Whatsapp Share Like
Simpan

Mengajarkan hidup sehat pada anak sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Usia dini disebut sebagai masa peka dimana anak memiliki kemampuan belajar yang sangat cepat. Di usia si Kecil yang menginjak lima tahun pun Ibu seharusnya sudah mengenalkan serta membiasakan anak dengan berbagai kegiatan penunjang kesehatan, termasuk menjaga kebersihan diri. Menurut Kemdikbud (2011) kebersihan diri mencakup kebersihan anggota tubuh dan pakaian. Maka, kebiasaan cuci tangan adalah salah satu diantaranya, yakni sebagai upaya atau kegiatan dalam menjaga kebersihan diri si Kecil.

Kenapa sih harus dibiasakan cuci tangan?

Alasannya tidak lain adalah karena tangan merupakan media utama penyebaran kuman penyakit (www.who.int). Tangan tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan banyak benda. Ibu dan si Kecil tak akan pernah tahu seberapa banyak dan apa saja kuman penyakit yang mungkin menempel pada benda-benda itu kan? Soalnya kuman dan virus ternyata dapat bertahan hidup hingga 2 jam di atas permukaan kulit, meja, gagang pintu, mainan, dan lain-lain (Kemdikbud, 2011).

Apalagi umumnya secara refleks tangan seringkali menyentuh bagian tubuh lain seperti, mulut, mata, dan hidung. Melakukan tindakan tersebut dengan tangan kotor bisa mentransfer kuman masuk lewat tiga area tersebut. Oleh karena itu, cuci tangan dengan benar dan waktu yang tepat sangat diperlukan untuk menghilangkan kuman maupun virus yang berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Katakan pada si Kecil jika ia tidak cuci tangan dengan baik maka banyak penyakit akan mudah menyerang tubuhnya. Beritahu pula padanya bahwa saat ia rajin cuci tangan maka tubuhnya akan menjadi kuat sehingga tidak gampang sakit.

Beberapa penyakit yang bisa dihindari dengan kebiasaan cuci tangan dengan benar adalah diare, tipus, cacingan, flu, batuk-pilek, penyakit kulit, demam, dan infeksi mata. Dengan kata lain mencuci tangan bermanfaat untuk mencegah persebaran kuman dan bibit penyakit baik pada diri sendiri maupun orang lain. Wah, “sakti” sekali ya manfaat cuci tangan ini, Bu?

Waktu yang tepat untuk cuci tangan

Jangan lupa edukasi si Kecil tentang kapan waktu-waktu yang tepat dan dianjurkan untuk mencuci tangannya ya, Bu. Ajarkan bahwa kebiasaan cuci tangan pada anak harus dilakukan pada saat-saat berikut:

Artikel Sejenis

  • Usai melakukan aktivitas di toilet baik untuk buang air besar maupun kecil
  • Sebelum dan sesudah menyantap makanannya
  • Sepulang dari bermain, memegang mainan, dan memegang hewan
  • Sesudah bersin, batuk, atau buang ingus
  • Setelah bepergian atau pergi ke tempat umum, termasuk usai naik kendaraan umum
  • Setelah belajar
  • Sebelum tidur

Namun Bu, membiasakan perilaku sehat seperti cuci tangan ini tidak bisa dilakukan hanya dengan menyuruh si Kecil secara teori saja. Cara yang paling ampuh tentunya tetap melalui teladan orangtua. Anak belajar melalui pengamatan mereka terhadap suatu kegiatan yang dilakukan baik oleh orangtua maupun guru (Kemdikbud, 2011). Jika Ayah dan Ibu selalu rutin dan terbiasa cuci tangan, maka otomatis si Kecil akan lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut dalam hidup sehari-harinya. Perilaku hidup sehat seperti kebiasaan cuci tangan yang dilakukan rutin akan membentuk pola hidup si Kecil yang akan dibawanya bahkan hingga saat anak dewasa nanti.

Langkah cuci tangan yang benar

Kebiasaan cuci tangan bukan hanya tentang perkara membasuh tangan dengan air begitu saja. Ada hal-hal yang mesti diperhatikan serta langkah-langkah yang mesti dilakukan untuk memastikan bahwa kuman dan bibit penyakit benar-benar dibersihkan semaksimal mungkin. Ajari anak untuk mencuci dengan benar. Dalam mencuci tangan Ibu harus memastikan bahwa air yang digunakan oleh si Kecil untuk cuci tangan itu bersih dan dalam kondisi mengalir, misalnya air keran. Jangan lupa pula untuk memastikan si Kecil menggunakan sabun ketika cuci tangan.

Berikut ini akan disampaikan 5 langkah mencuci tangan yang benar berdasarkan buku “Membiasakan Hidup Sehat Pada Anak Usia 2-4 Tahun” yang diterbitkan Direktorat Pembinaan PAUD (2011). Yuk, ajak anak mempraktikkannya bersama!

  1. Basuh tangan pada air bersih dan mengalir
  2. Sabun digosokkan pada kedua telapak tangan hingga berbusa
  3. Bersihkan dengan cara menggosok bagian telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari dan kuku hingga pergelangan tangan minimal 15-20 detik
  4. Bilas dengan air bersih mengalir
  5. Keringkan tangan dengan menggunakan handuk bersih atau tisu

Ohya Bu, untuk membuat aktivitas cuci tangan si Kecil menjadi lebih menyenangkan, Ibu bisa sambil mengajak anak bernyanyi bersama lho. Untuk menunggu waktu minimal cuci tangan (20 detik), WHO bahkan menganjurkan sambil menyanyikan lagu “Happy Birthday” sebanyak dua kali. Begitu ya Bu, semoga informasi ini bermanfaat!