Whatsapp Share Like Simpan

Keputihan saat hamil muda perlu Ibu ketahui ciri-cirinya untuk mencegah kemungkinan keputihan yang tidak normal. Normal atau tidaknya keputihan saat hamil muda dapat Ibu ketahui dari konsistensi cairan, frekuensi, dan warnanya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, mari kita simak penyebab dan ciri-ciri keputihan saat hamil muda dalam artikel ini, yuk! 

Penyebab Keputihan saat Hamil Muda

Keputihan saat hamil muda bisa terjadi karena peningkatan kadar hormon estrogen dan aliran darah ke vagina. Selama masa kehamilan, leher rahim (serviks) dan dinding rahim berubah menjadi lunak, tak jarang hal ini juga akan disertai dengan keluarnya cairan untuk membantu mencegah infeksi vagina ke rahim. Cairan berlebih ini bisa menjadi faktor meningkatnya volume keputihan saat hamil muda. Cairan yang keluar dari leher rahim atau serviks ini sebenarnya adalah sisa buangan dari dalam rahin dan vagina yang meliputi bakteri normal dan sel-sel mati dari dinding vagina. 

Itulah sebabnya, keputihan saat hamil muda sebenarnya termasuk kondisi yang normal, bila tidak disertai dengan gejala lain yang mengganggu. Namun, jika keputihan yang Ibu alami berubah warna atau disertai beberapa gejala lain, seperti vagina gatal atau perih, keputihan mengeluarkan bau, atau pendarahan dari vagina, maka Ibu perlu hati-hati dengan kondisi tersebut karena bisa saja keputihan saat hamil muda disebabkan oleh infeksi. 

Ciri-ciri Keputihan saat Hamil Muda yang Wajar

Seperti yang telah disebutkan, keputihan saat hamil muda merupakan kondisi yang normal terjadi. Biasanya keputihan terjadi pada usia kehamilan di trimester pertama dengan jumlah keputihan yang cukup banyak. 

Keputihan saat hamil muda umumnya berlangsung 1 hingga 2 minggu setelah pembuahan sel telur. Peningkatan frekuensi dan volume keputihan merupakan salah satu indikasi awal kehamilan dan hal ini akan berlanjut sepanjang masa kehamilan. Namun, saat usia kehamilan sudah mendekati persalinan, biasanya Ibu akan mengeluarkan keputihan yang ditandai dengan lendir tebal yang disertai dengan bercak darah, terkadang dianggap sebagai tanda awal kehamilan. 

Artikel Sejenis

Sementara itu, keputihan saat hamil muda yang wajar dan normal memiliki beberapa ciri-ciri, di antaranya keputihan berwarna bening atau putih susu, teksturnya cenderung encer, dan tidak mengeluarkan bau yang pekat.

Ciri-ciri Keputihan saat Hamil Muda yang Abnormal

Penting bagi Ibu untuk mengetahui ciri-ciri keputihan saat hamil muda yang abnormal atau tidak wajar agar bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan sejak awal. Sebab, keputihan yang abnormal saat hamil muda bisa jadi gejala suatu infeksi. Melansir dari laman resmi American Pregnancy, berikut ini beberapa tanda keputihan yang abnormal saat hamil muda, di antaranya:

  • Keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu
  • Keputihan mengeluarkan bau yang pekat, bahkan cenderung berbau busuk
  • Munculnya rasa gatal di area vagina dan sekitarnya
  • Terkadang disertai dengan munculnya bercak kemerahan 

Oleh karena itu, Ibu perlu lebih cermat saat mengalami keputihan dengan disertai ciri-ciri di atas. Sebab, keputihan yang abnormal sering kali disebabkan oleh infeksi vagina. 

Penyebab Keputihan saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Berikut ini beberapa penyebab infeksi vagina yang memicu keluarnya keputihan abnormal, di antaranya:

  • Vaginosis bakterialis 

    Vaginosis bakterialis merupakan infeksi vagina yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan jumlah bakteri alami (flora normal) di dalam vagina. Flora normal ini merupakan bakteri alami yang berfungsi untuk mencegah masuknya kuman penyebab infeksi.

    Namun, jika jumlah flora normal tersebut berkurang, maka vagina Ibu lebih mudah terkena infeksi. Vaginosis bakterialis dapat dikenali dengan munculnya keputihan. Keputihan akibat infeksi ini memiliki tekstur encer dan berwarna abu-abu keputihan. Keputihan juga mengeluarkan bau amis. Selain itu, Ibu hamil yang terkena infeksi ini juga dapat merasakan gatal atau perih di vagina dan sekitarnya, serta muncul rasa nyeri saat buang air kecil. 

    Sebenarnya vaginosis bakterialis dapat mereda dengan sendirinya. Namun, Ibu hamil sebaiknya langsung memeriksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih baik ya.

  • Infeksi jamur

    Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan juga dapat meningkatkan pertumbuhan jamur lho, Bu. Jamur Candida merupakan jamur yang tumbuh alami pada vagina dan jika muncul infeksi, maka Ibu hamil bisa mengalami beberapa gejala, di antaranya: 

    • Keputihan berwarna putih kekuningan atau munculnya gumpalan mirip keju di vagina
    • Keputihan berbau asam
    • Kemerahan dan bengkak pada vagina atau bibir vagina (vulva)
    • Munculnya rasa gatal atau nyeri pada vagina
    • Rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual
    • Rasa perih saat buang air kecil 

    Meskipun bisa terjadi selama masa kehamilan, keputihan abnormal akibat infeksi jamur tidak begitu berbahaya bagi janin. Hal ini dikarenakan infeksi jamurnya hanya berada di sekitar vagina saja atau bersifat lokal, sehingga akan naik ke arah rahim ataupun memicu komplikasi pada janin. Namun, ibu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter bila mengalami keputihan saat hamil muda akibat infeksi jamur, guna mendapat pengobatan yang tepat. 

  • Trikomoniasis

    Keputihan saat hamil muda yang abnormal juga bisa disebabkan oleh penyakit trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas Vaginalis. Saat Ibu mengalami trikomoniasis, mungkin Ibu akan merasakan beberapa gejala, di antaranya:

    • Keputihan yang keluar dalam jumlah banyak dan berbau amis atau busuk
    • Vagina mengeluarkan bau yang pekat
    • Keputihan berbusa dan berwarna kuning kehijauan, serta teksturnya bisa kental atau encer 
    • Muncul rasa gatal yang disertai rasa terbakar dan kemerahan di area vagina
    • Nyeri saat buang air kecil dan berhubungan seksual 

    Bila ibu hamil mengalami trikomoniasis, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih baik. Jika tidak ditangani dengan baik, keputihan saat hamil muda yang abnormal ini dapat meningkatkan risiko masalah selama kehamilan, seperti kelainan pada bayi, kelahiran prematur, atau bayi terlahir dengan berat badan rendah.

Cara Mencegah Infeksi Vagina selama Kehamilan

Supaya mencegah munculnya keputihan saat hamil yang disebabkan oleh infeksi, ada beberapa hal yang perlu Ibu lakukan, di antaranya:

  • Rutin membersihkan vagina dengan cara yang benar, yaitu dari arah vagina menuju anus, setiap selesai buang air kecil dan buang air besar. Cara ini penting dilakukan guna mencegah penyebaran bakteri dari anus ke vagina
  • Segera ganti pakaian dalam jika terasa lembap atau basah
  • Segera mengganti pakaian setelah berolahraga 
  • Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat dan berbahan sintetik. Supaya lebih nyaman, sebaiknya gunakan bahan celana yang dapat menyerap keringat, salah satunya adalah celana bahan katun 
  • Hindari menggunakan tisu, pembalut, dan sabun yang mengandung zat kimia pewangi saat membersihkan vagina
  • Hindari bergonta-ganti pasangan saat berhubungan seksual
  • Perbanyak istirahat dan kurangi stres untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat. Hal ini penting untuk meningkatkan sistem imun dalam melawan kuman penyebab infeksi. 

Penting untuk diketahui bahwa keputihan saat hamil muda itu sifatnya normal, bila cairan yang keluar berwarna putih atau jernih, serta tidak berbau, sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, jika keputihan saat hamil muda tersebut membuat Ibu merasa kurang nyaman, segera konsultasi dengan dokter ya, Bu. 

Seperti yang telah disebutkan, salah satu cara untuk mencegah keputihan saat hamil muda yaitu dengan menjaga daya tahan tubuh. Cara ini bisa Ibu lakukan juga dengan mengonsumsi beberapa jenis nutrisi, di antaranya protein, vitamin C, vitamin E, dan zinc (seng). Sebab, keempat nutrisi tersebut dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Nah, nutrisi-nutrisi tersebut juga terkandung di dalam susu Frisian Flag MAMA bisa Ibu konsumsi selama masa kehamilan maupun menyusui. Susu Frisian Flag MAMA hadir dengan rasa cokelat yang lezat dan bisa diminum dalam sajian susu panas maupun dingin sesuai selera Ibu.

Perlu Ibu ketahui juga bahwa Frisian Flag MAMA mengandung nutrisi untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Frisian Flag Mama merupakan sumber protein yang penting untuk pertumbuhan tulang si Kecil dan juga daya tahan tubuh Ibu, di dalamnya pun mengandung kalsium yang tinggi untuk kesehatan tulang Ibu dan si Kecil, tinggi Zat Besi untuk mencegah anemia, sumber serat inulin untuk mencegah terjadinya konstipasi, serta tinggi asam folat untuk mencegah terjadinya cacat pada tabung syaraf janin. Selain itu, Frisian Flag MAMA juga mengandung multivitamin dan multimineral lainnya.