Whatsapp Share Like Simpan

Ciri-ciri hamil anak kembar sebenarnya bisa diketahui secara pasti saat Ibu melakukan pemeriksaan ultrasonografi atau USG. Meski begitu, Ibu juga bisa mengetahui ciri-ciri hamil anak kembar sejak dini dengan melihat dan merasakan gejala yang muncul. Dengan mengetahui ciri dan gejala hamil anak kembar sejak awal, Ibu juga bisa lebih waspada jika muncul komplikasi yang tidak diinginkan.

Ukuran perut yang lebih besar saat kehamilan sering diartikan sebagai ciri-ciri hamil anak kembar. Padahal, ciri-ciri hamil anak kembar tidak dapat dilihat dengan mudah secara kasat mata lho, Bu. Ada beberapa tanda lainnya yang perlu diamati untuk memastikan bahwa Ibu memang sedang hamil anak kembar. Nah, untuk lebih jelasnya, kita simak ciri-ciri hamil anak kembar dari artikel ini, yuk!

Ciri-ciri Hamil Anak Kembar

Pada dasarnya, setiap Ibu akan merasakan ciri-ciri hamil anak kembar yang berbeda. Namun, umumnya ada beberapa tanda yang bisa diperkirakan sebagai tanda hamil anak kembar, di antaranya:

1. Peningkatan hormon hCG

Hormon hCG atau Human Chorionic Gonadotropin adalah jenis hormon yang diproduksi oleh plasenta selama masa kehamilan. Hormon inilah yang menyebabkan munculnya hasil positif saat Ibu melakukan pemeriksaan kehamilan dengan test pack.

Peningkatan hormon hCG bisa menjadi salah satu ciri-ciri hamil anak kembar. Sebenarnya pada kehamilan biasa pun hormon hCG akan meningkat, tetapi kadarnya akan sangat meningkat bila Ibu hamil anak kembar. Namun, peningkatan hormon ini tidak selalu diartikan sebagai ciri-ciri hamil anak kembar. Sebab, produksi hormon hCG pada setiap Ibu hamil cukup bervariasi dan bisa meningkat karena faktor lainnya.

Artikel Sejenis

Pemeriksaan urine biasa pun tidak bisa mengetahui seberapa banyak jumlah hormon hCG pada tubuh. Ibu perlu menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui jumlah hCG. Ibu bisa menjalani pemeriksaan darah dengan tes Alfa Feto Protein (AFP) pada trimester kedua kehamilan, tepatnya di minggu ke-16 hingga 18 kehamilan. Selain itu, Ibu juga tetap perlu menjalani pemeriksaan lanjutan dengan dokter kandungan secara rutin untuk memastikan ciri-ciri hamil anak kembar.

2. Berat badan naik dengan cepat

Ibu hamil memang akan mengalami peningkatan berat badan yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya karena kebiasan makan yang kurang tepat. Lantas, apa yang membedakan berat badan naik saat hamil kembar?

Melansir dari American Pregnancy Association, rata-rata Ibu hamil bayi kembar memiliki ciri-ciri kenaikan berat badan di awal kehamilan sekitar 4,5 kilogram saat trimester pertama. Hal ini disebabkan oleh ukuran rahim dan volume darah yang tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. 

Bahkan, ciri-ciri hamil anak kembar bisa terlihat saat masuk usia kehamilan di trimester dua, karena berat badan Ibu bisa naik dua kali lipat setiap bulannya. Kenaikan berat badan ibu hamil yang ideal dapat ditentukan dengan mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) Ibu sebelum hamil. Berikut ini tabel perhitungan kenaikan berat badan yang dianjurkan untuk Ibu yang hamil tunggal:

Kategori berat badan sebelum hamil IMT Kenaikan berat badan selama hamil yang ideal
Berat badan rendah (underweight) < 18,5 12,5 – 18 kg
Berat badan normal 18,5 – 24,9 11,5 – 16 kg
Berat badan lebih (overweight) 25 – 29,9 7 – 11,5 kg
Obesitas >30 5 – 9 kg[MZF4] 

Sumber: klikdokter.com  

Sementara itu, anjuran kenaikan berat badan per trimester kehamilan tunggal adalah sebagai berikut:

  • Trimester I : 1 – 2,5 kg per 3 bulan
  • Trimester II : rata-rata 0,35 – 0,4 kg per minggu
  • Trimester III : 1 kg per bulan. Namun, pada trimester III, kenaikan berat badan

janin rata-rata 200 gram per minggu. Mulai minggu ke-28 sampai akhir kehamilan, berat badan ibu hamil tunggal dapat bertambah sebanyak 4-5 kg

Tabel dan penjelasan di atas merupakan kenaikan berat badan pada ibu hamil tunggal ya, Bu. Artinya, peningkatan berat badan pada ibu hamil kembar kemungkinan bisa dua kali lipat di setiap bulannya atau mungkin saja berbeda. Oleh karena itu, untuk memastikan kenaikan berat badan ideal untuk kehamilan kembar sesuai dengan kondisi tubuh Ibu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan.

3. Mual berlebihan

Setiap Ibu hamil kemungkinan akan mengalami mual atau morning sickness yang disebabkan oleh lonjakan dari hormon selama kehamilan. Namun, berdasarkan penelitian Nausea and Vomiting of Pregnancy, Ibu yang hamil kembar akan mengalami peningkatan hormon dua kali lipat, sehingga ia akan merasakan mual yang lebih parah dibandingkan kehamilan tunggal. Akan tetapi, kondisi ini tidak bisa dijadikan satu-satunya ciri-ciri hamil anak kembar ya, Bu, karena kondisi mual yang dirasakan setiap Ibu hamil berbeda-beda.

4. Mudah lelah

Ciri-ciri hamil anak kembar selanjutnya yaitu Ibu akan mudah lelah dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini muncul karena Ibu harus berbagi nutrisi dengan dua janin sekaligus yang ada di dalam kandungan. Selain itu, kandungan juga akan terasa semakin berat seiring perkembangan kehamilan kembar yang berbeda dari kehamilan tunggal. Namun, perlu Ibu ketahui pula bahwa kondisi ini bukan menjadi satu-satunya tolak ukur ciri-ciri hamil anak kembar. Pada beberapa kasus, kelelahan juga dapat disebabkan oleh faktor lainnya, seperti asupan nutrisi yang buruk, stres, pekerjaan, dan lain sebagainya.

5. Detak jantung terasa ganda

Ciri-ciri hamil anak kembar yang biasa muncul yaitu terdengar detak jantung ganda. Detak jantung janin akan mulai terdengar pada akhir trimester pertama. Biasanya dokter menggunakan alat khusus untuk mendeteksi detak jantung tersebut.

Melansir American Pregnancy Association, detak jantung janin yang terdengar ganda biasanya menjadi ciri-ciri hamil anak kembar. Meski begitu, detak jantung ganda yang dideteksi oleh alat khusus di dokter belum tentu menjamin Ibu sedang hamil anak kembar. Sebab, bisa jadi detak jantung kedua yang muncul berasal dari jantung Ibu atau merupakan gema dari detak jantung bayi. Oleh karena itu, Ibu perlu melakukan pemeriksaan lanjutan agar ciri-ciri hamil anak kembar semakin terlihat.

6. Gerakan janin muncul lebih awal dan sering

Gerakan janin yang muncul lebih awal dan lebih sering [RP(5] [MZF6] diyakini sebagai salah satu ciri-ciri hamil anak kembar. Pada kehamilan kembar, gerakan janin diyakini dapat terasa pada awal trimester kedua, sekitar di minggu ke-14 atau ke-15. Sedangkan, bagi Ibu hamil tunggal dan anak pertama, gerakan janin biasanya baru terasa saat kehamilan menginjak usia 18-20 minggu. Sementara, bagi ibu hamil tunggal di kehamilan kedua atau lebih, gerakan janin biasanya sudah bisa dirasakan saat usia kehamilan 16-18 minggu.

Namun, perlu Ibu ketahui pula bahwa kondisi ini tidak bisa menjadi satu-satunya tolak ukur menentukan kehamilan kembar. Sebab, secara medis, gerakan yang terasa di perut Ibu tidak menjadi jaminan jumlah janin yang ada dalam kandungan. Gerakan janin yang terasa lebih awal bisa saja menjadi indikasi adanya gangguan pencernaan. Oleh karena itu, bila Ibu merasakan gerakan janin muncul lebih awal dan sering, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Ibu dan janin dalam kandungan.

7. Hasil tes AFP yang sangat tinggi

Tes AFP (Alpha Fetoprotein) adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan pada usia kehamilan trimester kedua. AFP sendiri adalah sejenis serum yang terdapat selama masa kehamilan. Tujuan tes AFP ini yaitu untuk mengetahui jumlah protein khusus yang diproduksi oleh jantung bayi serta untuk mendeteksi kemungkinan adanya kecacatan pada janin atau tidak.

Selain itu, hasil tes AFP juga bisa menjadi ciri-ciri hamil anak kembar. Jika hasil tes AFP lebih tinggi dibandingkan nilai normal, bisa jadi kondisi ini merupakan indikasi ciri-ciri hamil anak kembar.

Komplikasi Hamil Anak Kembar

Tanda-tanda di atas mungkin bisa menjadi tanda hamil anak kembar. Namun, untuk mengetahui jawaban yang lebih pasti, Ibu sebaiknya perlu melakukan USG saat kehamilan berusia 10-14 minggu. Dengan pemeriksaan USG, dokter akan memantau kesehatan Ibu dan tumbuh kembang janin dalam kandungan. Dengan begitu, kemungkinan munculnya komplikasi selama kehamilan kembar bisa dicegah sejak dini.

Hal tersebut penting dilakukan karena hamil anak kembar rentan mengalami komplikasi yang bisa dialami oleh Ibu dan bayi. Beberapa komplikasi kehamilan kembar, di antaranya: 

  • Kelahiran prematur

    Salah satu komplikasi kehamilan yang umum dialami oleh ibu hamil kembar yaitu kelahiran prematur atau bayi terlahir ketika usia kandungan kurang dari 37 minggu. Penelitian The March of Dimes yang dilansir dari laman resmi hellosehat.com menunjukkan bahwa hampir 60% risiko ibu hamil kembar mengalami kelahiran prematur.

  • Penyakit bawaan lahir (kelainan kongenital)

    Penyakit bawaan lahir sering terjadi pada kelahiran prematur, termasuk bayi kembar yang lahir lebih cepat dari waktu perkiraan lahirnya. Beberapa jenis penyakit bawaan lahir ini di antaranya penyakit jantung bawaan, gangguan pada mata, gangguan pendengaran, masalah pernapasan, dan gangguan tumbuh kembang.

  • Gangguan pertumbuhan di dalam rahim

    Di beberapa bulan pertama kehamilan, pertumbuhan janin kembar hampir sama dengan hamil tunggal. Namun, pada kondisi tertentu, tumbuh kembang janin kembar bisa melambat yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan janin atau disebut juga dengan istilah intrauterine growth restriction (IUGR).

  • Keguguran

    Pada kehamilan kembar, komplikasi yang mungkin terjadi yaitu keguguran. Kondisi ini disebut juga dengan istilah Vanishing Twin Syndrome (VTS), yaitu kondisi ketika satu atau lebih janin di dalam kandungan menghilang atau keguguran.

  • Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS)

    TTTS adalah kelainan yang menimpa bayi kembar identik karena bayi kembar identik mendapatkan suplai darah dari plasenta yang sama. TTTS menyebabkan salah satu bayi mendapat pasokan aliran darah berlebih, sementara bayi yang satunya lagi kekurangan pasokan aliran darah. 

Seperti yang Ibu ketahui, kehamilan kembar pasti membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan kehamilan tunggal. Itulah sebabnya, Ibu perlu memenuhi kebutuhan gizi harian dengan optimal. Salah satu nutrisi yang bisa mendukung kesehatan Ibu dan tumbuh kembang bayi kembar adalah susu Frisian Flag MAMA karena mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, dan kalsium yang bermanfaat bagi Ibu dan si Kecil. Ibu dapat mengonsumsi 2-3 gelas susu Frisian Flag MAMA setiap hari untuk menambah nutrisi selama masa kehamilan. Selain dari susu, Ibu juga perlu mencukupi asupan nutrisi dari makanan bergizi lainnya.