Whatsapp Share Like
Simpan

Bayi saya kenapa, ya, kok tiba-tiba saya melihat ada luka melepuh di sekitar bibirnya? Awalnya saya pikir ia hanya digigit serangga atau semacam reaksi alergi, Bu, tapi setelah saya banyak bertanya dan mencari informasi, ternyata ia terkena virus herpes. Khawatir jika terjadi apa-apa, saya pun mencoba mencari lebih banyak informasi mengenai herpes pada bayi. Berikut informasi yang berhasil saya dapatkan yang mungkin berguna untuk Ibu:

Apa Penyebabnya?

Herpes merupakan sejenis infeksi yang disebabkan oleh virus. Herpes yang menyerang bayi biasanya disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Virus ini umumnya menyerang anak berusia 1 sampai 5 tahun, tapi dapat menyerang bayi saat masih berada di dalam kandungan atau saat proses persalinan yang ditularkan dari sang ibu. Selain itu virus herpes juga dapat ditularkan saat proses menyusui jika payudara ibu memiliki luka herpes.

Virus HSV dapat menular melalui air liur, kontak kulit, dan sentuhan pada benda yang dipegang penderita. Bayi yang belum memiliki sistem kekebalan tubuh sempurna sangat rentan terserang virus ini, terlebih saat kondisi kesehatannya sedang lemah. Misalnya saja saat bayi kelelahan, terluka pada kulit, dehidrasi, flu, atau terpapar sinar matahari atau dingin terus menerus.

Herpes juga dapat menyerang bayi jika ia dicium oleh orang yang menderita luka melepuh herpes di sekitar mulutnya. Untuk itu sebaiknya bayi berusia di bawah 6 bulan tidak boleh sembarangan dicium oleh orang asing.

Ciri-ciri Herpes pada Bayi

Bayi yang terserang herpes akan memiliki luka melepuh di sekitar mulut, hidung, dagu, dan pipi. Luka tersebut akan pecah dalam beberapa hari yang kemudian membentuk kerak dan dapat sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih satu hingga dua minggu.

Artikel Sejenis

Selain terdapat luka melepuh, herpes pada bayi ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Tiba-tiba demam yang baru muncul pada dua sampai 12 hari setelah infeksi
  • Sakit tenggorokan
  • Gusi bengkak
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Mengalami ruam
  • Sering meneteskan air liur
  • Rewel
  • Tidak mau makan dan minum
  • Lidah dan kulit membiru
  • Sesak napas
  • Menangis kencang

Bila sudah terdapat tanda sesak napas yang disertai dengan lidah dan kulit yang membiru, ini menandakan bahwa herpes pada bayi sudah menyerang sistem pernapasannya dan harus segera ditangani. Bawa bayi ke dokter agar mendapatkan penanganan selanjutnya.

Waspada Komplikasinya

Herpes pada bayi tidak boleh disepelekan, Bu, karena dapat berkembang menjadi herpes sistemik. Herpes jenis ini dapat menyebabkan komplikasi serius, mulai dari gangguan pernapasan, kejang, penurunan kesadaran, hingga radang otak (ensefalitis). Jika kondisi tersebut terjadi, maka dapat mengganggu kinerja organ vital bayi, seperti sistem saraf pusat, paru-paru, ginjal, dan hati. Tak hanya itu, virus herpes juga bisa menyebar hingga ke mata yang dapat mengakibatkan infeksi pada kornea dan menyebabkan kebutaan.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Terdengar menyeramkan, ya, tapi sebenarnya herpes pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya, Bu. Herpes juga masih bisa diobati, meskipun tidak dapat sembuh sepenuhnya, hanya gejalanya saja. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, darah, dan urin serta mengambil sampel dari luka dan cairan otak melalui pungsi lumbal.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi herpes pada bayi:

  1. Infeksi herpes akan dapat diatasi dengan obat antivirus yang diberikan melalui infus ke pembuluh darah bayi yang akan memakan waktu beberapa minggu. Bila bayi kejang atau sulit minum hingga mengalami dehidrasi, maka akan diberikan juga pengobatan lainnya.
  2. Pada ibu hamil yang positif terserang herpes, maka disarankan untuk melakukan proses persalinan dengan operasi Caesar saja demi mencegah penularan terhadap bayinya. 
  3. Di samping itu, ibu hamil yang mengidap herpes genital juga disarankan untuk menjalani pengobatan antivirus sejak usia kehamilan 36 minggu.
  4. Untuk mencegah penularan herpes kepada bayi, Ibu dan Ayah disarankan untuk melakukan hubungan seksual yang aman dan sehat.
  5. Mencegah bayi untuk tidak sembarangan dicium oleh orang asing.

Panduan Merawat Bayi yang Terserang Herpes

Bila bayi sudah terlanjur terserang virus herpes, Ibu bisa melakukan perawatan sebagai berikut:

  • Berikan obat pereda nyeri ringan seperti paracetamol sesuai resep dokter.
  • Kompres luka dengan handuk basah untuk meredakan bengkak dan merahnya.
  • Jangan memberikan MPASI yang asam dan asin, karena dapat membuat lukanya terasa lebih sakit.
  • Berikan makanan yang lembut dan dingin.
  • Oleskan salep pereda nyeri dengan panduan dan resep dokter.
  • Terus berikan ASI dan cairan lainnya dengan jumlah lebih banyak untuk mencegah bayi dehidrasi.
  • Hindari untuk menyentuh luka.
  • Rutin membersihkan tangan bayi dengan air mengalir dan sabun atau cairan antiseptik.
  • Hindari berbagi peralatan makan dan minum dengan penderita.

Demikianlah informasi tentang herpes pada bayi yang penting untuk Ibu ketahui. Jangan ragu untuk langsung membawa bayi ke dokter saat Ibu menjumpai gejala-gejala di atas ya, Bu. Semoga informasi ini bermanfaat dan buah hati sehat selalu.

Bila Ibu masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi, kunjungi saja laman Tanya Pakar. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu secara langsung. Pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu untuk bisa menggunakan fitur tersebut, ya.

Sumber:

alodokter.com