Whatsapp Share Like
Simpan

Kepintaran dan kecerdasan anak bisa diukur dari beberapa aspek. Cara pengukurannya pun beragam, dan bisa dilakukan baik secara mandiri ataupun dengan bantuan tenaga profesional. Pada usia balita, buah hati sedang mengalami periode emas perkembangan, terlebih secara fisik. Kemampuan motorik anak harus terus dirangsang dan diawasi, agar tetap sesuai dengan usianya.

Berbagai cara dan tips tentu banyak ditemukan oleh orang tua terkait stimulasi pada anak, khususnya pada usia empat hingga lima tahun. Akan lebih baik, jika stimulasi yang Ibu berikan kepada si kecil dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga profesional, agar tidak salah kaprah atau malah menimbulkan efek tidak diinginkan pada buah hati tersayang.

Untuk memudahkan orang tua dalam melakukan stimulasi pada buah hati usia tersebut, berikut lima cara yang bisa dilakukan untuk merangsang perkembangan anak yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Cara ini merupakan cara mendasar, yang tidak menimbulkan efek negatif apapun.

  1. Gerak Wajar

    Stimulasi ini bisa diberikan orang tua, baik ayah ataupun ibu, untuk membantu anak dalam koordinasi saraf, mata, pikiran, tangan dan gerak anggota badan yang lainnya. Mungkin gerakan yang disebutkan kemudian merupakan gerakan biasa saja untuk orang dewasa, namun untuk seorang anak, perlu konsentrasi yang tinggi dan koordinasi yang sempurna untuk melakukan gerakan sederhana berikut ini.
    Gerakan yang bisa dilakukan adalah seperti jungkir balik, adegan pantomim, berpose dan beberapa gerakan kecil sebagainya. Tentu stimulasi yang diberikan harus diperhatikan juga faktor keamanannya agar buah hati tidak cedera ketika mencoba menirukan gerakan yang telah dilakukan. Dampingi dengan sabar dan arahkan perlahan-lahan sehingga si anak juga tetap merasa bahagia ketika melakukan stimulasi ini.

  2. Perangkaian kata

    Stimulasi ini ditujukan agar anak mampu mengkoordinasikan antara gerakan tangan, mata dan saraf lain sehingga dapat melakukan serangkaian aktivitas yang berlanjut dan berkesinambungan. Nantinya, gerakan ini akan melatih anak untuk bergerak dengan stabil dan konsisten sesuai dengan apa yang dicontohkan.
    Gerakan sederhana yang bisa dicoba adalah gerakan menulis, menggambar serangkaian objek, atau mengetik pada tablet yang dimiliki. Berikan serangkaian kata dan gambar untuk disalin oleh si anak, sehingga anak dapat berlatih mengikuti langkah-langkah secara berurutan. Pastikan buah hati melakukan aktivitas ini dalam tempo yang stabil dan alur yang tepat untuk memastikan stimulasi yang diberikan bisa diserap dengan baik.

    Artikel Sejenis

  3. Menerapkan konsep dasar

    Konsep berguna untuk anak agar anak memiliki satu bentuk aktivitas yang terpola untuk kegiatan yang sama. Tentu konsep yang diberikan pada anak bukan mengenai konsep ilmiah, namun berupa gerakan dasar yang akan terus menerus dilakukan si anak. Gerakan berjalan, melompat, atau memindahkan sesuatu bisa jadi pengenalan konsep yang mudah.
    Gerakan lain yang bisa dilakukan untuk memberikan stimulasi pada perkembangan anak adalah gerakan dalam menggunakan sendok ketika makan. Gerakan ini mungkin sederhana, namun jika buah hati mampu mengadaptasi gerakan ini, maka koordinasi saraf dan gerak tangan serta tubuhnya akan terbentuk perlahan-lahan. Berikan gerakan-gerakan berulang yang mungkin akan dilakukan setiap saat untuk melengkapi stimulasi ini.

  4. Proses meniru

    Memberikan tontonan yang mendidik selalu jadi jalan untuk memberikan stimulasi yang baik bagi anak. Tidak jarang, orang tua mengeluarkan sejumlah dana demi memberikan tontonan yang mendidik dan positif untuk anaknya. Secara sederhana, orang tua bisa memberikan tontonan berupa animasi khusus anak-anak yang berisi gerakan dasar dan pengetahuan dasar untuk anak.
    Dengan melihat gerakan yang ada pada tontonannya, anak akan secara otomatis mulai menirukan gerakan-gerakan tersebut. Memang tidak bisa dilakukan secara instan, namun lambat laun anak akan dapat mengingat gerakan yang dilakukan dan koordinasi saraf akan terekam pada ingatan bawah sadar si anak.

  5. Ketelitian pada detail

    Pada stimulasi ini, gerakan yang dilakukan sedikit lebih besar dari keempat gerakan sebelumnya. Karena bertujuan untuk memberikan koordinasi yang diingat dalam jangka waktu lama, gerakan ini akan melibatkan beberapa anggota tubuh sekaligus sehingga dapat melatih koordinasi secara menyeluruh.
    Gerakan yang bisa dilakukan adalah dengan melempar dan menangkap bola, berlari kecil, mengendarai sepeda roda tiga, bahkan jika memungkinkan melakukan gerakan renang. Perlu ditekankan, bahwa keamanan buah hati harus selalu jadi perhatian utama dalam setiap stimulasi yang diberikan.

Lima gerakan rangsangan tadi selain melatih koordinasi juga akan melatih kekuatan badan dari buah hati. Perlahan namun pasti, setiap stimulasi yang diberikan dengan penuh kasih sayang akan dapat diserap dengan baik dan diingat dalam jangka waktu yang lama. Supaya stimulasi yang diberikan bisa maksimal, Ibu disarankan untuk meminta saran dari tenaga profesional yang sudah terlatih.