Whatsapp Share Like
Simpan

Kehamilan adalah momen paling ditunggu-tunggu bagi wanita yang sudah menikah dan berkeluarga. Mengetahui adanya kehidupan baru di dalam perut Ibu adalah sebuah anugerah yang tak terkira harganya. Nah, sebelum si Kecil lahir, Ibu harus mengalami suatu momen kehamilan selama sembilan bulan terlebih dahulu. Ibu akan mengalami banyak hal selain perut yang membesar setiap hari seiring dengan berkembangnya sang buah hati.

Mual dan muntah adalah gejala yang umum, tapi terkadang gejala hamil pada setiap wanita berbeda-beda. Jangan lupa selalu pastikan dengan test pack atau langsung periksakan ke dokter jika Ibu mengalami beberapa gejala berikut ini.

  1. Nyeri payudara yang berlangsung lama
    Ibu mungkin akan mengalami sensasi payudara yang terasa penuh, sesak, disertai rasa nyeri saat awal kehamilan. Payudara Ibu juga mungkin akan lebih sensitif, keras, dan mengencang saat disentuh. Pembengkakan ini terjadi satu hingga dua minggu setelah Ibu mengalami pembuahan, dan dapat berlangsung cukup lama akibat lonjakan tingkat progesteron dalam tubuh untuk mendukung kehamilan. Kondisi ini terjadi karena payudara seorang wanita dipersiapkan untuk menampung ASI.
  2. Ngidam yang aneh-aneh saat hamil
    Ibu mungkin sudah sering mendengar tentang hal ini. Tiba-tiba ingin sop buah, rujak segar, atau asinan bahkan mungkin selera makan Ibu berubah drastis. Ngidam merupakan salah satu tanda kehamilan yang ditandai dengan keinginan atau kebutuhan akan kombinasi makanan yang tidak biasa. Pada umumnya, wanita hamil muda lebih menyukai makanan dan buah-buahan yang masam dengan rasa yang menyengat. Hal ini dapat berlangsung selama kehamilan.
  3. Mual dan muntah karena ada perubahan hormon
    Ketika Ibu hamil, Ibu akan mengalami perubahan banyak hormon, sehingga mual dan muntah adalah gejala yang wajar. Ibu akan terbiasa dengan mual dan muntah tiga minggu setelah pembuahan. Akibat perubahan hormon ini, Ibu juga akan merasa mudah kepanasan, mudah mengantuk, dan lebih sensitif pada indra penciuman.
  4. Terlambat datang bulan
    Tanda awal kehamilan klasik ditandai dengan terlambatnya datang bulan. Hal ini karena ovarium sudah dibuahi oleh sperma sehingga ia tak perlu meluruh. Memang gejala terlambatnya datang bulan dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya kehamilan, seperti aktivitas fisik, pola makan, dan stres. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan kondisi kehamilan Ibu.
  5. Kondisi mood lebih mudah naik-turun
    Mirip dengan menstruasi, hamil juga mengubah seluruh hormon dalam tubuh Ibu. Perasaan Ibu menjadi lebih sensitif, tak menentu, kadang insomnia, lalu tiba-tiba menangis karena merasa bersalah. Wanita hamil muda biasanya juga lebih mudah khawatir dan gelisah. Penyesuaian tubuh terhadap adanya janin dalam perut Ibulah yang menyebabkannya. Oleh karena itu, dukungan orang-orang terdekat sangat penting untuk mendukung kondisi kehamilan sang Ibu.
  6. Kualitas tidur terganggu
    Ibu akan jadi sering begadang karena tak bisa tidur, namun kadang mengalami kelelahan yang berlebih. Apalagi pada malam hari, ibu hamil akan rentan mengalami gangguan yang membuat tidur tidak nyaman, seperti bolak-balik ke toilet, kram perut bagian bawah, perut tidak nyaman, dan gangguan-gangguan lainnya. Karena waktu istirahat yang kian tak menentu, sebaiknya Ibu mengambil waktu istirahat pada waktu siang hari setelah makan siang.

Meskipun Ibu harus mengalami hal tersebut, momen kehamilan akan menjadi momen yang luar biasa karena hidup Ibu akan berubah sejak saat itu. Ibu akan melakukan apapun agar si buah hati tetap sehat. Jangan lupa untuk terus mengikuti perkembang si buah hati setiap bulannya. Jika perlu, berbagi cerita dengan teman yang sudah berpengalaman bisa menjadi cara yang asyik untuk mendapatkan informasi mengenai kehamilan.

Jika tanda-tanda di atas sudah terlihat oleh Ibu, tetap jaga kandungan dan berikan si buah hati nutrisi yang terbaik. Konsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung asam folat tinggi serta mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan janin Ibu. Dengarkan apa kata dokter kandungan Ibu, sebisa mungkin hindari asap rokok, dan kurangi junk food serta asupan lemak jenuh. Hal ini dikarenakan selama masa kehamilan, janin akan menyerap lebih banyak nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang si kecil agar ia tetap kuat.

Artikel Sejenis