Whatsapp Share Like
Simpan

Masa pertumbuhan menjadi alasan utama mengapa kebutuhan air anak lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Air berfungsi untuk pengembangan sel-sel tubuh anak yakni mendukung aktivitas atau kinerja sel-sel serta terlibat dalam melakukan regenerasi sel. Terpenuhinya jumlah kebutuhan air anak berarti juga bahwa anak akan tumbuh sesuai termasuk juga tinggi badannya. Pasti membanggakan kan Bu, jika si Kecil makin tumbuh tinggi?

Pada usia 4-6 tahun, anak membutuhkan asupan air sekitar 1,5 liter atau 5-6 gelas per hari. Jumlah tersebut adalah jumlah minimal yang mesti dikonsumsi oleh si Kecil. Selain usia, jumlah kecukupan air tersebut juga dipengaruhi oleh jumlah aktivitas, suhu lingkungan, serta berat badan anak. Ibu harus tahu bahwa minum air secara rutin ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan si Kecil, lho. Beberapa penyakit yang dapat diminimalisasi dengan rutin mengkonsumsi air di antaranya adalah obesitas, infeksi saluran kencing (ISK), batu ginjal, dan sembelit. Jangan sampai anak Ibu mengalami sakit tersebut hanya karena kurang minum.

Selain bermanfaat bagi kesehatan, minum air cukup juga berpengaruh pada kecerdasan anak. Kesiagaan otak dan kemampuan belajar bergantung dan sebanding dengan asupan air (Batmanghelidj, 2007). Mengapa? Kekurangan cairan akan mengakibatkan dehidrasi bagi tubuh anak. Dampak yang ditimbulkan dari dehidrasi ini amat merugikan, diantaranya keluhan pusing, kelelahan, serta hilangnya fokus atau konsentrasi anak. Anak yang tidak fokus akan mengalami kesulitan dalam belajar karena kemampuan berpikirnya pun ikut menurun. Jadi, sudah paham kan seberapa pentingnya membiasakan minum air cukup untuk anak?

Namun, perlu Ibu perhatikan juga kualitas air yang akan dikonsumsi oleh si Kecil lho, Bu. Air yang layak minum dan sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut: tidak berwarna (jernih/bening), tidak berasa (tawar), tidak berbau, serta tidak mengandung bahan pencemar. Oiya Bu, memasak air sampai matang juga tidak kalah pentingnya. Sebab melalui proses pemasakan ini dapat mematikan bakteri dan kuman penyakit yang mungkin ada di air mentah. Jangan sampai ya Bu, si Kecil bukannya menjadi sehat malah mengalami gangguan kesehatan akibat tidak memperhatikan kualitas air yang diminumnya.

Berikut ini akan disampaikan beberapa tips untuk membiasakan si Kecil rutin minum. Simak baik-baik ya, Bu!

Artikel Sejenis

  1. Minum Rutin

    Ajari si Kecil untuk minum secara rutin. Rutin bukan berarti harus minum dalam jumlah yang banyak. Kebiasaan minum yang baik justru dengan cara mengonsumsinya secara sedikit-demi sedikit namun sering. Sebab, minum air dalam jumlah terlalu banyak dalam satu waktu justru akan membuat anak cepat buang air atau pipis.

    Edukasi si Kecil untuk tidak menunggu merasa haus terlebih dahulu untuk minum, namun “minumlah sebelum haus”. Kebiasaan minum dengan rutin akan membantu si Kecil terhindar dari dehidrasi atau kekurangan cairan. Beritahu juga pada si Kecil tentang berbagai manfaat minum air agar ia bersemangat menjalankan kebiasaan sehat ini. Katakan pada si Kecil kalau minum air yang cukup dapat membuat badannya lebih sehat dan pintar belajar!

  2. Teladan Orangtua

    Menyuruh anak minum air secara rutin tidak akan berarti jika orangtua tidak lebih dulu mencontohkan kebiasaan baik tersebut. Jadilah teladan bagi si Kecil ya Bu untuk terbiasa minum air putih sedari kecil. Ajaklah si Kecil minum segelas air putih bersama-sama pada waktu bangun tidur, tiap habis makan, usai melakukan aktivitas dan berolahraga. Mengajak si Kecil melakukan aktivitas minum air secara rutin tiap harinya ini secara otomatis akan membentuk pola kebiasaan anak dengan sendirinya. Semakin lama diterapkan, maka anak juga akan terbiasa minum di waktu-waktu tertentu tersebut bahkan tanpa harus disuruh atau diingatkan terlebih dahulu.

  3. Bekal Minum

    Selalu bawakan bekal air minum untuk si Kecil misalnya saat ia pergi ke sekolah. Pastikan si Kecil tidak kekurangan minum saat Ibu tidak berada di sampingnya. Ibu juga bisa mengajak si Kecil untuk memilih botol minum yang ia suka sebagai upaya menarik antusiasmenya dalam minum air putih.

Pastikan si Kecil selalu tercukupi kebutuhan airnya ya, Bu. Oleh karena itu, ada beberapa tanda yang dapat Ibu kenali saat si Kecil kurang minum, lho. Salah satu tanda umum di antaranya adalah bibir kering dan anak terlihat lelah berlebih. Selain itu, anak yang kurang minum akan memiliki warna air kencing yang kuning. Sementara anak yang cukup minum air warna pipisnya akan bening atau jernih. Yuk Bu, mulai terapkan ke si Kecil tips-tips di atas agar si Kecil selalu sehat!