Whatsapp Share Like Simpan

Ketika bayi memasuki usia 4 bulan, biasanya ia akan suka memasukkan apa saja ke dalam mulutnya. Kebiasaan ini ia lakukan sebagai cara untuk mengenali benda-benda yang ada disekitarnya atau karena ia merasakan ketidaknyamanan pada gusi akibat akan tumbuh gigi. Para Ibu pun akan memberikan teether bayi untuk merangsang pertumbuhan gigi buah hatinya. Selain itu, teether juga bisa berfungsi sebagai mainan yang dapat merangsang kemampuan motorik bayi.

Meski sangat bermanfaat, tapi pemberian teether bayi harus diperhatikan dengan benar lho, Bu. Alasannya tentu untuk memastikan keamanan dan keselamatan bayi saat ia memainkannya. Inilah beberapa hal yang wajib Ibu perhatikan:

Ketahui Kandungan Teether Bayi

Teether sering diberikan pada bayi ketika giginya mulai tumbuh untuk digigit-gigit. Bayi akan merasakan nyaman saat menggigit teether karena adanya tekanan ringan yang dirasakan pada gusinya. Teether bayi umumnya terbuat dari plastik, karet, atau silikon dengan beraneka bentuk, ukuran, dan warna yang menggemaskan.

Mayoritas teether memang sudah disertai label BPA free alias bebas BPA yang artinya tidak mengandung bahan kimia beracun. Namun berdasarkan penelitian, sebagian mainan gigit bayi ini masih mengandung BPA serta bahan kimia lainnya yang bisa mengganggu endokrin. Endokrin merupakan jaringan organ dan kelenjar yang berperan penting untuk mengontrol berbagai fungsi tubuh, mulai dari proses reproduksi, tumbuh kembang, metabolisme, hingga pertumbuhan sel.

Adanya bahan kimia tersebut tentunya beresiko membahayakan karena ada kemungkinan bayi menghisapnya ketika menggigit teether. Sebuah penelitian terhadap binatang telah menunjukkan bahwa gangguan pada endokrin bisa menimbulkan berbagai dampak, seperti gangguan perkembangan, neurologis, dan reproduksi. Menimbang bahayanya dampak tersebut, maka Ibu pun harus cermat dalam memilih teether bayi. Cek terlebih dulu label kemasannya untuk memastikan tidak ada bahan kimia beracun yang dapat membahayakan buah hati.

Artikel Sejenis

Baca juga: 3 Tanda si Kecil Mulai Tumbuh Gigi

Tips Memilih Teether Bayi

Saat akan memilih teether bayi, ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan Ibu, yaitu sebagai berikut:

  • Periksa label kemasan. Selalu periksa label kemasan sebelum membeli teether untuk mengetahui material pembuatnya. Pilihlah teether bayi yang memiliki label bebas pewarna buatan, BPA, dan phthalates, yaitu zat kimia yang cepat menyerap ke dalam tubuh. Cari tahu terlebih dulu tentang bahan di dalam teether agar keamanannya terjamin dengan baik.
  • Ibu sebaiknya memilih teether yang terbuat dari bahan silikon atau karet supaya empuk untuk digigit-gigit bayi. Teether bayi yang berisi gel dan bintik-bintik kecil akan mempermudah bayi saat menggigitnya. Namun, saat usia bayi bertambah, Ibu perlu meningkatkan bahan teether menjadi lebih padat agar membantu memperkuat gigi bayi.
  • Jika ukurannya terlalu besar atau kecil, teether bisa berpotensi menyebabkan bayi tersedak hingga muntah. Maka dari itu, pilihlah teether bayi dengan ukuran yang pas untuk dipegang dan mudah dimasukkan ke dalam mulut bayi.
  • Hindarilah memberikan bayi teether bekas, karena kemungkinan besar kurang mempunyai standar keamanan atau mengandung banyak bakteri. Pilihlah teether bayi yang baru karena cenderung lebih aman dan risiko bayi terpapar zat kimia berbahaya juga lebih rendah karena biasanya standar keamanan mainan selalu mengalami peningkatan.
  • Kandungan isi. Teether memiliki dua jenis kandungan isi, Bu, yaitu air dan gel. Teether dengan isi gel dapat memberikan sensasi dingin, sedangkan yang berisi air tidak. Jadi saat gusi bayi terasa gatal karena tumbuh gigi, berikan teether dengan isi gel, ya.

Wajib Diperhatikan!

Di samping harus memilih dengan cermat, Ibu juga perlu melakukan beberapa langkah berikut:

  • Selalu awasi penggunaannya. Pastikan untuk selalu memberikan pengawasan saat bayi memainkannya agar ia terhindar dari bahaya yang mungkin bisa menimpa bayi.
  • Rajin dibersihkan. Dikarenakan sering terkena air liur, teether bayi harus rajin dibersihkan agar tidak menjadi sarang bakteri. Bersihkan teether dengan mencucinya dengan air mengalir dan sabun bayi.
  • Simpan di wadah khusus. Jangan mencampur teether dengan mainan lainnya supaya tidak membuatnya terkontaminasi kotoran dari mainan tersebut. Simpan teether di wadah khusus yang bersih dan tertutup untuk menghindari terkena debu atau kotoran.
  • Membekukan teether. Cara ini bisa dilakukan untuk mengatasi rasa nyeri pada gusi akibat gigi yang mulai tumbuh. Namun untuk menjaga kebersihannya, alasi teether tersebut dengan mangkok bersih.
  • Hanya boleh menggunakan teether. Jangan sembarangan menggunakan mainan atau benda lainnya sebagai teether, khususnya yang mempunyai komponen kecil. Jika komponen tersebut terlepas, maka dapat menyebabkan bayi tersedak.

Keamanan dan keselamatan bayi adalah prioritas utama yang wajib Ibu perhatikan. Begitu juga saat memilih teether bayi, Ibu harus benar-benar cermat, ya. Jangan asal memilih yang murah, karena kualitasnya belum terjamin. Lebih baik mahal sedikit tapi aman untuk buah hati.

Untuk Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

SehatQ, Popmama