Whatsapp Share Like Simpan

Face shield atau pelindung wajah bisa menjadi alternatif lainnya untuk melindungi buah hati dari paparan virus. Face shield anak terdiri dari mika dan ikat kepala dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan face shield untuk orang dewasa. Fungsinya sendiri adalah untuk menghalangi tetesan lendir agar tidak masuk ke mata, hidung, dan mulut. Ada banyak jenis face shield anak yang dijual di pasaran dan mungkin membuat Ibu bingung untuk memilih yang tepat untuk anak. Untuk itu, Ibu harus membaca informasi di bawah ini terlebih dulu:

Apakah Face Shield Efektif Menangkal Virus?

Beberapa peneliti masih terus mencari tahu keefektifan dari pelindung wajah ini apakah benar-benar bisa menghalangi virus untuk masuk ke tubuh atau tidak. Menurut Dr. Amesh Adalja dari Johns Hopkins University Center for Health Security di Baltimore, Maryland, face shield dapat melindungi diri dari paparan virus sementara waktu. Sayangnya, pelindung wajah ini tidak bisa menyaring udara.

Pendapat lainnya datang dari Shan Soe-lin yang merupakan seorang ahli imunologi dan dosen di Universitas Yale. Beliau menuturkan bahwa untuk melindungi anak dari paparan virus cukup dengan tidak sering keluar rumah, memakai masker saat bepergian, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak menyentuh area mata, hidung, dan mulut.

Untuk keefektifan face shield masih harus diteliti lebih lanjut apakah benar bisa menangkal virus dengan baik. Sampai saat itu tiba, maka penggunaan face shield anak sebaiknya tetap dibarengi dengan pemakaian masker medis yang khusus untuk anak-anak.

Tips Memilih Face Shield Anak yang Tepat

Ketika Ibu memilih face shield untuk buah hati, sebaiknya perhatikan dulu beberapa hal berikut ini:

Artikel Sejenis

  • Sesuaikan ukuran. Agar terpasang dengan baik, pilihlah pelindung wajah yang ukurannya sesuai dengan kepala anak. Jangan sampai kebesaran maupun kekecilan, sehingga membuat anak merasa tidak nyaman saat memakainya. Sebaiknya pilihlah face shield yang ukurannya bisa diatur sendiri, jadi lebih pas di kepala anak.
  • Bantalan yang empuk. Dalam memilih face shield anak juga harus memperhatikan bantalan yang terdapat pada ikat kepala. Bantalan ini berfungsi untuk menghindarkan gesekan dengan kulit wajah yang bisa berisiko menyebabkan iritasi. Jadi, pastikan Ibu memilih pelindung wajah yang memiliki bantalan yang empuk supaya lebih nyaman saat dikenakan oleh buah hati.
  • Memiliki karakter yang disukai anak. Anak-anak biasanya sulit untuk diminta mengenakan sesuatu di wajahnya karena merasa terganggu. Jadi, untuk membuatnya tertarik memakai, biarkan anak memilih sendiri pelindung wajah dengan gambar karakter yang ia sukai. Saat ini face shield anak sudah dibuat dengan aneka gambar yang lucu-lucu untuk menarik minat anak.
  • Mika tidak mudah penyok. Ada harga ada kualitas. Hindarilah memilih face shield anak hanya tergiur harganya yang murah, karena bisa jadi kualitasnya juga murahan. Lebih baik mengeluarkan biaya lebih tapi mendapatkan barang yang kualitasnya bagus. Face shield yang murah bisa jadi terbuat dari mika yang tipis dan mudah penyok. Akibatnya, pemakaiannya pun jadi tidak akan maksimal lagi. Teliti dengan baik apakah pelindung wajah tersebut terbuat dari mika yang tebal dan berkualitas bagus sehingga lebih awet saat digunakan.

 

Baca juga: [8 Kiat] Menjaga Kesehatan Si Kecil di Era New Normal

Cara Memakai Face Shield yang Benar

Agar penggunaannya lebih maksimal dalam menangkal virus, maka face shield anak harus dipakai dengan cara yang benar seperti berikut ini:

  • Harus dipakai berbarengan dengan masker. Seperti pendapat ahli yang sudah tertulis di atas, pemakaian face shield tidak bisa dipakai sendiri karena masih belum diketahui keefektifannya. Anak harus memakai face shield dibarengi dengan masker supaya lebih optimal melindungi anak dari virus. Untuk maskernya sendiri sebaiknya pilih masker medis yang sudah teruji ampuh menangkal virus.
  • Dibersihkan dulu sebelum dipakai. Saat akan memakaikan face shield pada anak, pastikan Ibu sudah membersihkannya terlebih dulu menggunakan desinfektan agar bebas mikroorganisme jahat penyebab penyakit. Semprotkan desinfektan pada mika dan ikat kepalanya, lalu lap dengan tisu atau kain bersih.
  • Simpan di tempat yang bersih. Setelah selesai digunakan juga harus langsung dibersihkan, lalu simpan di tempat yang bersih agar tidak terpapar debu maupun kotoran. Menyimpan face shield anak juga sebaiknya tidak di tempat yang penuh sesak oleh barang lainnya, karena bisa merusak mikanya.

Kelebihan & Kekurangan Face Shield

Face shield anak sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan yang terdiri dari:

Kelebihan:

  • Mencegah anak untuk sering menyentuh wajahnya.
  • Tidak mengganggu pernapasan sehingga tidak membuat pengap di hidung.
  • Melindungi seluruh bagian wajah.
  • Bahan mika susah ditembus cairan dan virus.
  • Mudah dibersihkan.
  • Tidak menghalangi suara dan komunikasi.
  • Mudah ditemukan dan memiliki banyak pilihan.

Kekurangan:

  • Mudah berembun saat dipakai.
  • Pemakaian terlalu lama bisa menyebabkan pengap dan panas.
  • Tidak mempunyai segel yang rapat di bagian samping, sehingga bisa menyebabkan droplet masuk melalui celah yang tersebut.
  • Harus dipakai dengan pelindung pernapasan lainnya.
  • Memakan banyak tempat saat penyimpanan.

 

Jadi, sudah tahu kan, Bu, bagaimana memilih face shield anak yang tepat? Lindungi buah hati dengan perlindungan maksimal untuk menghindarkannya dari penyakit berbahaya yang bisa menular dengan mudah. Imbangi juga dengan memberikan anak asupan makanan bergizi lengkap untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Semoga informasi ini dapat membantu Ibu.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.


Sumber:

Detik

CNN Indonesia