Whatsapp Share Like Simpan

Selama kehamilan, terkadang sebagian Ibu merasakan beberapa kondisi yang mengganggu kenyamanan. Salah satu keluhan yang cukup mengganggu yaitu gatal-gatal saat hamil. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menimbulkan luka dan infeksi jika terus digaruk. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk mengatasi kondisi gatal-gatal saat hamil dengan cara yang aman. Gatal-gatal saat hamil sebenarnya kondisi yang wajar karena adanya peregangan dan peningkatan suplai darah ke kulit saat hamil. Area tubuh Ibu yang sering merasa gatal, di antaranya perut, payudara, tangan, dan kaki. 

Penyebab Gatal-gatal Saat Hamil

Umumnya, gatal-gatal saat hamil diakibatkan adanya perubahan hormon. Namun, pada beberapa kasus, gatal-gatal saat hamil bisa disebabkan oleh kondisi kulit tertentu. Berikut ini beberapa penyebab gatal-gatal saat hamil, mulai dari kondisi yang paling umum hingga kondisi medis tertentu, di antaranya:

  • Perubahan hormon

    Penyebab gatal-gatal saat hamil yang paling umum yaitu adanya perubahan hormon yang disertai lonjakan kadar progesteron dan estrogen yang drastis. Jadi, tak heran jika Ibu hamil akan mengalami rasa gatal di beberapa bagian tubuh, termasuk perut dan payudara. 

  • Kulit yang meregang

    Seiring dengan pertumbuhan janin dan kenaikan berat badan saat hamil, kulit tubuh Ibu akan mengalami peregangan untuk mengakomodasi perut yang semakin membesar. Kondisi gatal-gatal saat hamil akibat peregangan kulit ini akan menimbulkan stretch mark yang biasa muncul di bagian tubuh tertentu, terutama di perut dan paha. 

  • Kulit kering

    Gatal-gatal saat hamil juga bisa disebabkan oleh kulit kering. Ini karena selama masa kehamilan, banyak pula Ibu yang mengalami perubahan hormon yang membuat kulit terasa gatal, kering, dan mengelupas. 

    Artikel Sejenis

  • Penyakit kulit

    Selain kondisi umum di atas, penyebab gatal-gatal saat hamil juga bisa karena adanya penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis. Jika Ibu tidak mengatasi gangguan kulit ini dengan tepat, maka akan memperparah gejala gatal-gatal saat hamil. Kondisi tersebut ditandai dengan adanya ruam merah, kulit menebal atau terkelupas, terasa kering, dan bersisik. Tak jarang, kondisi ini juga disertai rasa perih. Oleh karena itu, Ibu perlu berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gatal-gatal akibat penyakit kulit.

  • Kolestasis kehamilan

    Kolestasis termasuk kondisi medis yang menyebabkan gatal-gatal saat hamil. Kolestasis kehamilan adalah suatu kondisi kelainan hati yang dapat menyebabkan penumpukan cairan empedu di dalam darah. Akibatnya, muncul rasa gatal di telapak tangan dan kaki saat hamil. Gejala ini biasanya muncul pada usia kehamilan di trimester 3, meskipun dialami hanya sebagian kecil Ibu hamil. Kondisi kolestasis sebaiknya ditangani dengan cepat, agar terhindar dari masalah komplikasi kehamilan yang lebih serius.

  • Pruritic urticarial papules & plaques of pregnancy (PUPPP)

    Mungkin Ibu masih cukup asing mendengar istilah PUPPP. PUPPP adalah gangguan kulit yang ditandai dengan adanya benjolan kecil di kulit yang gatal. Gejala awalnya bisa terlihat ketika ada benjolan kecil yang muncul di sekitar perut. Lalu, kondisi ini akan menyebar ke area payudara, paha, dan bokong. Namun, banyak ahli yang mengungkapkan bahwa penyebab PUPPP ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, Ibu hamil yang mengalami PUPPP biasanya merasa gatal-gatal saat malam hari. 

  • Prurigo

    Kondisi medis lainnya yang menyebabkan gatal-gatal saat hamil, yaitu prurigo. Prurigo adalah penyakit kulit yang terjadi akibat sistem imun merespons perubahan hormon di dalam tubuh yang berubah selama masa kehamilan. Kondisi ini bisa diketahui saat munculnya benjolan kecil berkerak dan menimbulkan rasa gatal pada Ibu hamil di bagian lengan, perut, atau kaki. Di usia awal kehamilan, biasanya jumlah benjolan kecil yang muncul terbilang hanya sedikit. Namun, seiring pertambahan usia kehamilan, benjolan kecil bisa menyebar dan bertambah banyak. Bahkan, pada beberapa kasus, prurigo tetap akan muncul selama beberapa bulan walaupun Ibu sudah melahirkan.

  • Pemphigoid Gestationis

    Penyebab gatal-gatal saat hamil akibat pemphigoid gestationis merupakan suatu kondisi medis yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Kondisi ini biasanya ditemukan saat hamil 20 minggu atau saat nifas. Ibu akan merasakan gejala gatal dengan disertai bercak kemerahan di beberapa bagian tubuh. Kemudian, ruam akan berkembang menjadi bentol yang disebut sebagai papul dan plak di bagian pusar. Ibu perlu hati-hati, jika kondisi ini terus berlanjut, maka akan menimbulkan luka lepuh di bagian telapak tangan, kaki, dan wajah. 

Cara Mengatasi Gatal-gatal Saat Hamil

Jika Ibu merasakan gatal-gatal saat hamil, tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan mudah, di antaranya:

  • Kompres dingin di bagian yang gatal

    Saat rasa gatal muncul, apakah Ibu langsung menggaruknya? Daripada menggaruk, sebaiknya Ibu melakukan cara lebih aman untuk mengurangi rasa gatal, yaitu dengan mengompres dingin di bagian tersebut. Cara ini bisa memberikan sensasi dingin, sehingga rasa gatal akan sedikit berkurang. Ibu bisa membungkus es batu dengan kain atau masukkan air dingin ke dalam kantong plastik, lalu diamkan di atas bagian yang gatal. 

  • Oleskan pelembap

    Gatal-gatal saat hamil bisa diakibatkan karena kulit terlalu kering. Nah, penyebab ini bisa Ibu atasi dengan cara mengoleskan pelembap pada bagian tersebut. Biasanya, bila kulit lebih lembap, maka rasa gatal juga akan berkurang. Sebaiknya Ibu menggunakan pelembap kulit yang tidak mengandung pewangi untuk mencegah iritasi pada kulit. 

  • Gunakan pakaian longgar

    Ternyata tekanan dan gesekan pakaian ke kulit juga sering memunculkan rasa gatal dan iritasi pada Ibu hamil lho, Bu. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan pakaian yang longgar, bahan lembut, dan nyaman selama masa kehamilan. Selain itu, pilihlah pakaian berbahan katun, agar keringat Ibu dapat dengan mudah terserap, sehingga tidak memicu rasa gatal yang semakin parah. 

  • Hindari mandi dengan air hangat

    Beberapa Ibu hamil meyakini mandi dengan air hangat dapat meredakan gatal-gatal pada tubuh. Namun sebenarnya, cara ini kurang efektif untuk mengatasi gatal-gatal saat hamil. Sebab, mandi dengan air hangat justru membuat kulit Ibu menjadi lebih kering, sehingga lebih mudah merasakan gatal pada beberapa bagian tubuh. 

  • Gunakan humidifier

    Cara lain untuk mengatasi gatal-gatal saat hamil bisa dengan menggunakan humidifier atau pelembap udara di dalam ruangan, terutama jika Ibu menggunakan AC. Humidifier dapat menjaga kelembapan udara, sehingga kulit Ibu juga tidak cepat kering. 

Itulah beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi gatal-gatal selama masa kehamilan. Namun, jika beragam cara di atas belum mampu mengatasi gatal-gatal, sebaiknya Ibu segera konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Terlebih jika rasa gatal semakin parah, menyebar ke seluruh tubuh, disertai ruam, dan mengganggu kenyamanan Ibu selama hamil. 

Selain mengatasi gatal-gatal selama masa kehamilan, penting juga untuk memenuhi asupan nutrisi seimbang demi menjaga kesehatan Ibu dan bayi di dalam kandungan. Tambahan nutrisi ini bisa Ibu dapatkan dari susu Frisian Flag MAMA yang mengandung protein, serat pangan, asam folat, zat besi, serta kalsium yang dapat memenuhi kebutuhan Ibu dan si Kecil dalam kandungan dan setelah lahir.