Whatsapp Share Like
Simpan

Si Kecil pandai bergaul dan berteman dengan orang baru yang ditemuinya. Tidak canggung dalam berbicara, serta bisa membuat lawan bicaranya nyaman dan berbincang atau berinteraksi dalam waktu yang relatif lama. Ketika orang lain merasakan kesedihan, si Kecil bisa melakukan hal yang tepat untuk berusaha meredakan kesedihan yang dirasakan orang tersebut sebagai bukti kepedulian.

Kepekaan secara emosional ini yang disebut dengan kecerdasan interpersonal. Secara definitif, kecerdasan interpersonal bisa diartikan sebagai kemampuan untuk memahami emosi dan perilaku orang lain, serta kemampuan berkomunikasi dengan efektif dengan lawan bicara. Pada usia si Kecil, antara tiga hingga enam tahun, hal ini biasanya sudah nampak.

Setiap anak terlahir dengan kecerdasan interpersonal pada kadar tertentu. Hanya saja, jika Ibu tidak segera menyadari hal ini, kemampuan atau kepekaan si Kecil lambat laun akan menurun sehingga si Kecil kurang dapat merasakan emosi orang lain. Kecerdasan ini berhubungan erat dengan kemampuan si Kecil dalam menjalin interaksi dengan teman sebaya, orang baru, atau lingkungan baru.

Jika dilihat dari sisi urgensi, kecerdasan interpersonal sama pentingnya dengan kecerdasan bidang akademis, seperti kepandaian berhitung dan berlogika. Pada beberapa riset yang dibuat, anak dengan kecerdasan interpersonal yang baik bisa memiliki hubungan yang sangat produktif dan sehat dengan teman sebayanya. Jika dikembangkan dengan baik, hal ini bisa berperan besar dalam kesuksesannya dimasa mendatang.

Lalu bagaimana cara merangsang perkembangan kecerdasan interpersonal pada si Kecil? Pertanyaan tersebut tentu muncul setelah membaca sedikit penjelasan di atas. Pada si Kecil, kecerdasan ini bisa dirangsang dengan beberapa kegiatan. Mengingat kapasitas belajar si Kecil yang teramat besar, pada dasarnya Ibu bisa melakukan hal berikut untuk merangsang perkembangan kecerdasan interpersonalnya.

Bermain Teater atau Drama

Mengikutsertakan si Kecil pada kelas drama atau teater dapat membantunya mengasah kemampuan interpersonal yang dijelaskan di bagian awal tadi. Drama dan teater memungkinkan si Kecil untuk berada pada satu skenario tertentu, dimana setiap orang akan diberikan peran dan emosi yang berbeda. Dengan begini si Kecil akan mengenal dan belajar merespon berbagai emosi yang ditampilkan oleh lawan bermainnya.

Jika tidak memungkinkan untuk mengikutkan si Kecil pada kelas khusus, Ibu bisa melakukan drama atau permainan teater di lingkungan rumah dengan bantuan orang terdekat. Simulasi sederhana tentang kejadian sehari-hari yang mungkin ditemui si Kecil bisa jadi latihan dan stimulus baik agar si Kecil mampu mengembangkan kecerdasan interpersonal dan kepekaannya.

Berpura-Pura

Berpura-pura mengambil peran dari Ibu, atau Ayah, atau Kakek atau orang terdekat lain juga menjadi cara yang menyenangkan untuk merangsang perkembangan kecerdasan ini. Dengan mengambil peran sebagai salah seorang yang si Kecil temui setiap hari, si Kecil bisa mengenal apa yang dirasakan orang tersebut ketika berada di dalam rumah.

Emosi seperti khawatir, peduli, marah, jengkel, frustasi, puas, senang, antusias dan lainnya bisa dicoba untuk dikenalkan. Dengan mengenal berbagai emosi ini, si Kecil kemudian akan mampu memiliki bayangan apa yang harus dilakukannya jika bertemu orang dengan emosi yang serupa. Kepekaan si Kecil akan lebih terlatih, karena si Kecil secara langsung pernah mencoba mengalami emosi yang sama.

Kegiatan Bersama Teman Sebaya

Berkemah, berolahraga atau kegiatan bersama-sama lainnya bisa jadi jalan yang baik untuk merangsang perkembangan kecerdasan interpersonalnya. Dengan bertemu orang baru, si Kecil akan terbiasa untuk berbicara dengan percaya diri dan bisa mengetahui bagaimana pendapat orang lain ketika bermain bersama.

Perspektif dari luar diri si Kecil akan membantu membangun kemampuannya berinteraksi, sehingga si Kecil akan lebih percaya diri ketika bertemu dengan orang baru. Tentu, peran Ibu sangat diperlukan di sini untuk mendampingi si Kecil bilamana si Kecil mengalami kebingungan ketika berinteraksi.

Interaksi dengan teman-teman baru di lingkungan yang baru juga menjadi sarana pengenalan aturan-aturan yang harus ditaati ketika bergaul di satu tempat tertentu. Pemahaman pada aturan serta kepekaan emosional yang terbangun akan terus diingat oleh si Kecil hingga dewasa, yang mana baik untuk bekal interaksinya dengan lingkungan baru.

Kecerdasan interpersonal sebenarnya sangat bermanfaat untuk si Kecil, baik ketika usia dini maupun ketika dewasa kelak. Si Kecil bisa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik, menjaga citra tertentu dan mengetahui bagaimana bersikap di hadapan berbagai macam orang, lebih peka secara emosional, serta dapat memahami sudut pandang orang lain lebih baik.

Si Kecil yang cepat tangkap dan bisa terus mempelajari hal baru merupakan kabar baik bagi setiap Ibu. Pada dasarnya, selama Ibu mengenalkan si Kecil dengan berbagai aktivitas bersama teman dan orang baru, si Kecil akan terus mengasah kecerdasan interpersonal ini secara alami. Jangan lupa untuk memberikan asupan nutrisi terbaik, agar si Kecil juga memiliki tubuh yang sehat.