkembang secara pesat pada usia ini. Oleh karena itu, memberikan buku cerita dan membacakannya mampu mengembangkan imajinasi dan kecerdasan anak agar anak dapat tumbuh cerdas dan pintar.

    Artikel Sejenis

  • Boneka

    Memilih mainan boneka dapat mengajarkannya melakukan keterampilan sehari-hari. Mainan boneka dapat melatih fokus dan kemandirian si Kecil. Misalnya, bermain boneka dapat mengajarkan anak mengancing baju saat memakaikan baju pada bonekanya. Orangtua juga perlu ikut serta dalam bermain role play dengan boneka karena si Kecil mulai menyukai seni bermain peran. Selain meningkatkan kemandirian, boneka dapat mengembangkan kreativitasnya dalam membuat alur cerita pada peran yang ia buat.

  • Balok warna

    Balok warna dapat melatih si Kecil untuk mengenali berbagai macam warna dan mengenali warna favorit mereka. Balok warna membantu merangsang perkembangan kognitif si Kecil. Selain itu, si Kecil sangat menyukai menyusun dan membongkar sesuatu. Oleh karena itu, balok warna dirasa dapat menjadi mainan yang edukatif untuk si Kecil.

  • Bernyanyi dan Menari

    Pada usia 3 tahun, anak sudah bisa menirukan suara dan bernyanyi. Ibu bisa meningkatkan kemampuannya dengan mengajak bernyanyi dan menari bersama. Memutar musik dan video klip, lalu meminta mereka untuk mengikuti gerakan dan nyanyian pada musik tersebut. Permainan ini dapat membantu si Kecil belajar mengekspresikan diri dan menirukan gaya. Bernyanyi dan menari juga dapat meningkatkan percaya diri si Kecil. Selain itu, menari dapat membantu pertumbuhan motorik si Kecil.

  • Bersepeda

    Di usia 3 tahun, sudah saatnya anak diajarkan untuk bersepeda. Sepeda yang diberikan bisa dimulai dari sepeda roda tiga terlebih dahulu. Sepeda bisa membantu pertumbuhan motorik dan keseimbangan tubuh si Kecil. Orangtua bisa ikut serta dalam mengajarkan bersepeda hingga bersepeda bersama. Dalam tahap belajar bersepeda, si Kecil juga akan belajar tentang proses, dimana ada usaha, kegagalan, hingga keberhasilan. Bersepeda membuat si Kecil menjadi anak pintar dan cerdas.

Perlunya memilih permainan yang sesuai dengan usia anak diharapkan agar fungsi dari permainan tersebut tepat guna. Jika tidak, misalnya terlalu mudah untuk anak, tentu tidak membantu dalam perkembangan si Kecil. Jika terlalu sulit, bisa beresiko membuat anak frustasi. Nah Bu, dalam memilih permainan penting juga untuk mengetahui perkembangan kognitif anak di usia 3 tahun. Apa saja?

  1. Anak usia 3 tahun telah bisa mendengarkan cerita dan menanggapi.
  2. Anak usia 3 tahun bisa bermain sesuai kehidupan nyata, seperti memberi makan boneka.
  3. Anak usia 3 tahun sudah bisa berhitung.
  4. Anak usia 3 tahun sudah bisa menirukan suara, seperti suara mesin mobil.
  5. Anak usia 3 tahun bisa mengenali warna primer, seperti, merah, kuning, dan biru.

Memilih permainan yang cocok dan terlibat dalam permainan bersama si Kecil selain menyenangkan tentunya bermanfaat untuk tumbuh kembang si Kecil. Oleh karena itu, Ibu perlu untuk melakukannya secara berkala agar anak tumbuh cerdas dan menjadi pintar.