Whatsapp Share Like
Simpan

Setiap Ibu pasti mendambakan si Kecil lahir dengan sehat dan kondisi fisik yang baik. Hal pertama yang perlu Ibu lakukan pada saat si Kecil lahir yaitu melakukan serangkaian tes kesehatan untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan sejak awal kelahiran. Tes kesehatan selain akan memeriksa kondisi si Kecil dari segi fisik dan organ sehingga mencegah keterlambatan penanganan medis khusus. Jadi, sangat penting untuk melakukan tes kesehatan pada si Kecil agar ia dapat memiliki tubuh yang kuat dan bertumbuh dengan optimal. Tes kesehatan pada si Kecil sebaiknya dilakukan sedini mungkin, mulai dari kelahiran pertama hingga 48 jam berikutnya, kemudian cek rutin setiap bulan. Berikut adalah rangkaian tes kesehatan yang harus dilakukan si Kecil:

  1. Tes APGAR
    Tes APGAR merupakan serangkaian tes pada warna kulit (Appearance), denyut jantung (Pulse), reflek gerak (Grimace), aktivitas otot Activity, dan pernapasan (Respiration). Tes APGAR dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada menit pertama dan 5 menit setelah kelahiran si Kecil. Tes pertama yaitu pada menit pertama, si Kecil akan dites kesehatan secara fisik, berat badan, panjang, serta kelainan pada tubuh. Kemudian tes kedua akan dilakukan kembali untuk memeriksa skor yang diperoleh. Jika skor mencapai nilai 7 atau lebih maka bayi dalam keadaan fisik yang kuat dan tidak memerlukan perawatan medis tertentu.
  2. Pemeriksaan Mata
    Mata merupakan organ yang perlu diawasi pula perkembangannya. Bayi berusia 5 bulan bahkan bisa terkena katarak. Si Kecil yang baru saja lahir bisa diperiksakan ke dokter untuk melakukan tes refleks merah untuk mengecek matanya normal. Ibu perlu melakukan tes penglihatan secara teratur pada si Kecil yang lahir prematur hal ini dikarenakan pada usia satu atau dua minggu setelah kelahiran belum terlihat adanya kelainan, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan. Kemudian jika anggota keluarga memiliki riwayat pada kelainan mata, Ibu juga perlu melakukan pemeriksaan rutin pada mata si Kecil. Jika Ibu melakukan tes mata sedini mungkin, si Kecil bisa terhindar dari sejumlah penyakit mata yang berbahaya mulai dari katarak, infeksi, tersumbatnya saluran air mata, hingga buta warna sekalipun.
  3. Tes Refleks
    Si Kecil jika memiliki refleks yang baik dapat diartikan memiliki aktivitas saraf dan otak yang normal. Bayi yang baru saja lahir seharusnya memiliki 7 refleks sebagai berikut.

    1. Rooting reflex
      Refleks ini terjadi ketika Ibu menyentuh sudut mulut si Kecil. Si Kecil akan memalingkan kepalanya dan membuka mulutnya sesuai dengan arah sentuhan. Refleks ini muncul sejak si Kecil lahir hingga usia 3-4 bulan.
    2. Refleks mengisap (sucking reflex)
      Refleks mengisap dimulai dengan rooting yaitu gerak refleks yang membantu si Kecil siap untuk disusui. Ketika langit-langit mulut si Kecil disentuh, si Kecil akan memiliki refleks untuk mengisap. Namun jika si Kecil lahir dengan kondisi prematur, kemampuan untuk mengisap belum baik.
    3. Refleks moro
      Refleks Moro atau refleks yang muncul saat si Kecil terkejut biasanya suara atau gerakan keras. Saat si Kecil terkejut, ia akan melemparkan kepalanya ke belakang, menjulurkan lengan dan kakinya, menangis, lalu menarik lengan dan kakinya kembali.
    4. Asymmetric tonic neck reflex
      Refleks ini terjadi ketika kepala si Kecil menengok ke satu sisi, lengan di sisinya membentang dan lengan yang berlawanan menekuk di siku. Begitu pula dengan arah sebaliknya.
    5. Refleks menggenggam (palmar grasp reflex)
      Jika Ibu membelai telapak tangan si Kecil, maka refleks ia akan menggenggam dan menutup jari-jarinya. Refleks ini muncul sejak lahir dan bertahan hingga usia 3-5 bulan.
    6. Refleks Babinski
      Refleks Babinski terjadi ketika Ibu menggaruk telapak kaki si Kecil. Jempol si Kecil akan mengarah ke atas dan jari-jari kaki lainnya akan terbuka.
    7. Stepping reflex
      Refleks ini juga disebut dengan istilah walking/dance reflex karena si Kecil tampak seperti melangkah atau menari ketika ia diposisikan dalam posisi tegak dengan kaki menyentuh permukaan yang kuat seperti tanah atau lantai.

  4. Tes Pendengaran
    Tes pendengaran pada si Kecil sudah bisa Ibu lakukan sedini mungkin bahkan setelah ia lahir. Tes skrining pendengaran sangat penting agar indra pendengaran si Kecil terdeteksi dan segera mendapatkan penanganan khusus jika mengalami gangguan pendengaran.


Semua pemeriksaan ini adalah cara penting untuk mengetahui kondisi si Kecil saat lahir. Jika si Kecil lahir dalam kondisi prematur sangat penting untuk melakukan tes kesehatan. Selain itu jangan lupa agar Ibu terus memberikan ASI yang merupakan kunci agar kesehatan si Kecil tetap kuat dan terjaga.