Share Like
Simpan

Di samping memastikan fisik si Kecil tumbuh dengan baik, orang tua juga perlu memerhatikan kondisi psikologi anak agar ia tumbuh optimal, baik secara fisik maupun mental. Sejak anak pertama saya lahir beberapa tahun lalu, saya selalu berusaha mempraktikkan nasihat ini, Bu. Oleh karenanya, selain rajin mencari info seputar tumbuh kembang bayi dan balita secara fisik, saya juga rutin berkunjung ke forum online yang membahas perkembangan anak dan kondisi psikologinya.

Menariknya, di salah satu forum online, saya pernah mendapati sebuah artikel yang mengulas efek negatif memuji anak dengan cara yang salah. Melihat judulnya yang bikin penasaran, saya pun membaca artikel tersebut. Dari situ, saya jadi tahu bahwa meski tujuannya positif, pujian dari Ibu dan orang terdekat justru bisa berdampak negatif pada psikologi anak bila cara penyampaiannya salah.

Berikut beberapa kesalahan yang secara tak sadar sering dilakukan orang tua saat memuji si Kecil menurut artikel itu. Simak yuk, Bu:

1. Memuji dengan Kalimat Berlebihan
Sekilas memang terkesan tak salah, Bu, memuji si Kecil yang rajin menabung dengan berkata “Wah, kalau Adik terus rajin menabung seperti ini, Adik bisa jadi orang paling kaya nantinya!”. Apalagi bila Ibu mengucapkannya dengan intonasi yang bersemangat. Si Kecil yang masih polos dan lugu bisa jadi benar-benar akan makin semangat menabung setelah mendengar hal itu.
Tapi, pujian semacam ini sebenarnya tak baik lho untuk psikologi si Kecil. Sebab, lewat pujian semacam ini, Ibu memberikan harapan yang berlebihan padanya. Hal ini bisa membuat si Kecil merasa gagal ketika ia tahu harapan ini tak akan terwujud nantinya.

Maka dari itu, alih-alih menyemangati si Kecil dengan kalimat berlebihan semacam itu, akan lebih baik bila Ibu berkata, “Wah, kalau Adik terus rajin menabung seperti ini, tabungan Adik akan makin banyak. Jadi, nanti Adik bisa membeli mainan kesukaan dari uang Adik sendiri, tidak perlu minta dari Ibu lagi.”

2. Memuji sambil Membandingkan
Seperti halnya kita, si Kecil juga tak suka bila dibanding-bandingkan dengan orang lain, termasuk saudara atau bahkan kembarannya sendiri, Bu. Sebab, hal ini membuat ia merasa kurang penting di mata Ayah dan Ibu. Jadi, sebisa mungkin, hindari memuji si Kecil dengan mengatakan “Kamu pintar menabung, deh, seperti kakakmu dulu yang selalu membuat Ibu bangga”. Ketimbang menggunakan kalimat itu, lebih baik Ibu memuji si Kecil dengan berkata, “Ibu bangga deh karena kamu rajin menabung.”

3. Memuji dengan Hal-hal yang Bersifat Sementara
Benar sih, Bu, tak ada salahnya sesekali memuji si Kecil dengan mengatakan bahwa ia terlihat cantik atau tampan. Namun, hindari melakukannya terlalu sering, ya. Sebab, ketika si Kecil terbiasa dengan pujian yang hanya menitikberatkan pada tampilan fisik, ia akan menganggap penampilan adalah segalanya, sehingga hal-hal lain seperti sikap ramah, santun, dan perilaku terpuji lainnya tidaklah penting.

Untuk itu, alih-alih memujinya dengan hal-hal yang bersifat sementara seperti kecantikan fisik, pujilah si Kecil dari sisi lain, misalnya sifat dan karakter yang ia miliki. Misalnya, Ibu bisa berkata, “Ibu bangga dengan Adik saat tadi bisa berbagi dengan Kakak”.

Nah, itulah beberapa kesalahan yang secara tak sadar sering dilakukan para orang tua saat memuji si Kecil. Mulai sekarang, sebisa mungkin hindari kesalahan-kesalahan tadi yuk, Bu, agar pujian bisa benar-benar memberi dampak positif pada psikologi anak Ibu, bukan justru sebaliknya.