Share Like
Simpan

Halo, Ibu! Bagaimana kabar perkembangan si Kecil hari ini? Semoga ia sehat selalu, ya. Kali ini, saya ingin berbagi sedikit cerita nih, Bu. Sudah beberapa waktu belakangan, saya sering melihat teman-teman saya mengunggah foto anaknya yang sedang dilatih untuk berenang meskipun usianya masih sekitar 6-7 bulan. Menggemaskan deh Bu melihat foto si Kecil yang bermain air seperti itu. Apalagi mengingat bahwa aktivitas berenang merupakan salah satu aktivitas olahraga yang juga baik manfaatnya untuk stimulasi motorik kasar pada balita.

Namun, saya melihat ada beberapa orang tua yang berkomentar bahwa penggunaan pelampung leher (neck ring) pada si Kecil bisa berbahaya bagi pernapasannya. Demi mendapatkan informasi akurat terkait penggunaan pelampung yang tepat, saya langsung mencari di forum konsultasi anak online yang membahas tentang jenis-jenis pelampung untuk anak. Setelah melihat beberapa sumber, akhirnya saya menemukan topik mengenai pemilihan jenis pelampung sesuai perkembangan anak di bawah lima tahun. Berikut adalah pembagiannya:

  • Neck Ring

 

 

Apabila Ibu pernah melihat video atau foto anak di bawah satu tahun yang sedang berenang dengan pelampung di bagian leher, benda tersebut bernama neck ring. Pelampung ini biasanya digunakan untuk anak berusia enam bulan hingga dua tahun untuk kegiatan berenang di rumah dengan menggunakan kolam plastik ataupun bak mandi. Menurut forum diskusi anak online, pelampung jenis ini terbilang aman karena didesain khusus untuk menjaga bagian kepala balita agar tidak tenggelam saat berada di air namun tetap memberikan keleluasaan pada si Kecil untuk mengeksplorasi air menggunakan tangan dan kaki. Supaya lebih aman, sebaiknya baca terlebih dahulu instruksi pada kemasan atau tanyakan kepada penjual perihal cara pemasangannya ya, Bu.

  • Pelampung Pinggang 

Apabila Ibu merasa si Kecil sudah mulai mantap menjaga keseimbangan tubuh di tahap tumbuh kembang balita sekarang, Ibu sudah mulai bisa mencoba pelampung berjenis ini. Cara menggunakannya hampir mirip dengan pelampung pinggang yang biasa kita kenal dengan nama ban pinggang. Bedanya, pelampung jenis ini dilengkapi dengan lubang kaki agar si Kecil bisa duduk pada saat menggunakan pelampung ini. Hal ini bertujuan untuk mencegah terlepasnya pelampung dari tubuh si Kecil saat bermain di air yang dapat meningkatkan risiko tenggelam. Namun, pastikan Ibu atau Ayah tetap mengawasinya saat berenang ya, Bu.

  • Pelampung Lengan

Nah, untuk jenis pelampung yang satu ini, Ibu harus memastikan betul kalau si Kecil sudah terbiasa bermain di air dan sudah memiliki teknik dasar berenang, seperti cara mengayunkan tangan dan kaki, mengatur napas, dan menyeimbangkan tubuh di kolam renang. Pelampung jenis ini dirancang untuk menjaga si Kecil agar tidak tenggelam seiring dengan perkembangan balita yang sudah aktif bergerak, yaitu usia empat hingga lima tahun. Biarpun begitu, alangkah baiknya jika Ibu dan Ayah tetap mengawasinya selama berada di dalam kolam renang untuk mencegah adanya risiko tenggelam.

Setelah mengetahui cara memilih pelampung sesuai dengan tahap tumbuh kembang balita, kini Ibu dan Ayah sudah bisa menyesuaikan kebutuhannya dan mengajak ia beraktivitas sambil bermain di air. Tak hanya menyenangkan, aktivitas seperti ini juga bisa menambah kedekatan antara Ibu, Ayah, dan juga si Kecil.

Bagaimana, Bu? Apakah informasi yang saya bagikan sudah cukup membantu? Jika Ibu masih belum yakin bagaimana cara memilih pelampung yang sesuai dengan tumbuh kembang si Kecil, janganlah ragu untuk mencari forum diskusi anak online untuk bisa langsung berkonsultasi dengan pakarnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bu!