Share Like
Simpan

Selain nutrisi, kualitas waktu tidur bayi juga penting diperhatikan agar perawatan bayi optimal untuk si Kecil. Sebab, istirahat yang cukup dan berkualitas bisa memengaruhi tumbuh kembangnya. Inilah sebabnya, sejak si Kecil lahir, saya rajin mencari tips menciptakan tidur yang aman dan nyaman untuk bayi lewat berbagai forum online, Bu. Berikut beberapa info yang berhasil saya dapatkan:

1. Tidur terpisah dengan si Kecil.
Tidur seranjang dengan si Kecil yang baru lahir memang terdengar menyenangkan. Namun, sebaiknya Ibu berpikir ulang sebelum melakukannya. Sebab, menurut artikel-artikel yang saya baca di forum online, kebiasaan tidur seranjang dengan bayi berisiko membahayakan si Kecil. Tak hanya berisiko tertindih tubuh Ibu atau Ayah, ia juga berisiko mendapatkan lebih sedikit oksigen karena harus “berebut” dengan Ibu dan Ayah.

Supaya hati lebih tenang meski tak satu tempat tidur dengan si Kecil, Ibu bisa meletakkan tempat tidurnya di ruangan yang sama dengan Ibu selama satu tahun pertama. Dengan begini, Ibu bisa tetap mengawasi si Kecil dan sigap merespon tangisan maupun rasa laparnya. Namun, bila karena kondisi tertentu Ibu dan Ayah harus tidur seranjang dengan si Kecil, perhatikan beberapa hal berikut:
- Sebaiknya Ayah dan Ibu bukan perokok. Sebab, meski tidak sedang merokok, nikotin dan zat-zat berbahaya pada rokok bisa saja menempel pada tubuh dan pakaian sehingga memberikan efek negatif pada kesehatan si Kecil.
- Hindari penggunaan selimut berbahan tebal. Pilihlah selimut yang ringan sehingga memperkecil kemungkinan si Kecil tertutup selimut dan kekurangan oksigen.
- Posisikan si Kecil di samping luar, bukan justru berada di antara Ibu dan Ayah, agar ia tidak terjepit di tengah orang dewasa.
- Lindungi pinggiran tempat tidur dengan bantal atau guling agar si Kecil tidak jatuh saat sedang berguling.

2. Pastikan kualitas tempat tidurnya
Demi keamanan si Kecil, ada beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan ketika memilih tempat tidur untuknya. Di antaranya:
- Di samping empuk dan nyaman, pastikan Ibu memilih ranjang dengan kerangka yang kokoh sehingga tidak mudah roboh.
- Pastikan terdapat pembatas tempat tidur di sekeliling ranjang. Bila perlu, usahakan pembatas ini cukup tinggi agar bisa dipakai hingga si Kecil sampai di usia tertentu. Selain itu, Ibu pun jadi tak perlu khawatir bila si Kecil berusaha berguling atau memanjat tempat tidur.

3. Lapangkan tempat tidur si Kecil
Melihat si Kecil tidur dikelilingi boneka memang menggemaskan, Bu. Namun, demi kesehatannya, sebaiknya tempat tidur si Kecil bebas dari boneka dan benda-benda lain yang berpotensi jadi tempat berkumpulnya debu. Selain membuat si Kecil terhindar dari risiko gangguan pernapasan, tempat tidur pun jadi terlihat lebih lapang.

4. Balut tubuh si Kecil untuk menjaganya tetap hangat
Membalut tubuh si Kecil dengan kain agar senantiasa hangat atau yang banyak dikenal dengan istilah membedong menjadi teknik perawatan bayi berikutnya yang dapat membuatnya tidur lebih lelap. Sebab, tubuh yang hangat membuat si Kecil lebih mudah rileks dan masuk ke tahap tidur nyenyak. Selain itu, si Kecil pun dapat terlindung dari gigitan nyamuk.

Supaya si Kecil tetap merasa nyaman, berikut hal-hal yang perlu Ibu perhatikan saat membedong:
• Gunakan bahan kain yang ringan dan menyerap keringat.
• Hindari membedong si Kecil terlalu ketat, agar ia tetap bisa bergerak.

5. Posisikan terlentang
Saat bayi baru lahir, organ tubuhnya belum bekerja secara sempurna, termasuk organ pernapasannya. Oleh karena itu, menurut artikel perawatan bayi yang saya baca, si Kecil dianjurkan tidur dalam posisi terlentang. Posisi ini meminimalisir kemungkinan si Kecil kesulitan bernapas karena sesak, Bu.

Nah, ternyata tak sulit ya, Bu, membantu si Kecil mendapatkan tidur yang berkualitas? Yuk, praktikkan hal-hal tadi agar kebutuhan istirahat si Kecil tercukupi sehingga tumbuh kembangnya lebih optimal!