Share Like
Simpan

Kedatangan anggota baru mungil dalam keluarga membawa kebahagiaan tersendiri, namun kekhawatiran tentang kesehatannya juga mengikuti. Bisa dikatakan, menjadi orang tua akan lebih mudah jika bayi dapat selalu sehat. Sayangnya, tidak ada cara yang ampuh untuk menjaga bayi kita tetap sehat dan bebas penyakit, tetapi terdapat berbagai macam cara untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit pada bayi.

Sistem kekebalan tubuh adalah hal yang menakjubkan. Tugas dari sistem kekebalan tubuh adalah mengenali semua benda atau zat asing yang masuk ke tubuh, menentukan apakah benda atau zat tersebut baik atau buruk bagi tubuh, dan memberikan respons yang sesuai. Demikianlah cara kekebalan tubuh mencegah kita sakit.

Kita menyadari bahwa sistem kekebalan tubuh bayi belum matang sebagaimana sistem kekebalan pada orang dewasa. Namun, Anda dapat cukup lega karena sebenarnya bayi lebih terlindungi dari yang kita sadari. Perlindungan tersebut berasal dari kekebalan tubuh yang diberikan Ibu melalui plasenta ketika masih di dalam kandungan. Sayangnya kekebalan tubuh yang diberikan Ibu tersebut hanya berlangsung beberapa bulan seiring dengan bertumbuhnya kekebalan dari bayi sendiri. Untuk itulah mengapa ASI dibutuhkan guna menjaga keberlangsungan kekebalan dari Ibu ke bayi dan membangun kekebalan dari bayi sendiri.

Jadi, bagaimana kekebalan bayi dapat ditingkatkan? Berikut jurus ampuh bagi Ibu untuk meningkatkan kekebalan pendekar kecil kita:

  • Berikan ASI. Berikan ASI ekslusif sedikitnya selama 6 bulan. Pemberian ASI tidak hanya mengurangi risiko bayi tertular penyakit, tetapi sistem kekebalan tubuhnya menjadi lebih baik dalam mengantisipasi pemberian vaksinasi.
  • Hindari paparan bahan-bahan kimiawi. Pertumbuhan bayi sangat dipengaruhi oleh keseimbangan bahan kimiawi dalam tubuh. Bahan-bahan kimiawi dari luar yang dapat mempengaruhi pertumbuhan antara lain karbon dioksida dan monoksida dari polusi, logam-logam berat seperti merkuri, timbal, dan sejenisnya, serta masih banyak lagi. Paparan bahan kimiawi yang berlebihan akan mengakibatkan gangguan keseimbangan tersebut.
  • Probiotik. Probiotik adalah bakteri-bakteri yang hidup di usus dan berperan penting dalam mengatur perkembangan sistem kekebalan usus. Penggunaan antibiotik untuk anak pada usia dini sangat mengganggu pertumbuhan bakteri normal usus, sehingga bayi menjadi rentan sakit hingga dewasa.
  • Tingkatkan waktu istirahat. Penelitian pada orang dewasa menunjukkan kurang istirahat menyebabkan penurunan kekebalan tubuh; hal yang sama juga berlaku pada bayi. Bayi baru lahir membutuhkan waktu istirahat sedikitnya 18 jam sehari, balita 12-13 jam sehari, dan anak-anak 10 jam sehari. Jika bayi sulit tidur di siang hari, maka diupayakan agar bayi dapat tidur lebih awal di malam hari.
  • Berolahraga bersama keluarga. Berolahraga meningkatkan kekebalan tubuh. Olahraga dapat berbentuk jalan pagi bersama sebelum memulai aktivitas atau berenang di akhir pekan. Aktivitas berolahraga bersama selain meningkatkan kekebalan juga meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak.
  • Pola makan sehat bagi bayi. Bayi yang cukup usia untuk memperoleh makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan makanan yang banyak mengandung nutrisi, seperti Omega-3 yang berperan penting dalam pembentukan kekebalan, vitamin dan mineral sebagai bahan pembangun kekebalan, serta protein dan karbohidrat sebagai sumber energi.

 

Untuk keterangan lebih lanjut, Ibu dapat berdiskusi dengan dokter atau bidan.