Whatsapp Share Like
Simpan

Senang dan terharu. Begitulah rasanya saat Ibu mendengar si Kecil mengucapkan kata pertamanya, bukan? Kalau anak Ibu, apa kata pertamanya? Apapun itu, kata tersebut menjadi langkah awal bagi si Kecil untuk belajar berbicara dan berkomunikasi. Perlahan tapi pasti seiring bertambah usianya, ia akan memiliki banyak kosakata dan semakin lancar berbicara.

Setiap anak tentunya mulai berbicara di usia yang berbeda-beda. Namun normalnya dimulai saat ia berusia 8-10 bulan meski baru berupa ma-ma-ma atau ba-ba-ba yang disebut dengan istilah babbling. Kemudian di usia 11-13 bulan mulai bisa mengucapkan mama atau papa dan terus akan berkembang secara bertahap. (sumber: www.lifestyle.kompas.com). Berikut ini adalah tahap perkembangan bahasa anak usia 1-3 tahun sebagai pedoman agar Ibu mengetahui apakah kemampuan bicara si Kecil normal atau tidak:

Usia 12 Bulan

  • Usia 12 bulan menjadi awal mula kata pertamanya muncul. Umumnya kata pertama adalah mama, papa, atau dada.
  • Pada anak yang sudah cukup ‘mahir’ berbicara, ia akan memiliki sekitar 6 hingga 10 kosakata.
  • Selain mulai bisa berbicara, si Kecil juga sudah bisa menanggapi ucapan atau perintah sederhana, terutama jika ditambah dengan isyarat gerakan tangan. Contohnya saja ‘tolong ambilkan bola’ atau ‘tolong buka pintu’.
  • Di usia ini si Kecil juga akan mencoba untuk meniru kata-kata yang Ibu ucapkan, terlebih kata dengan huruf vokal atau yang mengakhiri kalimat.

Usia 18 Bulan

  • Menginjak usia 18 bulan, anak mulai bisa menggabungkan dua kata menjadi sebuah kalimat sederhana, seperti ‘mau minum’ atau ‘mau makan’.
  • Ia akan berbicara yang mengacu pada dirinya sendiri dan berbicara sendiri saat bermain.
  • Bisa bertanya dengan kalimat sederhana, seperti ‘Mama mana?’.
  • Bisa mengungkapkan apa yang ia inginkan, seperti ‘minta susu’.
  • Si Kecil dapat memakai bahasa non-verbal seperti menunjuk, bernyanyi, ataupun bersenandung.
  • Menjelang ulang tahunnya yang ke-2, si Kecil akan memiliki sekitar 10 hingga 20 kosakata.

Usia 24 Bulan

  • Di usia 24 bulan atau 2 tahun, anak mulai mengenali nama-nama orang yang sering ditemuinya.
  • Ia juga sudah mengenali nama-nama anggota tubuh, contoh mulut, tangan, kaki.
  • Bisa berhitung hingga 10.
  • Si Kecil bisa menggabungkan 2 hingga 4 kata menjadi sebuah kalimat sederhana, sehingga ia sudah mulai bisa diajak bercakap ringan.
  • Ia akan menikmati saat Ibu mengulangi cerita favoritnya.
  • Hati-hati, si Kecil sudah mulai mengulang kata-kata apapun yang ia dengar dalam percakapan. Selalu jaga kata-kata yang Ibu dan Ayah ucapkan agar ia tidak meniru kata yang tidak sepantasnya.
  • Kosakata yang dimiliki anak di usia ini adalah sekitar 50 kata.

Usia 36 Bulan

  • Kemampuan bicara anak sudah cukup baik dan bisa dipahami oleh orang lain.
  • Ia bisa menggabungkan minimal 4 kata menjadi sebuah kalimat.
  • Si Kecil sudah mampu untuk berkomunikasi dengan menggunakan beberapa kalimat pendek, meski terkadang tata bahasanya masih terbalik.
  • Sudah bisa menjawab pertanyaan sederhana dengan jawaban singkat.
  • Si Kecil dapat bercerita hal yang dialaminya.
  • Ia juga bisa menyebutkan hal-hal yang akrab dengannya, seperti nama dan usianya sendiri serta nama keluarga.
  • Bisa memakai kata pengganti orang, seperti ‘aku’, ‘kamu’, ‘kalian’.
  • Sering berbicara dan bertanya.
  • Mampu memahami sekitar 400-800 kosakata.

(Sumber: www.health.detik.com)

Saat si Kecil memiliki banyak kosakata, ia akan semakin sering berbicara dan mengajukan banyak pertanyaan. Hal ini menjadi pertanda ia mulai dapat diajak berkomunikasi dan Ibu pun sudah bisa mengajaknya bercerita. Tentunya perkembangan bahasa anak sangat dipengaruhi oleh peranan dari orangtuanya. Anak yang sering diajak berkomunikasi oleh orangtuanya akan memiliki kemampuan bicara dan kosakata yang lebih banyak. Untuk itu jangan pernah bosan untuk mengajak anak berbicara ya, Bu.

Selain itu dukunglah perkembangan bahasanya dengan memberikan nutrisi yang tepat untuk otaknya dengan susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI. Susu bubuk ini mengandung zat gizi makro (protein, karbohidrat, dan lemak), zat gizi mikro (vitamin dan mineral), serta Omega 3, Omega 6, minyak ikan, zat besi, serat pangan inulin, dan kalsium yang mendukung tumbuh kembangnya.