Whatsapp Share Like Simpan

Mengetahui posisi tidur yang baik bagi bayi penting untuk Ibu ketahui agar si Kecil tetap terlelap dengan nyaman dan aman. Ini karena posisi tidur yang salah bisa membuat si Kecil merasa tidak nyaman dan meningkatkan risiko gumoh, kolik, atau tersedak. 

Pemahaman mengenai posisi tidur yang baik bagi si Kecil perlu untuk diketahui karena ia selalu menghabiskan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan orang dewasa. Jam tidur bayi yang baru lahir cukup lama, yaitu sekitar 16,5 jam. 

Sedangkan, untuk bayi yang berusia 1-5 bulan membutuhkan waktu tidur sekitar 14-16. Lamanya waktu tidur bayi membuat ia kerap mengubah posisi tidur, mulai dari telentang, tengkurap, hingga miring. Lantas, bagaimana posisi tidur yang baik bagi bayi?

Posisi Tidur yang Baik untuk Bayi

Posisi tidur yang baik untuk bayi adalah posisi telentang. Jadi, Ibu perlu memastikan si Kecil selalu tidur dalam posisi telentang sampai usianya 1 tahun. Ibu perlu lebih cermat untuk memantau dan mengawasi posisi tidur yang baik untuk si Kecil, terutama saat ia baru lahir sampai usia 6 bulan. 

Hal tersebut penting agar si Kecil tidak berguling ke posisi miring atau tengkurap. Salah satu cara untuk memastikan posisi tidur yang baik yaitu menghindari penggunaan kasur yang terlalu empuk karena bayi bisa jadi lebih mudah bergerak 

Artikel Sejenis

Berbeda dengan telentang sebagai posisi tidur yang baik, Ibu perlu mengetahui juga posisi tidur yang justru membahayakan si Kecil. Posisi bayi tidur miring atau tengkurap adalah posisi yang tidak dianjurkan dan justru berbahaya bagi bayi.

Bayi yang tidur miring seringkali berakhir dengan posisi tidur tengkurap, sehingga ia berisiko mengalami kesulitan bernapas. Ini karena saat tidur miring atau tengkurap, saluran pernapasan bayi dapat menyempit atau terhalang. Akibatnya, ia bisa mengalami kekurangan oksigen karena kesulitan bernapas. Supaya terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan, sebaiknya Ibu memastikan posisi tidur yang baik untuk si Kecil, yaitu dengan posisi telentang.

Tips Agar Bayi Tidur dengan Nyaman dan Aman

Di samping memastikan posisi tidur yang baik bagi si Kecil, berikut ini beberapa hal penting yang perlu Ibu pastikan agar si Kecil tidur dengan nyaman dan aman, antara lain:

  • Gunakan kasur yang tepat

    Mungkin Ibu ingin tidur di kasur yang sangat empuk agar lebih nyaman, kan? Namun, tahukah Ibu bahwa bayi sebaiknya tidak tidur di kasur yang permukaannya terlalu empuk ho. Kasur yang terlalu empuk bisa meningkatkan risiko bayi lebih mudah berpindah posisi dan bergerak.

    Oleh karena itu, sebaiknya Ibu memilih kasur atau tempat tidur yang tepat, yaitu kasur yang permukaannya padat, namun tetap nyaman untuk berbaring. Selain itu, saat memasang sprei atau alas kasur, sebaiknya Ibu juga harus memastikan kain tersebut kencang dan tidak mudah lepas.

  • Hindari penggunaan selimut yang berlebihan

    Hal selanjutnya yang perlu Ibu perhatikan selain posisi tidur yang baik yaitu menghindari penggunaan selimut yang berlebihan. Sebab, penggunaan selimut yang berlebihan bisa berisiko menutupi jalur napas bayi jika selimutnya bergeser ke arah wajah bayi.

    Apabila Ibu ingin menempatkan selimut untuk si Kecil, pastikan hanya menutupi bagian kaki sampai dadanya. Posisikan tangan bayi di luar selimut untuk menjaga agar selimutnya tidak bergeser ke arah kepala saat si Kecil terlelap.

  • Pilih pakaian tidur bayi yang nyaman

    Setelah memastikan posisi tidur yang baik untuk si Kecil. Kini saatnya Ibu meningkatkan kualitas tidurnya dengan cara memilih pakaian tidur bayi yang nyaman. Saat tidur, Ibu bisa pakaikan baju yang tidak terlalu ketat maupun terlalu longgar pada si Kecil. 

    Baju yang terlalu ketat bisa membuat si Kecil tidak nyaman, sedangkan baju yang terlalu longgar bisa menyebabkan posisi bajunya lebih mudah menutupi leher dan wajah si Kecil. Pilihlah bayi yang bahannya sejuk, lembut, dan nyaman.

  • Jaga suhu kamar tetap sejuk

    Selain fokus memantau posisi tidur yang baik, Ibu juga perlu memastikan si Kecil dalam keadaan hangat saat ia tertidur. Suhu ruangan yang hangat cenderung membuat si Kecil tidur lebih nyenyak. Jika menggunakan pendingin ruangan (AC), usahakan untuk menjaga suhunya agar tidak terlalu dingin untuk mencegah si Kecil kedinginan.

  • Sebaiknya hindari tidur bersama bayi dalam satu kasur

    Untuk memantau posisi tidur yang baik, sebaiknya Ibu tidak berbagi tempat tidur atau tidur satu kasur dengan si Kecil, ya! Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko bayi tertindih badan orang tua atau tertindih bantal dan guling yang berukuran besar.

    Selain itu, bayi yang tidur satu kasur dengan orang tua biasanya lebih sering bangun dibandingkan bayi yang tidur sendiri. Oleh karena itu, upayakan agar bayi tidur di kasur atau tempat tidur khusus bayi.

  • Tidak meletakkan boneka atau mainan di dekatnya

    Tidak meletakkan boneka atau mainan di dekat si Kecil saat tidur termasuk hal lain yang tak kalah penting selain memantau posisi tidur yang baik. Ini karena boneka, mainan, atau benda-benda lain dapat menimpa dan menghalangi jalan napas bayi saat tidur. Bahkan, penggunaan bumper atau bantalan untuk melindungi sisi ranjang bayi pun sebenarnya kurang disarankan lho, Bu.

  • Menyusu ASI langsung dari payudara Ibu

    Hal penting lainnya untuk meningkatkan kualitas tidur si Kecil yaitu dengan cara memberikan ASI langsung dari payudara Ibu, bukan dari botol susu. Perlu Ibu ketahui bahwa penggunaan botol susu bayi yang tidak tepat bisa meningkatkan risiko perut kembung pada si Kecil karena ia dapat menghirup udara lebih banyak saat menyusu.

    Namun, Ibu tidak perlu khawatir jika tak bisa menyusu si Kecil dengan ASI karena Ibu masih bisa memberikannya susu formula khusus bayi yang tepat. Sebelum memberikan susu formula untuk bayi, Ibu juga dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan si Kecil.

    Sedangkan untuk Ibu yang dapat memberikan ASI. Sebaiknya Ibu perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI dengan tepat. Untuk meningkatkan kualitas dan melancarkan ASI, Ibu bisa mengonsumsi susu yang diformulasikan untuk ibu hamil dan ibu menyusui seperti susu Frisian Flag MAMA. Selain sebagai makanan pelancar ASI, susu Frisian Flag MAMA juga merupakan sumber protein yang penting untuk tumbuh kembang si Kecil dan daya tahan tubuh Ibu.

    Susu Frisian Flag MAMA mengandung kalsium yang tinggi untuk kesehatan tulang Ibu dan si Kecil, zat besi tertinggi untuk mencegah anemia, sumber serat pangan inulin untuk mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi, serta tinggi asam folat untuk mencegah terjadinya cacat pada tabung saraf janin.

    Selain itu, Frisian Flag MAMA juga mengandung multivitamin dan multimineral lainnya yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Tersedia dalam rasa cokelat yang tidak enek dan bisa dikonsumsi dalam suhu panas maupun dingin yang pastinya disukai oleh Ibu.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz