Share Like
Simpan

Hai, Bu. Apa kabar? Semoga Ibu dan si Kecil sehat selalu, ya. Beberapa hari yang lalu, saya dan suami sempat kebingungan. Sebab, si Kecil mendadak rewel sekali padahal secara fisik ia terlihat baik-baik saja. Khawatir terjadi sesuatu padanya, kami pun segera membawa ia ke dokter anak untuk berkonsultasi. Dari situ, saya dan suami jadi tahu bahwa ternyata bayi sehat kesayangan kami sedang mengalami growth spurt. Supaya kami tak cemas, dokter pun menjelaskan apa itu growth spurt secara lebih rinci. Berikut selengkapnya:

  • Growth spurt adalah masa percepatan pertumbuhan yang terjadi pada setiap orang.
  • Saat si Kecil mengalami growth spurts, sel-sel tubuhnya berkembang lebih cepat. Asupan nutrisi yang ia butuhkan pun lebih tinggi dibanding biasanya. Ini sebabnya, bayi Ibu seolah selalu lapar.
  • Pada setiap orang, growth spurt terjadi sebanyak dua kali, yaitu sewaktu bayi dan saat menginjak masa remaja atau pubertas. Pada bayi, waktunya akan berbeda-beda, tapi biasanya terjadi saat ia berusia 3-6 minggu, 3 bulan, 6 bulan atau 9 bulan.
  • Umumnya, growth spurts pada si Kecil berlangsung selama 2-4 hari. Tapi, tidak tertutup kemungkinan bahwa bayi Ibu akan mengalami percepatan pertumbuhan lebih dari itu, bahkan hingga lebih dari seminggu.
  • Saat mengalami growth spurt, umumnya si Kecil akan selalu menempel pada Ibu dan tangisannya akan berhenti saat disodori ASI. Karena kebutuhan nutrisi hariannya meningkat berkali-kali lipat, ia pun jadi lebih sering terbangun di malam hari untuk menyusu.
  • Terakhir, setelah growth spurts selesai, tinggi dan berat badan bayi akan terlihat bertambah secara signifikan.

Selain mendapatkan penjelasan lebih detail, kami juga diberitahu apa saja yang perlu dilakukan saat si Kecil mengalami growth spurt ini. Berikut beberapa di antaranya:

  • Memberi ASI sesuai keinginan si Kecil, karena tubuhnya memang sedang membutuhkan asupan nutrisi lebih banyak dari biasanya.
  • Pantau tanda kecukupan cairan tubuh si Kecil, salah satunya dari frekuensi BAK (buang air kecil) hariannya. Bila cairan di tubuh mungilnya cukup, si Kecil akan buang air kecil minimal enam kali per hari, Bu.
  • Karena keinginan menyusu si Kecil mendadak meningkat berkali lipat, banyak Ibu kemudian memberikan susu formula untuk menjawab hasrat menyusu bayi mungilnya. Padahal, menurut dokter, hal ini sebaiknya tidak dilakukan, terutama bila si Kecil belum genap berusia 6 bulan. Usahakan untuk tetap memberi ASI eksklusif pada si Kecil, karena susu formula akan bertahan di lambung lebih lama dan ini membuat bayi Ibu merasa selalu kenyang, padahal ia membutuhkan lebih banyak asupan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.
  • Supaya Ibu bisa terus mendampingi si Kecil dengan optimal, usahakan untuk tidur saat si Kecil tertidur. Dengan begini, kebutuhan istirahat Ibu tetap tercukupi, meski di malam hari harus terbangun berkali-kali untuk menyusui.
  • Ibu disarankan untuk menghindari terlebih dulu konsumsi makanan-makanan dengan gas tinggi seperti kubis, jengkol, durian, dan sebagainya. Tujuannya agar air susu Ibu tidak menyebabkan si Kecil kembung.
  • Minta bantuan Ayah untuk membantu Ibu bergantian menjaga si Kecil ketika rewel ya, Bu. Ayah bisa membantu menimang, menggendong, dan memeluk bayi sambil memberinya ASIP. Tak hanya membuat Ibu punya waktu untuk beristirahat, hal ini juga membuat bayi merasakan kehadiran dan kedekatan dengan Ayah saat ia mengalami growth spurts. Kedekatan dengan Ayah sejak dini penting lho, Bu, untuk mengoptimalkan perkembangan psikologi anak.
  • Terakhir tapi tak kalah penting, hindari merasa stres saat si Kecil mengalami growth spurts ya, Bu. Sebab, bila Ibu stres, produksi ASI bisa menjadi kurang lancar.

Nah, itulah beberapa poin penting seputar growth spurt pada bayi yang saya dapatkan setelah berkonsultasi dengan dokter. Semoga info ini bermanfaat, ya. Terutama bila saat ini si Kecil tengah mengalaminya.