Whatsapp Share Like
Simpan

Otak si Kecil berkembang sangat pesat pada usia 1-2 tahun. Perkembangan otak tersebut juga ditandai dengan meningkatnya kemampuan berbicara pada si Kecil. Kemampuan bicara merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki si Kecil. Dengan kemampuan berbicara, si Kecil akan belajar berkomunikasi.

Melalui komunikasi, anak dapat memperbanyak kosa kata dan mengembangkan daya penerimaan dan juga daya ingatnya. Kelancaran berbicara anak pada usia 1-2 tahun juga menjadi tanda tumbuh kembang yang sehat, cerdas, dan pintar.

Bagi orangtua khususnya Ibu pastinya khawatir jika si Kecil mengalami keterlambatan dalam berkomunikasi atau berbicara. Penting bagi Ibu untuk mengetahui tahapan perkembangan bicara si Kecil mulai usia 0-24 bulan sebelum memberikan stimulasi perkembangan bicara. Tahapan perkembangan bicara tersebut antara lain:

Usia 0-3 bulan:

  • Si Kecil hanya mampu mengeluarkan suara seperti menangis ataupun tertawa.

Usia 4-6 bulan:

  • Si Kecil mulai bisa mengeluarkan kata pengulangan seperti “Ma..ma” dan “Pa..pa”.

Usia 7-8 bulan:

  • Si Kecil mulai mampu menggabungkan beberapa kata untuk diucapkan. Misalnya, “Mama makan”, “Minum susu”.

Usia 9-12 bulan:

  • Si Kecil mulai memiliki kemampuan berbicara aktif dengan menirukan apa yang Ibu ucapkan.

Usia 12-24 bulan:

  • Si Kecil sudah mampu berbicara dengan baik dengan perbendaharaan kata yang banyak dan telah bisa mengasah kemampuan berbicara sehingga Ibu mengerti apa yang si Kecil katakan.

Setelah mengetahui bagaimana tahapan perkembangan berbicara si Kecil, langkah yang harus orangtua khususnya Ibu lakukan adalah dengan memberikan stimulasi yang tepat bagi perkembangan berbicara si Kecil. Berikut 4 hal yang dapat memberikan stimulasi perkembangan berbicara anak usia 1-2 tahun:

  1. Berkomunikasi

    Mengajak si Kecil berkomunikasi akan membantu si Kecil menjadi anak yang komunikatif. Ibu perlu mengajak si Kecil berkomunikasi sejak dini kapanpun dan dimanapun. Perlu bagi Ibu untuk mengenalkan si Kecil dengan nama-nama benda yang sedang si Kecil pegang ataupun benda yang ada di sekitarnya. Ibu juga bisa mengajak si Kecil berkomunikasi dengan menceritakan semua kegiatan yang tengah Ibu lakukan. Terapis wicara di Chicago, Pam Quinn, mengatakan teruslah berbicara, walaupun tampak konyol karena bayi berusia di bawah 3 tahun belum pandai menjawab dan menanggapi. Dengan berbicara kepada si Kecil, Ibu telah mengajarkan si Kecil tidak hanya pada kemampuan berbicara namun juga pada aspek sosial si Kecil.

  2. Jadi “Role Model” Si Kecil

    Menjadi “role model” si Kecil dapat dilakukan dengan memperbaiki kesalahan kalimat yang mungkin saja salah diucapkan. Memperbaiki yang benar adalah dengan cara merespon ucapan si Kecil dengan penggunaan kalimat atau kata yang benar. Misalnya, saat si Kecil mengucapkan kata “cucu” untuk susu, Ibu bisa membenarkannya dengan merespon “iya, ini susumu”. Hindari untuk mengoreksi ucapannya dengan terang-terangan. Mengoreksi kata-kata si Kecil dengan terang-terangan dapat membuatnya tidak nyaman dan membuatnya berpikir apa yang si Kecil lakukan selalu salah di mata Ibu.

  3. Bernyanyi dan Bercerita

    Bernyanyi dan bercerita merupakan cara efektif yang dapat Ibu lakukan sebagai stimulasi perkembangan berbicara si Kecil. Pasalnya, tak hanya memberikan pelajaran pada perkembangan berbicara namun juga merupakan cara bermain si Kecil yang menyenangkan.

    Si Kecil pasti senang untuk diajak bernyanyi. Ibu dapat memilihkan lagu sederhana yang mudah untuk diingat dan dihafalkan si Kecil. Ibu juga bisa mengajarkan si Kecil bercerita tentang kesehariannya atau sekedar menceritakan cerita dongeng kepadanya.

    Bernyanyi dan bercerita mampu mengembangkan kosa kata berbahasanya serta melatih daya ingatnya pada suatu hal salah satunya melalui lagu.

  4. Instruksi dan Pertanyaan

    Penting bagi Ibu untuk memberikan instruksi dan pertanyaan untuk mengasah kemampuan berbicara si Kecil. Dengan memberikan instruksi kecil seperti “Dik, ambilkan Ibu sendok makan”, si Kecil akan mengetahui kosa kata benda dan belajar menanggapi seperti “Dimana?”, “Ini ya bu?”. Stimulasi lain juga dapat diberikan melalui pertanyaan. Tanyakan hal-hal sederhana yang sekiranya mampu untuk si Kecil tanggapi. Misalnya, “Adik tadi sore main dimana?”.“Adek mau makan?”, dan sebagainya.

Stimulasi yang Ibu berikan melalui perkataan, akan si Kecil simpan dalam memorinya dan suatu saat si Kecil akan meniru apa yang dia dengarkan, baik yang diajarkan orangtua maupun lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penting juga bagi Ibu untuk selalu mengajarkan si Kecil berbicara dengan kata-kata yang positif dan tetap menjaga lingkungan si Kecil agar tetap kondusif.

Nah Bu, penting juga bagi Ibu untuk tidak membanding-bandingkan kemampuan si Kecil dengan anak lainnya. Perlu diketahui bahwa perkembangan dan pertumbuhan setiap anak berbeda-beda. Namun, tetap usahakan stimulasi yang maksimal agar tumbuh kembang si Kecil sesuai, cepat tangkap dan aktif bergerak.