Whatsapp Share Like
Simpan

Tumbuh kembang si Kecil yang perlu diperhatikan bukan saja dari segi fisiknya, namun juga dari sisi emosionalnya. Hal ini sering dilupakan sehingga ibu tidak memberikan pengasuhan yang tepat. Si Kecil yang pintar secara emosional akan tumbuh dengan sikap yang baik dan lebih ceria. Oleh karena itu, ibu harus mulai mencari cara terbaik mengasuh Si Kecil agar ia pintar secara emosional.

Pada usia dini, si Kecil akan meniru dan menyerap segala perilaku orang di sekitarnya terutama ibu. Hal itu kemudian akan berpengaruh pada perkembangan emosional si Kecil. Misalnya, jika ibu sering memukul atau berteriak, maka si Kecil pun berpotensi besar untuk melakukan kebiasaan yang sama. Selama mengasuh si Kecil, ibu pun sebaiknya memberi contoh juga mengenai berbagai sikap dan perilaku yang baik. Berikut ini terdapat 7 trik mengasuh anak agar pintar secara emosional yang bisa dicoba.

Sebaiknya tidak membentak dan bicara kasar pada si Kecil

Cara mengasuh anak yang paling dasar adalah ibu sebaiknya tidak membentak atau bicara kasar pada si Kecil. Sikap ini akan menjadi landasan dari sikap yang lain sehingga si Kecil memahami bahwa membentak apalagi berbicara kasar adalah hal yang buruk untuk dilakukan. Apabila ibu sedang marah karena ulah si Kecil, sebaiknya ibu mengambil nafas panjang. Cobalah untuk tenang dan berbicara lembut serta tidak memaki.

Berikan ruang agar si Kecil bisa berekspresi

Si Kecil akan tumbuh pintar secara emosi jika ia tidak terlalu dibatasi geraknya. Biarkan si Kecil berekspresi dengan bebas, dan berikan ruang yang cukup padanya. Dengan begitu, ibu akan lebih mudah melihat apa saja sebenarnya yang menjadi minat dan bakat si Kecil. Namun, meski memberi kebebasan bukan berarti tidak ada pengawasan. Ibu tentu harus selalu mendampingi si Kecil dalam setiap kegiatannya sehingga bisa tahu jika si Kecil melewati batas-batas tertentu.

Tunjukkan perbedaan mengenai baik dan buruk

Ibu sebaiknya memahami bahwa anak usia balita umumnya lebih suka melihat langsung daripada sekadar diberi tahu. Oleh karena itu, akan lebih baik jika ibu memberi tahu si Kecil disertai dengan sikap-sikap yang juga diperlihatkan. Terangkan terlebih dahulu mengenai perbedaan hal baik dan buruk. Ibu pun harus bisa memberi alasan mengapa suatu hal menjadi buruk dan tidak sebaiknya dilakukan.

Artikel Sejenis

Misalnya, si Kecil tidak boleh memakan terlalu banyak makanan manis. Ibu pun sebaiknya tidak meletakkan terlalu banyak makanan manis di dapur dan ruang makan. Jelaskan pada si Kecil bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dapat membuat giginya menjadi berlubang.

Bersikap tegas pada si Kecil di setiap kesempatan

Bersikap tegas bukan berarti kasar. Ibu harus selalu bersikap tegas dan tidak mudah terjebak rengekan si Kecil terhadap sesuatu. Apabila sudah waktunya untuk tidur malam, sebaiknya ibu tegas untuk meminta si Kecil berhenti bermain. Dengan ketegasan, si Kecil akan belajar disiplin, tanggung jawab, serta mematuhi peraturan.

Memberikan kasih sayang dan perhatian

Cara mengasuh ini adalah yang paling penting. Apapun yang ibu usahakan untuk si Kecil, selalu pastikan bahwa ibu memberikan kasih sayang serta perhatian yang cukup. Si Kecil bisa menjadi disiplin, pintar, serta bertanggung jawab dengan mengikuti berbagai pola pengajaran setiap hari. Namun, jika ia kekurangan kasih sayang, ia akan tumbuh menjadi anak yang pemurung dan mudah marah.

Komunikasikan semua hal yang terjadi termasuk kesalahan si Kecil

Apabila si Kecil melakukan kesalahan, ibu tidak boleh langsung memarahi si Kecil. Tanyakan dulu penjelasannya. Beri ia waktu dan kesempatan untuk memberikan argumennya. Komunikasikan dengan baik apa hukuman yang tepat saat si Kecil melakukan sebuah kesalahan. Dengan begitu, si Kecil akan lebih berhati-hati namun tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru.

Buat peraturan yang jelas dan mudah dipahami

Ibu juga harus membuat peraturan yang jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh si Kecil. Peraturan yang dibuat sebaiknya disepakati bersama serta mudah dipahami oleh si Kecil. Jika perlu, ibu bisa menulisnya dan menempelkannya di dinding.

Mengasuh anak agar pintar secara emosional tentu memiliki bermacam tantangan. Oleh karena itu, kunci kesuksesan salah satunya adalah ibu harus selalu konsisten. Milikilah keyakinan bahwa semua yang ibu ajarkan saat si Kecil berusia dini akan sangat berdampak pada masa depannya nanti. Tentu ibu juga akan sangat senang dan bangga apabila si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang emosionalnya stabil, baik, serta pintar. Semoga berbagai tips di atas bisa bermanfaat, ya. Selamat mencoba!