Share Like
Simpan

Hai, Bu. Apa kabar? Semoga sehat selalu dan tetap semangat mendampingi tumbuh kembang si Kecil, ya. Baru-baru ini, saya sempat mengikuti sesi Live Chat di laman Facebook Ibu & Balita. Saat itu, tema yang dibahas yaitu apa saja yang perlu diperhatikan untuk membentuk buah hati menjadi Anak Wow. Dari situ, saya sadar bahwa ada banyak aspek yang perlu orang tua perhatikan sejak dini untuk membentuk balita kesayangan menjadi Anak Wow. Tak melulu tentang perkembangan kognitif anak, orang tua juga perlu memerhatikan kecerdasan emosional si Kecil, Bu. Mengapa begitu?

Kecerdasan emosional inilah yang memengaruhi perilaku anak. Saat kecerdasan kognitif diimbangi kecerdasan emosional, si Kecil tak hanya mampu mempelajari banyak hal dengan baik, tapi juga penuh empati dan mudah bersosialisasi. Sebaliknya, bila anak mendapat skor tinggi untuk kecerdasan kognitif, tanpa dibarengi kecerdasan emosional yang baik, ia cenderung menjadi pribadi egois serta sering kali kesulitan bersosialisasi, Bu. Nah, sampai di sini, mungkin Ibu bertanya-tanya, ya, “Lantas, bagaimana caranya mengasah kecerdasan emosional si Kecil?” Langkah awalnya bisa dimulai dengan memperkenalkan anak pada beragam ekspresi sejak dini, Bu.

Menurut psikolog di sesi Live Chat yang saya ikuti, secara garis besar, kecerdasan emosional manusia meliputi dua hal inti, yaitu mengenali dan mengendalikan emosi. Dua hal ini akan lebih mudah dilakukan si Kecil bila sejak awal ia dibekali kemampuan membaca ekspresi, Bu. Lagipula, ekspresi seseorang selalu mewakili emosinya, bukan?

Nah, untuk memperkenalkan anak pada beragam ekspresi, caranya pun beragam. Salah satunya, Ibu bisa mengajak si Kecil berkreasi membuat album foto ekspresi. Penasaran seperti apa? Berikut selengkapnya, Bu.

 1. Siapkan Alat dan Bahan

Pertama-tama, Ibu perlu menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat album foto ekspresi bersama si Kecil. Alat dan bahan-bahan yang dimaksud antara lain:

Alat:

  • Lem
  • Gunting
  • Pulpen/spidol.
  • Kamera, baik kamera ponsel, digital atau polaroid.

Bahan-bahan:

  • Album foto/buku gambar ukuran A4.
  • Kertas untuk menuliskan ekspresi.

2. Foto Berbagai Ekspresi si Kecil

Setelah semua alat dan bahan siap, ajak balita kesayangan Ibu untuk mendaftar semua jenis emosi yang ia tahu. Misalnya, senang, sedih, kesal, bingung, marah, dan sebagainya. Lalu, minta si Kecil mengekspresikannya untuk difoto. Ibu juga bisa ikut serta menunjukkan ekspresi yang sama untuk difoto. Apabila si Kecil kesulitan, Ibu bisa memancing lewat cerita, lho. Contohnya, “Kalau Adik dapat hadiah dari Om, senang nggak? Kayak apa senangnya?” Dengan begitu, ia akan mengeluarkan ekspresi bahagia secara alami. Ibu harus bersiap mengabadikannya ya, Bu.

3. Tulis Daftar Jenis Emosi

Setelah semua foto dicetak, ajak si Kecil menuliskan berbagai ekspresi tersebut di selembar kertas. Jika si Kecil belum bisa memegang alat tulis dengan benar, Ibu dapat membimbingnya. Bila sudah selesai, gunting tiap jenis emosi tadi untuk disusun bersama foto ekspresif.

4. Susun Foto dan Keterangan Jenis Emosi

 

Langkah berikutnya yaitu menyusun foto beserta keterangan jenis emosi yang ditunjukannya. Seperti poin sebelumnya, Ibu bisa melibatkan si Kecil dalam tahap ini.

Pertama-tama, ambil sebuah foto dan bertanyalah pada si Kecil, “Dengan mata membesar, alis terangkat, dan bibir tersenyum seperti ini, menurut Adik, apa yang Ibu rasakan?” Biarkan si Kecil menebak sendiri jenis emosi yang ditampilkan lewat ekspresi tersebut. Bila tebakannya benar, pinta si Kecil menempel foto tadi pada salah satu halaman album, beserta keterangan jenis emosi yang sesuai. Namun, bila tebakan si Kecil masih kurang tepat, Ibu bisa mengoreksinya secara langsung. Lakukan hal yang sama untuk foto-foto berikutnya, ya, Bu.

5. Lapisi Album Foto Ekspresi dengan Plastik

Setelah semua foto dan keterangan emosi tertempel sempurna di tiap lembar album, Ibu bisa melapisi setiap halaman dengan plastik album foto supaya lebih awet. Dengan begini, balita kesayangan Ibu bisa memanfaatkan album tadi lebih lama lagi.

Nah, mudah kan, Bu? Yuk, buat album ekspresi untuk membantu si Kecil mengenal berbagai jenis emosi sejak dini. Melalui hal ini, Ibu bisa merangsang kecerdasan anak dalam mengenali beragam jenis emosi secara verbal dan visual. Pelan-pelan, si Kecil akan menghubungkan suatu ekspresi dengan perasaan yang dialaminya maupun orang lain. Dengan begitu, balita kesayangan Ibu akan lebih mampu mengendalikan emosinya di kemudian hari, dan mampu mengenali emosi orang lain dengan baik.

Mengingat cerdas emosi tak kalah penting dari cerdas kognitif,  mulai saat ini, yuk, usahakan untuk menyeimbangkan perkembangan kognitif anak dengan perkembangan kecerdasan emosionalnya. Sebab, dengan begitu barulah si Kecil nantinya bisa tumbuh menjadi pribadi yang berempati serta pandai membawakan diri dalam pergaulan sehari-hari di mana pun ia berada.