Whatsapp Share Like
Simpan

Sebagai seorang ibu, tentunya ingin si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan sekaligus pintar bukan? Padahal pada usia 2 tahun, umumnya si Kecil lebih suka bermain saja. Oleh karena itu, ibu harus mengajarkan berbagai kegiatan yang menyenangkan namun tetap memiliki unsur edukatif. Biarkan si Kecil merasa bermain tanpa menyadari bahwa ia sedang belajar.

Nah, untuk itu ibu harus memiliki berbagai kegiatan yang asyik untuk dilakukan berdua dengan si Kecil. Berikut ini merupakan 7 kegiatan asyik sekaligus edukatif yang bisa dicoba. Namun, apabila anak mudah bosan, ibu tidak perlu memaksakan si Kecil untuk melakukan berbagai kegiatan ini terus menerus setiap hari. Beberapa kali seminggu pun sudah cukup membuat si Kecil berkembang dan semakin pintar.

Bermain pasir dan air

Kegiatan pertama yang bisa diajarkan pada si Kecil adalah bermain pasir dan air. Permainan ini akan terasa sangat menyenangkan bagi si Kecil. Selama bermain, ibu bisa mulai mengajarkan pada si Kecil mengenai tekstur dan volume. Selain itu, tangan si Kecil yang memegang pasir basah akan mulai mengidentifikasi apa yang ia pegang. Hal itu dikarenakan sehari-hari ia terbiasa dengan hal-hal yang kering dan bertekstur halus. Bermain pasir dan air bagus untuk mengembangkan kemampuan motoriknya.

Menggambar dan mewarnai

Salah satu cara mengembangkan otak kanan pada si Kecil adalah dengan melatihnya menggambar dan mewarnai. Ibu bisa menyediakan berbagai pensil warna dan kertas. Biarkan si Kecil menggambar dengan kreasinya sendiri. Ibu juga bisa membelikan berbagai buku mewarnai khusus untuk usia 2 tahun. Si Kecil biasanya lebih menyukai menggambar karena lebih bebas. Namun, tetap sediakan buku mewarnai sehingga jika si Kecil bosan menggambar ia akan berpindah mewarnai benda-benda.

Menyusun balok

Untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya, ibu bisa ajarkan permainan menyusun balok. Ada berbagai jenis alat penyusun balok yang bisa ibu pilih tergantung usia si Kecil. Apabila si Kecil ternyata sangat mahir, maka ibu bisa membelikan balok untuk usia lebih lanjut. Hal tersebut menandakan bahwa si Kecil pintar. Jika sebaliknya, si Kecil lebih lambat dalam menyusun balok, ibu bisa membelikan balok untuk usia di bawahnya. Ibu tidak perlu khawatir, beberapa anak memang berkembang lebih lambat di tahun-tahun awal dan itu normal.

Artikel Sejenis

Berkenalan dengan angka

Kegiatan selanjutnya yang tidak kalah edukatif adalah dengan memperkenalkan urutan angka pada si Kecil. Untuk usia 2 tahun, ibu bisa mulai memperkenalkan angka 1 sampai 10 saja. Ajarkan setiap hari secara berulang-ulang. Jangan terlalu sering, ya, agar si Kecil tidak bosan dengan kegiatan berkenalan dengan angka ini.

Berkenalan dengan warna

Selain angka, memperkenalkan warna dasar pada si Kecil juga merupakan kegiatan yang asyik dan edukatif. Ibu bisa menggunakan bermacam alat peraga seperti mainan agar semakin menarik. Ibu harus sabar mengajari si Kecil untuk mengenal warna setiap hari. Percayalah, semakin lama si Kecil akan mulai menghafal semua warna, lho.

Berkenalan dengan huruf

Untuk kegiatan berkenalan dengan huruf, ibu bisa mengajari si Kecil sambil bernyanyi. Menyanyikan berbagai urutan huruf adalah media yang cukup efektif. Dengan begitu si Kecil akan lebih mudah mengingat berbagai huruf beserta urutannya. Untuk usia 2 tahun, Ibu cukup mengenalkan urutan huruf terlebih dahulu tanpa cara menulisnya. Ketika usianya menginjak 3 tahun, barulah Ibu mulai mengajarinya cara menulis huruf.

Berkenalan dengan bentuk

Berkenalan dengan bentuk juga bisa menjadi kegiatan yang sangat asyik untuk si Kecil. Berikan alat peraga yang cukup dekat dengannya seperti, buah, sayur, atau berbagai bentuk mainannya. Ajarkan bentuk yang mudah dahulu seperti lingkaran, kotak, oval, serta segitiga. Setelah itu, si Kecil biasanya sudah mampu mengidentifikasi bentuk benda-benda di sekitarnya dengan sendirinya. Ibu hanya perlu membimbing dan mengoreksi jika bentuk yang disebutkan si Kecil keliru. Menyenangkan, bukan?

Kunci suksesnya kegiatan di atas bukan saja terletak dari seberapa sering dilakukan. Jika ibu dan si Kecil sering berkegiatan namun tidak efektif maka hasilnya pun tidak akan terlalu baik. Agar berbagai kegiatan asyik juga edukatif tersebut dapat maksimal, sebaiknya ibu memilih waktu di sore hari saja. Selain itu, cukup lakukan satu jenis kegiatan saja dalam sehari. Misalnya hari Senin menyusun balok, maka hari Selasa bisa diganti dengan menggambar dan mewarnai. Dengan begitu, si Kecil juga tidak akan mudah menjadi bosan.