Whatsapp Share Like
Simpan

Saat memasuki usia 2 tahun, si Kecil akan mulai menunjukkan perilaku khusus. Ibu tidak perlu khawatir karena hal itu sangat normal. Si Kecil memang akan menunjukkan berbagai perilaku yang terus berubah tergantung pada tahapan perkembangannya. Untuk usia 2 tahun, hal yang paling umum terjadi adalah si Kecil menjadi sangat aktif dan banyak tenaga.

Oleh karena itu, Ibu harus mengetahui terlebih dahulu perilaku apa saja yang mungkin muncul ketika si Kecil mulai berusia 2 tahun. Setelah itu, Ibu dapat mencari solusi untuk perilaku si Kecil. Ibu juga dapat mengontrol perilaku mana yang membuat si kecil menjadi tidak stabil dan mana yang baik untuknya. Berikut ini merupakan 5 perilaku si Kecil jika mulai memasuki usia 2 tahun. Apa saja, sih? Yuk, simak ulasannya.

  1. Tantrum yang dialami lebih parah daripada saat masih berusia 1 tahun

    Saat si Kecil menginjak 1 tahun, tantrum atau ledakan emosi mulai terjadi. Nah, ketika memasuki usia 2 tahun, tantrum pada si Kecil semakin parah. Mengapa bisa demikian? Hal ini dikarenakan si Kecil semakin sensitif dan emosional. Selain itu, si Kecil sudah mulai memahami lebih banyak hal sehingga lebih mudah emosi.

    Ia juga mulai memiliki banyak keinginan untuk dituruti. Namun, kadang keinginannya tidak baik seperti ingin makan permen terus menerus. Ketika keinginannya dilarang, biasanya perilaku tantrum ini akan muncul. Si Kecil dapat berteriak, memukul, bahkan menggigit. Ibu yang melarang si Kecil untuk makan permen tentu kadang merasa tidak tega. Akan tetapi Ibu harus teguh demi kesehatan si Kecil. Lagi pula, perilaku tantrum ini dianggap normal sebagai salah satu fase perkembangan pada anak.

  2. Bingung menyampaikan keinginannya sehingga menjadi cengeng

    Si Kecil memang mulai banyak mau ketika memasuki usia 2 tahun. Saking banyaknya keinginan dan komunikasinya yang terbatas, ia akan kebingungan untuk menyampaikannya. Selain perilaku tantrum, biasanya anak semakin cengeng karena tidak bisa menyampaikan keinginannya. Hal ini sangat wajar terjadi pada anak usia 2 tahun. Yang perlu Ibu lakukan ketika anak menangis adalah menunggunya lelah dan diam. Setelah itu coba tanyakan dengan lembut apa yang ia inginkan. Jika ia masih kesulitan, cobalah untuk menebak-nebak apa yang diinginkan oleh si Kecil.

    Artikel Sejenis

  3. Rasa ingin tahu si Kecil meningkat secara pesat

    Rasa takut pada si Kecil mulai luntur ketika memasuki usia 2 tahun. Dengan begitu, ia akan semakin ingin tahu pada banyak hal. Si kecil akan mulai meniru apa yang dilihatnya. Selain itu, si Kecil biasanya akan mulai senang membantu. Misalnya Ibu sedang membereskan mainan si Kecil ke dalam kotak, maka ia dengan inisiatif akan ikut membereskan.

    Selain itu, si Kecil akan mulai memandang berbagai benda lebih lama. Ia pun akan sering menanyakan semua hal yang ia lihat atau tidak ia pahami. Ibu harus sangat sabar dan kooperatif dalam menanggapi si Kecil karena semakin tinggi keingintahuannya maka ia bisa semakin pintar.

  4. Kemampuan merespon lingkungan semakin berkembang

    Kini si Kecil tidak hanya mengekspresikan dirinya hanya dengan tangisan, ia mulai memiliki berbagai cara untuk merespon situasi dan kondisi di lingkungannya. Ia mulai banyak mencari perhatian dengan berteriak, menjatuhkan benda yang ia pegang, dan berbagai cara lainnya. Ia semakin senang untuk bermain-main, merespon ketika namanya disebut, dan memberikan respon terhadap ekspresi yang diperlihatkan orang-orang kepadanya.

  5. Mulai mencoba semua hal dan senang mengeksplorasi sekitar

    Setelah rasa ingin tahu pada si Kecil meningkat , ia tentunya akan mencoba semua hal karena penasaran. Perilaku ini sangat umum terjadi pada usia 2 tahun. Si Kecil akan sangat bersemangat mengeksplorasi sekitarnya. Ibu sebaiknya membiarkan si Kecil melakukan eksplorasi karena jika pergerakannya dibatasi, perkembangan kognitifnya akan lebih lambat. Namun, Ibu harus selalu mengawasi si Kecil agar tidak terjadi cidera, ya.

  6. Si Kecil menjadi sangat aktif bergerak

    Perilaku yang cukup membuat lelah Ibu adalah si Kecil yang menjadi sangat aktif bergerak ketika usianya menginjak 2 tahun. Si Kecil seolah tidak pernah kehabisan energi. Sebagai salah satu bagian pada fase perkembangannya, Ibu tetap harus mengontrol perilaku ini. Buat aturan mengenai jam bermain untuk si Kecil.

    Misalnya, ia hanya boleh bermain ketika pagi hari dan sore hari. Siang hari dan malam adalah waktu untuk beristirahat. Dengan begitu, si Kecil tidak akan overactive dan memahami bahwa ada yang namanya peraturan.

Itulah 5 perilaku yang umumnya muncul ketika si Kecil mulai memasuki usia 2 tahun. Ibu bisa mulai memperhatikan perilaku si Kecil sejak sekarang. Ibu harus memahami bahwa perilaku pada si Kecil ini merupakan salah satu bagian dari proses berkembangnya. Oleh karena itu, Ibu harus mendukung dan memberi pengawasan penuh. Pastikan si Kecil dapat belajar berbagai hal baru dari berbagai perilakunya di setiap fase umur. Dengan begitu, ia akan tumbuh menjadi pintar.