Whatsapp Share Like
Simpan

Bermain bersama kakak atau adik,atau bahkan sepupu membuat si Kecil bisa mengembangkan dirinya. Pengembangan diri ini bisa dalam berbagai bentuk, baik secara fisik maupun psikologis. Bermain bersama juga memberikan interaksi yang hangat serta menyenangkan, dimana si Kecil bisa lebih efektif menyerap hal baru yang ditemuinya.

Baik permainan di dalam ruangan atau di luar ruangan, keduanya bisa membawa dampak baik. Efek positif ini tentu harus disertai dengan pendampingan orang tua sehingga dapat meminimalisir potensi konflik yang terjadi ketika mereka bermain. Satu dan lain waktu ketika si Kecil dan saudaranya bertengkar, Ibu harus mengambil sikap tegas.

Pertengkaran antar saudara memang tidak selalu berefek buruk pada hubungan keduanya. Tidak jarang, pertengkaran ini bisa menjadikan hubungan keduanya makin erat. Perasaan saling mengerti dan mencoba memahami satu sama lain akan terbangun seiring pertengkaran yang terjadi. Tapi tentu, akan lebih baik jika pertengkaran yang terjadi tidak berlarut-larut.

Berhadapan dengan pertengkaran anak-anak, Ibu sebagai orang dewasa harus bijak. Terdapat langkah-langkah efektif agar pertengkaran cepat selesai dan tidak berkepanjangan. Pada artikel ini, dirangkum beberapa langkah yang bisa Ibu terapkan ketika menghadapi pertengkaran si Kecil dan saudaranya.

Ajari untuk Mendiskusikan Solusi

Pada usia anak anak, katakanlah tiga sampai enam tahun, biasanya si Kecil sudah memahami konsep dasar penyelesaian masalah. Hal ini didapatkannya dari apa yang diajarkan Ibu selama fase awal kehidupan si Kecil, dan berbagai stimulus untuk mengembangkan kepekaan. Ketika terjadi pertengkaran, ajak keduanya duduk bersama dan mendiskusikan persoalan dengan lebih tenang.

Artikel Sejenis

Minta pendapat masing-masing anak untuk solusi dari pertengkaran. Jadilah sebagai penengah untuk konflik yang terjadi dan dorong penyelesaian dengan kepala dingin untuk keduanya.

Berikan Pujian pada Hal Baik

Membangun kebiasaan dan perilaku positif memang harus dilakukan sejak dini. Pujian dan penguatan pada perilaku baik si Kecil yang dilakukan, akan merangsang pemahaman si Kecil bahwa perilaku baik lebih disukai oleh Ibu. Ketika terjadi pertengkaran, fokuskan pada hal baik yang telah dilakukan keduanya satu sama lain, dan berikan pujian.

Kata-kata positif ini akan mengalihkan perhatian dari pertengkaran dan fokus pada hal baik yang telah dilakukan. Perhatian pada hal baik ini akan meredakan pertengkaran yang terjadi.

Contoh yang Baik

Si Kecil dan saudaranya tentu melihat juga interaksi yang dilakukan orang dewasa di sekitar mereka. Ketika yang dilihatnya adalah pertengkaran yang penuh emosi dan destruktif, maka hal demikian yang akan ditirukan. Jadilah role model yang baik. Ketika menghadapi perselisihan, selesaikan dengan nada bicara rendah dan solutif.

Paparan pada penyelesaian masalah seperti ini bisa memberikan pemahaman bahwa selisih pendapat tidak harus diselesaikan dengan emosi dan tindakan kasar. Argumen solutif dan penyelesaian dengan kepala dingin bisa dicontoh lebih baik oleh si Kecil.

Jangan Dihiraukan

Terkadang pertengkaran yang terjadi tidaklah melibatkan masalah yang serius, bahkan untuk skala pertengkaran anak kecil. Si Kecil dan saudaranya bertengkar bisa saja dengan alasan ingin mendapat perhatian dari Ibu atau orang dewasa lain. Ketika pertengkaran seperti ini terjadi, ada satu solusi ampuh : jangan dihiraukan.

Ketika pertengkaran yang si Kecil buat tidak mendapat perhatian, maka konflik seperti ini bisa berkurang dengan sendirinya. Sadar bahwa apa yang dilakukannya tidak mendapat respon yang diharapkan maka si Kecil akan berhenti melakukan pertengkaran demi mendapat perhatian.

Perlakukan Semua Anak Sama

Setiap anak memiliki keistimewaan sendiri yang dibawanya ketika dilahirkan, dan setiap anak adalah unik. Pertengkaran yang terjadi bisa diselesaikan dengan lebih baik ketika Ibu memperlakukan keduanya sama dan setara.

Upayakan tidak ada pembelaan pada salah satu pihak saja dan menyalahkan pihak lain. Si Kecil yang terbiasa mendapat perlakuan tidak sama ini malah bisa tumbuh menjadi si Kecil yang cenderung mencari keuntungan dari konflik yang terjadi. Pertengkaran harus disikapi dengan setara, baik pemberian konsekuensi untuk keduanya atau solusi yang tidak berat sebelah.

Pertengkaran bisa terjadi karena kombinasi berbagai hal. Rasa lapar, kelelahan, atau si Kecil yang mengalami hari buruk di sekolahnya bisa jadi pemicu pertengkaran. Ketika si Kecil atau saudaranya berhadapan dengan hal ini, upayakan untuk memberi mereka waktu sendiri-sendiri agar tidak terlalu banyak interaksi yang terjadi dan berpotensi pertengkaran.

Kepekaan emosional si kecil penting dalam menyikapi satu pertengkaran yang terjadi. Ibu harus senantiasa mendampingi dan memberikan pengertian pada kedua belah pihak, sehingga pertengkaran tidak berlarut-larut. Si Kecil yang pintar akan dapat menemukan solusi pada permasalahan ini dengan ide unik, sehingga mereka bisa kembali bermain dengan gembira.