Whatsapp Share Like
Simpan

Apakah si Kecil sudah sering tertawa atau melakukan ekspresi wajah lainnya, Bu? Jika belum, tak perlu khawatir karena setiap anak memiliki tahap pertumbuhan yang berbeda-beda. Pada umumnya memasuki usia satu tahun, si Kecil akan meniru berbagai ekspresi orang di sekitarnya. Dalam masa ini si Kecil memang mudah menyerap semua tingkah laku sekitarnya. Memasuki usia 7-8 bulan otak si Kecil sudah berfungsi merekam atau menyimpan memori dengan sangat baik. Usia 8 bulan si Kecil bisa mencontoh gerakan motorik seperti ekspresi emosi.

Ekspresi emosi tidak bisa diperoleh si Kecil hanya dengan melihat atau mengamati saja. Ibu perlu memberikan stimulasi agar otak si Kecil terangsang untuk melakukan sesuatu hal. Untuk awal perkembangannya berikan atau latihlah stimulus-stimulus sederhana. Dengan begitu si Kecil tidak akan tertekan dalam proses peniruan ekspresi yang Ibu ajarkan.

Berikan stimulus berbentuk suara dan kata. Saat usia dua bulan si Kecil akan meniru suara dan kata yang didengarnya dengan sekadarnya. Semua kata yang si Kecil dengar akan diucapkan dalam bentuk kata sederhana seperti “u..u..u” atau “a..a..a.” Memasuki usia tujuh bulan si Kecil akan mulai babbling atau mengucapkan kata senada dengan yang didengar. Misalnya kata “mama” diucapkan dengan “ma..ma..”

Si Kecil yang suka meniru suara yang didengarnya mengharuskan Ibu untuk sering berbicara dengannya. Ada hal yang perlu Ibu hindari selagi mengajak si Kecil berbicara. Jangan gunakan bahasa atau kata yang dicadel-cadelkan. Misalnya kata “minum” diganti menjadi “mimik” atau “makan” menjadi “mamam”. Gunakan bahasa yang baik dan benar sehingga si Kecil tidak terbiasa dengan kata yang salah.

Stimulus yang bisa Ibu berikan selanjutnya berupa gerakan motorik. Pada usia 8 bulan ajari si Kecil mengangkat tangan. Lakukan stimulus dengan mencontohkan gerakan tangan ke atas dan ke bawah. Gerakkan jari-jari tangan Ibu di udara hingga si Kecil meniru. Stimulus ini dapat melatih keterampilan motorik halus si Kecil untuk memegang benda. Memasuki usia 9 bulan si Kecil mampu melambaikan tangan atau melakukan gerakan kiss bye. Ibu juga perlu mengajari si Kecil melakukan gerakan mata genit. Gerakan tersebut dapat melatih saraf kelopak mata si Kecil. Pada usia 10 bulan si Kecil bisa melakukan gerakan tepuk tangan. Gerakan ini akan mengembangkan kemampuan indra peraba dan kepintaran si Kecil.

Ekspresi emosi juga harus dilatih dengan memberikan stimulus. Usia 9 bulan si Kecil bisa meniru ekspresi emosi seperti senang, marah, lucu, dan lainnya walaupun ia belum mengerti maksud emosi tersebut. Cara Ibu merangsang si Kecil untuk meniru ekspresi emosi bisa dengan selalu menunjukkan senyum dan tawa. Ibu tidak boleh menunjukkan emosi negatif di depan si Kecil. Jika itu terjadi, emosi si Kecil tidak akan stabil. Misalnya saat Ibu menangis di depannya, ia akan tumbuh menjadi anak yang cengeng. Sehingga Ibu harus mengusahakan selalu memberikan emosi positif untuk si Kecil.

Ibu juga perlu melakukan kegiatan seperti peniruan objek untuk melatih ekspresi si Kecil. Seperti disebutkan sebelumnya, usia 7 bulan si Kecil bisa meniru. Sehingga stimulus yang dapat Ibu lakukan dengan si Kecil adalah menaruh bola ke dalam keranjang. Dengan latihan ini si Kecil akan terus berkembang sehingga pemikirannya lebih kompleks. Misalnya si Kecil sudah bisa menekan tombol keyboard komputer. Bahkan saat ini banyak bayi yang mulai bermain dengan smartphone. Ketika bermain, pilihlah mainan yang menarik untuk si Kecil. Mainan yang berwarna, bercorak, berbentuk unik, dan berbunyi. Latihan ini akan merangsang si Kecil untuk menyentuh, mengambil, dan memegang benda-benda tersebut.

Beberapa hal di atas dapat Ibu lakukan untuk melatih ekspresi si Kecil. Namun, Ibu harus waspada apabila si Kecil tidak meniru berbagai kejadian di sekitarnya. Beberapa anak memang tidak sanggup meniru karena organ bicara dan pendengarannya terganggu. Jika itu terjadi si Kecil akan sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak bergaul dengan sekitarnya. Selain gangguan bicara atau pendengaran, bisa saja si Kecil terlambat dalam proses meniru.

Tidak semua anak memiliki proses pertumbuhan yang sama. Sehingga Ibu tidak perlu terlalu khawatir jika si Kecil belum juga meniru. Namun sebaiknya Ibu melakukan konsultasi kepada psikolog atau dokter untuk mengantisipasi kemungkinan yang ada. Dengan begitu si Kecil akan lebih baik pertumbuhan dan perkembangannya baik fisik maupun psikologisnya. Jika psikologisnya berkembang si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang cepat tangkap dan aktif bergerak.